Berita Nasional Terpercaya

HIV/Aids 25.000 per Tahun, Hindari Faktor Penyebabnya

0

JOGJA.HarianBernas.com?Pertumbuhan Kasus HIV/Aids di Indonesia mencapai lebih dari 25.000 per tahun. Angka ini tercatat yang tertinggi dibandingkan kasus yang sama di Negara-negara Asean.

Di Jogja, data dari Dinas Kesehatan mengungkapkan, jumlah penderita baru HIV/Aids sejak 1993 hingga 2015 sebanyak 3.147 orang. Yang memprihatinkan, dari jumlah tersebut, terbanyak adalah penderita dari kelompok umur 20 hingga 49 tahun atau usia produktif.

dr. Yanri Wijayanti Subronto, PhD, SpPD, FINASIM, dosen Bagian Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran UGM mengatakan upaya pengobatan yang dilakukan sudah menunjukkan hasil karena mampu menekan angka kematian hingga dibawah 2 persen.

Namun program pencegahan tetap harus terus diperkuat, karena kasus baru HIV/Aids masih sangat tinggi. Pertumbuhannya masih mencapai 25.000 per tahun.

Sebagaimana diketahui, penyebaran HIV/Aids hanya bisa terjadi melalui darah terutama melalui pemakaian jarum suntik untuk para pengguna napza, cairan mani dan cairan vagina melalui hubungan seksual serta ASI dari ibu kepada bayi.

?Orang dengan perilaku seks menyimpang dan seks bebas paling rentan dengan HIV/Aids. Infeksi tertinggi juga terjadi pada pasangan homoseksual,? kata Yanri dari Poli Edelweis RSUP Dr. Sardjito ini.

Untuk penderita yang positif HIV/Aids, Yanri menyarankan agar segera melakukan terapi antiretroviral (ARV) yang disediakan secara gratis oleh pemerintah. Terapi ini akan meningkatkan daya tahan tubuh dan mengurangi resiko kesakitan serta kematian.

Di DIY, penanganan orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dilayani di 9 rumah sakit, yakni RSUP Dr. Sardjito, RSU PKU Muhammadiyah, RS Panti Rapih, dan RS Bethesda. Juga di RS Jogja, RS Panembahan Senopati Bantul, RSUD Sleman, RSUD Wates, serta RSUD Wonosari.

?Yang terpenting, jangan hindari orang penderita HIV/Aids. Tapi hindari penyebabnya,? kata Yanri menganjurkan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.