Berita Nasional Terpercaya

Sertifikasi Jamin Kompetensi Lulusan Pariwisata

0

YOGYAKARTA, HarianBernas.com – Lulusan di sekolah pariwisata tidak hanya membutuhkan ijasah. Untuk diakui kompetensinya di dunia kerja dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), mereka harus mengikuti uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikasi sesuai dengan kompetensi mereka. 

“Sertifikat uji kompetensi tersebut sesuai dengan tuntutan dari Dikti(Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi -red) sebagai syarat selain ijasah bagi lulusan pariwisata,” ungkap Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) AMPTA, Drs Santosa MM dalam wisuda 78 lulusan Program Diploma (D3) dan Sarjana (S1) di Royal Ambarrukmo Hotel, Sabtu (5/12).

Sertifikat uji kompetensi tersebut, menurut Santosa memudahkan lulusan saat terjun ke dunia kerja. Dunia industri akan lebih mudah menyeleksi lulusan pariwisata sesuai kebutuhan mereka.

Untuk mendapatkan sertifikat tersebut, mahasiswa mengikuti uji kompetensi yang dilaksanakan perguruan tinggi pariwisata yang bersangkutan. Sejumlah asesor yang sudah tersertifikasi menguji mahasiswa sesuai prodi masing-masing. 

“Uji kompetensi sudah kami laksanakan sejak tujuh tahun terakhir. Kami memiliki sepuluh asesor dan auditor yang bertugas melakukan pengujian. Mereka merupakan anggota dari Lembaga Sertifikasi Profesi,” jelasnya.

Santosa menyebutkan, selama enam tahun, sertifikat uji kompetensi baru berstandar lokal karena dilaksanakan di tingkat kampus. Namun pada tahun ini sertifikat sudah berstandar nasional karena penyelenggaraannya di bawah Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

Dengan demikian lulusan PT pariwisata akan memiliki terstandar secara nasional sebagai SDM yang kompetitif di pasar ASEAN maupun dunia. Mereka juga berkompeten dengan kebutuhan pasar saat ini.

Apalagi di era MEA, lima sektor jasa seperti penerbangan, jasa online, kesehatan, logistik dan pariwisata akan menjadi sektor prioritas dalam pembangunan bangsa. Karena pengembangan sektor pariwisata, termasuk SDM-nya perlu terus dilakukan secara berkelanjutan.

“Tantangan MEA semakin kompleks, namun dengan kesiapan dari perguruan tinggi maka kita akan siap,” tandasnya.

Sementara Ketua Yayasan Pendidikan Karya Sejahtera, Suseno SH mengungkapkan, kerjasama berbagai stakeholder dibutuhkan untuk meningkatkan kompetensi lulusan pariwisata sesuai kebutuhan pasar. Sebab saat ini terjadi kecenderungan perubahan kualifikasi kompetensi yang dibutuhkan.

“Pimpinan hendaknya terus melakukan komunikasi dengan seluruh stakholder, termasuk dunia kerja agar lulusan adaptable (mampu beradaptasi-red) dengan perubahan lingkungan,” imbuhnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.