Berita Nasional Terpercaya

Massa Peserta Kongres HMI Nyaris Rusuh Berhasil Dicegah Polisi

0

PEKANBARU, HarianBernas.com — Massa penggembira Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Pekanbaru, Riau, Senin (3/11) nyaris terlibat kerusuhan setelah ratusan dari antara massa menolak dipulangkan ke daerah asal, Sulawesi. Beruntung, aparat keamanan dari Kepolisian Resor Kota Pekanbaru, Riau, berhasil mencegah kerusuhan yang nyaris pecah itu.

Menurut Wakapolresta Pekanbaru AKBP Sugeng Putut Wicaksono ketika ditemui di kawasan Purna MTQ Pekanbaru, Senin (30/11)  dengan tegas mengatakan bahwa massa HMI yang menolak dipulangkan harus turun dari bus. Bahkan dengan nada kesal, AKBP Sugeng Putut Wicaksono mengatakan bahwa panitia sudah berupaya mengakomodir massa penggembira HMI untuk segera kembali ke kampung halaman masing-masing. Meski demikian, sebagian peserta tetap menolak dan memprovokasi agar bus tidak diberangkatkan.

Bahkan Putut mengancam akan mengembalikan bus yang disediakan untuk mengangkut peserta yang meninggalkan lokasi kongres. Dengan lantang ia mengatakan, “Jika kalian enggan berangkat, silahkan turun dari bus dan bus akan dikembalikan. Kami sudah sudah berusaha sekuat tenaga untuk mengakomodir keinginan teman-teman,” kata Sugeng Putut Wicaksono.

Setelah mendengar pernyataan Putut, para peserta langsung merespon dengan berjalan menuju bus dan sebagian lagi bersikeras tidak bersedia dipulangkan. Ketegangan pun sempat terjadi ketika sejumlah bus mulai berjalan. Ratusan massa pun menghadang bus-bus tersebut dan meminta para sopir untuk berhenti. Para petugas pun dengan sigap berusaha meredam aksi massa dan meminta massa penggembira yang menolak dipulangkan untuk segera mundur.

Dan untuk menghindari kerusuhan, apara kepolisian langsung diperkuat ratusan Satuan Brigade Mobil Polda Riau. Emosi massa pun berhasil diredam oleh petugas kepolisian sehingga kericuhan berhasil dicegah. Sejumlah provokator yang dianggap memperburuk suasana, tidak ditangkap oleh aparat kepolisian. Sehingga suasana semakin membaik segtelah salah seorang panitia HMI menghampiri massa dan berjanji akan memulangkan mereka secara keseluruhan.

Sekitar 10 bus disediakan untuk mengangkut massa menuju Tanjung Priok, Jakarta. Mereka selanjutnya diberangkatkan menuju Makassar, Sulawesi Selatan, dengan menggunakan kapal. Sementara di lokasi, massa terpecah menjadi dua yakni antara yang bersedia dipulangkana dan yang menolak. Massa HMI yang menolak dipulangkan mendesak agar Polisi segera mengeluarkan delapan rekan mereka yang diamankan petugas sejak Senin (23/11) lalu. Dan jika tidak segera dilepas, mereka mengancam akan membuat kerusuhan bahkan akan memblokir jalan. Namun, Putut mengatakan bahwa proses hukum terhadap mereka tetap akan dilakukan demi penegakkan hukum.

Menurut Putut, total massa yang dipulangkan 500 orang dengan menggunakan 10 bus. Mereka terdiri dari 480 laki-laki dan 20 wanita. Dan masih ada 700 lainnya yang akan dikembalikan dengan mencari bus agar mereka bisa pulang ke kampung halaman masing-masing.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.