Berita Nasional Terpercaya

Penghargaan Bagi Para Penggiat Budaya

0

SLEMAN, HarianBernas.com – Para  Pelestari dan Penggiat Budaya di Sleman tahun 2015 menerima penghargaan. Pemberian penghargaan melalui Dana Keistimewaan tersebut diserahkan Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Drs Kunto Riyadi  di Rumah Joglo Rusmidi, Dusun Cibuk Kidul, Margoluwih, Seyegan, Kamis (3/12).

Hadir pada kesempatan tersebut antara lain  Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM, Camat Seyegan,  Tim Juri Pelestari Budaya, Tim Juri Penggiat Budaya dan para tokoh masyarakat.

Baca juga: Rumah Joglo, Rumah Adat Jawa yang Memiliki Banyak Keunikan

Dalam laporannya Ayu menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan ini untuk memberikan penghargaan dan apresiasi kepada masyarakat yang masih memperlihatkan peran terhadap pelestarian budaya, berperan aktif dan berprestasi dalam mengembangkan warisan Budaya dan nilai nilai Budaya.

Dari hasil pengamatan terhadap rumah tradisional dan penggiat budaya, maka  yang memenuhi kriteria untuk mendapatkan penghargaan 5 orang yang telah melestarikan  rumah tradisional dan mendapatkan uang pembinaan  sebesar Rp 10 Juta termasuk pajak dan  5 orang penggiat budaya akan menerima uang  pembinaan sebesar  Rp 8,5 juta termasuk  pajak.
Sementara Kunto Riyadi yang mewakili Penjabat Bupati Sleman  memberikan langsung uang pembinaan didampingi  Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan  Camat seyegan kepada nominasi kategori penghargaan warisan rumah tradisional yaitu Rumah Rusmidi /Beni Rosita Cibuk Kidul, Margoluwih Seyegan, Supadmodiharjo Planggok Margokaton, Seyegan, Agus Saptono Plembon, Sendangsari, Minggir, Basuki Widodo Dadapan Sidoluhur Godean dan Suhadi Planggok Margokaton Seyegan.

Dan kategori penggiat Budaya yaitu Mbah Perno Sopermono (Tengahan XIII Sendangagung), Widayat (Tegal Baru Tegaltirto Berbah), Safarudin  (Argomulyo  Cangkringan),  Sarjana (Pulesari Wonokerto Turi) dan  Mujono (Sumberwatu Prambanan).

Kunto Riyadi menyampaikan asset dapat dibedakan menjadi 2, yaitu asset tangible yang lebih dikenal sebagai aset kekayaan yang secara fisik dapat dilihat misalnya tanah, uang, kendaraan, dan lain-lain. Sedangkan asset intangible merupakan asset kekayaan yang tidak bisa terlihat secara kasat mata, tetapi sangat berarti, misalnya udara, hak cipta, paten, merk dagang dan rahasia dagang. 

Budaya termasuk salah satu asset intangible yang merupakan salah satu modal dasar masyarakat dan daerah dalam penguatan jati diri bangsa.

“Banyak nilai-nilai budaya yang sarat akan kearifan lokal, yang menjadi modal dalam pelaksanaan pembangunan,” kata Kunto.

Dicontohkan Kunto, seperti halnya gotong royong yang mempercepat akselerasi pembangunan, budaya tepo seliro yang dapat menciptakan kondusifitas dalam pelaksanaan pembangunan, serta nilai-nilai budi pekerti atau unggah-ungguh untuk membentengi masyarakat dari pengaruh budaya luar yang bersifat negatif.
Tangible asset jika hilang lebih mudah dicari atau diadakan kembali, tetapi jika yang hilang itu budaya yang merupakan intangible asset kerugiannya akan berdampak lebih dari kehilangan tangible asset.

Selain perlu adanya perhatian khusus terhadap budaya sebagai warisan daerah yang dimiliki, kelompok atau pelaku budaya yang melestarikan kearifan lokal perlu untuk diperhatikan, karena upaya untuk menjaga keberadaan dan keberlangsungan budaya dari pengaruh serta unsur-unsur yang merusak budaya lokal tidak dapat dilakukan oleh Pemerintah sendiri, melainkan memerlukan kontribusi dan keikutsertaan dari masyarakat sebagai pengemban budaya, yang harus berperan aktif dalam melestarikan dan menjaga keberadaan budaya lokal yang sarat akan nilai-nilai luhur. Terutama kegiatan-kegiatan yang mempunyai nilai-niai dalam membangun karakter, dan yang tidak kalah pentingnya adalah dapat melestarikan budaya lokal secara berkesinambungan sehingga ada proses regenerasi untuk kelangsungan tumbuh kembangnya budaya lokal di masa mendatang. 

Seperti yang diketahui bahwa adat dan tradisi budaya serta kesenian tradisional merupakan kekayaan daerah serta asset wisata yang cukup potensial, untuk menarik wisatawan baik domestik maupun manca negara. Dengan demikian pengembangan dan pelestarian adat, tradisi budaya dan kesenian tradisional sangat mendukung Kabupaten Sleman sebagai daerah tujuan wisata. Upacara adat, tradisi budaya dan kesenian tradisional wajib kita lestarikan sebagai sebuah warisan luhur yang menjadi identitas bagi suatu wilayah.  

Kunto juga memberikan apresiasi kepada seluruh penerima penghargaan baik untuk Pelestari Budaya dalam kategori warisan budaya rumah tradisional maupun Penggiat Budaya atas kontribusinya selama ini. Kegiatan ini merupakan bentuk penghargaan Pemerintah atas peran aktif masyarakat dalam keikutsertaan pelestarian seni dan budaya.

“Semoga kegiatan ini dapat menggugah masyarakat untuk dapat berperam aktif pula dalam menjaga dan melestarikan seni dan budaya tradisional di Kabupaten Sleman,” kata Kunto.

Baca juga: Mengenal Keunikan Rumah Adat Jambi yang Memiliki Ukiran Eksotik

Leave A Reply

Your email address will not be published.