Berita Nasional Terpercaya

Anggota MKD dari Golkar dan Gerindra Bela Setya Novanto Mati-matian

0

JAKARTA, HarianBernas–Seolah tak peduli dengan desakan sebagian besar masyarakat agar sidang Majelis Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI dilakukan secara terbuka, anggota MKD dari Partai Golkar Ridwan Bae dan Adies Kadir serta Supratman dari Partai Gerindra dan Sufmi Dasco Ahmad (Gerindra) mati-matian menolak rekaman pembicaraan diputar di dalam sidang. Dengan berbagai alasan pembenar, mereka menolak rekaman itu diputar dalam sidang MKD yang menghadirkan pengadu Menteri ESDM Sudirman Said.

Karena tidak ada kata sepakat, akhirnya pimpinan sidang yang juga merupakan Ketua MKD Surahman Hidayat memutuskan untuk dilakukan voting. Dan dari hasil voting dengan cara berdiri itu, 10 anggota MKD setuju rekaman lengkap pembicaraan Setya Novanto soal Freeport itu boleh diputar secara utuh agar bisa didengar oleh seluruh rakyat Indonesia. Mereka yang setuju dan langsung berdiri adalah Surahman Hidayat (PKS), Junimart Girsang (PDIP), Prakosa (PDIP), Akbar Faizal (NasDem), Darizal Basir (PD), Guntur Sasono (PD), Marsiaman Saragih (PDIP), Acep Adang (PKB), Sarifuddin Sudding (Hanura) dan Bakrie (PAN).

Sementara saat voting berlangsung, hanya ada 14 orang anggota di ruang rapat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (2/12) malam, Wakil Ketua MKD Kahar Muzakir dari Golkar tidak tampak, begitu pula anggota PPP Zainut Tauhid. Sementara anggota PAN Sukiman sejak awal memang tidak hadir dalam sidang tersebut. Waktu sidang sempat tersita dengan adanya perdebatan di MKD DPR soal rencana pemutaran rekaman lengkap pembicaraan Setya Novanto, Reza Chalid,dan Presdir PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin. Akhirnya  memimpin voting singkat.

Setelah kalah dalam voting soal pemutaran rekaman, anggota MKD dari Golkar dan Gerindra terus berulah. Bahkan mereka memperlakukan pengadu seperti terdakwa yang bersalah. Secara tersirat mereka seperti menyalahkan Menteri ESDM karena mengungkapkan kasus itu secara terbuka. Atas perlakuan yang tidak adil oleh anggota MKD dari Partai Golkar dan Gerindra itu, Menteri ESDM meminta anggota MKD yang terhormat agar menghormati pengadu.

“Saya mengadu karena ingin memuliakan anggota DPR yang terhormat. Karena kalau anggota MKD ingin dimuliakan maka pengadu juga harus dilindungi dan dimuliakan, bukan justru diperlakukan seperti orang yang bersalah,” kata Menteri ESDM ketika memberikan sambutan pada akhir sidang.

Dari cara maupun materi pertanyaan, anggota MKD dari Partai Golkar dan Gerindra lebih banyak menyudutkan pengadu. Bahkan mereka mengadili pengadu seperti orang yang telah bersalah. Meski demikian, pengadu menghormati MKD karena telah bersedia menyidakan kasus tersebut dan memutar rekaman secara utuh dan terbuka sehingga seluruh rakyat Indonesia bisa menilai siapa yang benar dan siapa yang salah.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.