Berita Nasional Terpercaya

Tertangkap Tangan KPK, Kader PDIP Langsung Dipecat dan Tak Dibela

0

JAKARTA,HarianBernas.com–Sebagai bentuk komitmen untuk memberantas korupsi, PDI Perjuangan langsung memecat kader PDIP yang tertangkap tangan KPK di Banten, Selasa (1/12). Dalam operasi tangkap tangan itu, KPK menangkap 8 orang yang diduga sedangkan melakukan praktik suap-menyuap, di antaranya anggota DPRD Provinsi Banten dari PDIP FL Tri Satya.

Menurut Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto, Rabu pagi, PDIP tidak menolerir kader yang terlibat kasus korupsi dengan memecat seketika kader yang terkena operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa siang. Dikatakan, bagi anggota Fraksi PDIP Provinsi Banten yang terkena OTT (operasi tangkap tangan) KPK, sanksi pemecatan langsung diberikan seketika. Hal ini dilakukan untuk memberi efek jera bagi kader yang terlibat praktir kotor yang menggerogoti keuangan negara itu.

Bukan hanya langsung memecat kader tersebut, menurut Hasto Kristiyanto, pihaknya juga tidak akan diberikan bantuan hukum dan dia bukan lagi sebagai anggota partai.

Tri Satya ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan, Selasa (1/12) siang. Selain Tri Satya, KPK juga menangkap Wakil Ketua DPRD Banten dari Fraksi Partai Golkar SM Hartono dan Direktur Utama PT Banten Global Development Ricky Tapinangkol karena dugaan suap.

Perilaku anggota partai yang tidak taat pada perintah partai dan menyalahgunakan kekuasaan tersebut membuat Hasto  geram dan marah. Apalagi partai sudah berulangkali menginstruksikan agar seluruh kader PDIP baik di legislatif maupun eksekutif tidak boleh melakukan praktik korupsi. Bahka PDIP memelopori rekening gotong-royong untuk meningkatkan akuntabilitas keuangan partai. Namun, ternyata masih ada yang tidak disiplin. Mereka nekad melakuka korupsi. Padahal korupsi merupakan kejahatan kemanusiaan dan partai ikut bertanggung jawab dalam mencegah korupsi.

Menurut Hasto, dalam sekolah calon kepala daerah, juga telah disampaikan materi antikorupsi dan komitmen para calon kepala daerah untuk tidak korupsi. Hasto sendiri tak tak mau berspekulasi terkait motif politik di balik penangkapan tersebut, mengingat ada kesan adanya target tertentu yang ditujukan kepada partai pendukung pemerintah.

Dikatakan, secara kelembagaan PDIP konsisten dalam upaya pemberantasan korupsi. Dan pemecatan seketika bagi kader yang terlibat korupsi merupakan salah satu bentuk konsistensi tersebut. Kata Hasto, “”Korupsi ya korupsi. Partai langsung memecat dan tidak akan pernah memberikan perlindungan.”,
Menurut Hasto, Ketua Umum PDIP selalu mengingatkan dan memberikan arahan kepada kader untuk menjauhi praktik korupsi, sebab ulah individu akan berdampak pada citra partai. “Citra partai menjadi rusak dan rakyat makin menderita karena uang yang seharusnya untuk kesejahteraan rakyat malah dikorupsi,” kata Sekjen PDI Perjuangan ini.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.