Berita Nasional Terpercaya

Pengukuran Tanah Calon Bandara Dihadang Warga

0

JOGJA.HarianBernas.com–Masyarakat penolak bandara yang tergabung dalam WTT kian panas. Rabu (2/12) mereka sempat menghadang tim pengukur lahan bandara. Bahkan di Ngringgit dan Kragon mereka mengusir petugas yang datang untuk melakukan pengukuran.

?Terus terang saja kini kondisi kami makin panas. Ini karena ada petugas ukur yang mengukur lahan diam-diam. Ada juga pemasangan patok ditengah jalan lingkungan dengan patok menonjol dan mengganggu pengguna jalan,? ujar Ketua WTT Martono di Kragon kemarin.

Dijelaskan oleh Martono, menjadi kesepakatan warga, untuk tanah warga yang berbatasan antara warga dan pro dan yang kontra diminta agar patoknya satu diantara warga yang kontra saja.

?Yang dilakukan disudut batas antara yang pro dan kontra ternyata dipasangi patok juga, ini menjadikan suasana panas juga,? ujar Martono.

Martono menuturkan, warga WTT sempat penyuruh pergi tim pengukur yang masuk kedaerah blok kontra.

?Pokoknya tanah warga kontra bandara tidak boleh dipatok,? tegasnya.

Ditengah kegiatan pengukuran tanah ini tidak jarang diantara warga kemudian bersitegang. Bahkan ada keluarga yang kemudian terpecah diantara saudara kandung, karena perbedaan sikap soal boleh dipatok dengan yang tidak boleh.

?Disini masih banyak tanah persil yang baru leter C dokumennya. Dimana tanah masih atas nama orang tua yang sudah almarhum, atau bahkan nama kakek nenek. Ketika dalam satu keluarga ini beda sikap, saat diukur terjadi pertengkaran,? katanya.

Saat pengukuran dipedukuhan Kretek Glagah, warga sempat merubung kepala dukuh Kretek yang akan mengukur tanah milik keluarga Suta.

Menantu Suta, Sarikem bersikap menerima pengukuran tanah yang jadi warisannya. Namun kakak Suta melarang. Kebetulan kakak Suta ini mantan Ketua WTT Purwinta yang kini jadi penasehat WTT.

Kepala Dukuh Kretek Sigit Supriyanta yang berusaha memberi penjelasan kepada Purwinta dan warga, akhirnya malah dimaki- maki oleh puluhan warga WTT yang merubungnya.

?Suta itu ketika masih hidup sudah wasiat sama saya untuk menolak bandara,? ujar Purwita tegas.

Humas WTT Agus Subiyanta menyesalkan adanya pengukuran tanah yang tidak dihadiri pemilik tanah.

?Ada yang melakukan pengukuran tanah dan pematokan tanpa dihadiri pemilik tanah. Ini jelas menyalahi,? tegas Agus Subiyanta.

Akhirnya pengukuran tanah milik Sarikem, dipending.

?Kita serahkan kekeluarga dulu untuk berembug,? jelasnya.

Menurut Dukuh Sigit, satu keluarga yang saling pro dan kontra bandara diwilahanya ada beberapa keluarga.

?Sikap saya ya kita serahkan agar keluarga berembug dulu. Pengukuran kita pending,? lanjut Sigit.

Leave A Reply

Your email address will not be published.