Berita Nasional Terpercaya

Butuh Kerja Keras Jadikan Jogja Kota Inklusi

0

JOGJA, HarianBernas.com ? Jauh dari predikat kota iklusi, sampai sekarang Yogyakarta dianggap belum ramah untuk penyandang disabilitas.

?Jogja belum punya banyak akses untuk penyandang disabilitas,? aku Octo Noor Arafat, Kepala Bidang Rehabilitasi dan Pelayanan Sosial pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogyakarta saat berbicara tentang Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada tanggal 3 Desember.

Menurut Octo, Jogja masih terus berusaha untuk membenahi berbagai fasilitas publik yang dimiliki. Tujuannya agar penyandang disabilitas bisa mengakses semua fasilitas publik yang tersebar di seluruh sudut kota.

?Kami akan terus berusaha untuk menuju ke sana. Selama ini yang telah kami lakukan adalah memperkuat perlindungan dan pemberdayaan hak disabilitas,? ujar Octo.

Salah satunya penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Hak Disabilitas. Naskah akademiknya sudah selesai dan DPRD Kota Yogyakarta telah setuju untuk bisa menetapkannya menjadi Perda dengan memasukkan Raperda tersebut ke dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda) 2016.

Octo menyebutkan, di Kota Jogja terdapat 2.344 orang penyandang disabilitas. Dari jumlah tersebut, 334 orang di antaranya anak-anak dengan disabilitas. Sementara penyandang disabilitas yang telah terjangkau jaminan kesehatan khusus sebanyak 1.864 jiwa.

Bertepatan dengan Hari Disabilitas Internasional, Kamis (3/12) hari ini, Pemkot menggelar acara Kampanye Jogja Peduli Difabel. Kegiatannya antara lain membagikan stiker dan pin untuk menyerukan kepada masyarakat agar mulai memperhatikan kaum difabel. Sedangkan puncak peringatan Hari Disabilitas Internasional 2015 akan digelar di Balaikota Timoho Jogja, Minggu (6/12).

Leave A Reply

Your email address will not be published.