Berita Nasional Terpercaya

Dosen Ujung Tombak Akademik Pendidikan Tinggi

0

YOGYAKARTA, HarianBernas.com – ?Dosen merupakan ujung tombak akademik, sehingga dorongan agar dosen melanjutkan studi lanjut terus dikumandangkan,? demikian ungkap Wakil Rektor I Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Dr. Eng. The Jin Ai dalam acara Media Gathering yang digelar pada hari Jumat, 04 Desember 2015 pukul 14.00 WIB bertempat di Student Lounge, Gedung Thomas Aquinas, Kampus 2, UAJY.

Sembilan Dosen UAJY dari berbagai fakultas telah berhasil meraih gelar Doktor di tahun 2015 dan melalui Media Gathering ini, mereka memeparkan hasil desertasi mereka. 

Pemaparan hasil penelitian doktor baru ini bertujuan untuk menginformasikan kompetensi dan keahlian masing-masing doktor bagi masyarakat luas. Berikut merupakan doktor lulusan 2015 beserta pengalaman uniknya yang dipresentasikan dalam Media Gathering:

1. Dr. Wibowo Suliantoro B., M.Hum.
Dengan judul disertasi: “Etika Ekofeminis Vandana Shiva dan Karen J. Warren sebagai Landasan untuk Merekonstruksi Etika Lingkungan di Indonesia (Studi Kasus Pengelolaan Hutan Wonosadi di Kabupaten Gunung Kidul)? mendapatkan gelar doktor dari Universitas Gadjah Mada.
Dalam disertasinya yang memperoleh 4 hibah dari DIKTI tersebut, Wibowo menunjukkan bahwa persoalan lingkungan dan persoalan perempuan saat ini sudah menjadi isu dunia. Penelitian yang dia lakukan di latarbelakangi atas keprihatinannya pada kerusakan hutan yang tinggi dan berdampak pada dimensi gender. Perempuan lebih mendapatkan dampak besar dari kerusakan hutan, karena memiliki karakter fungsi reproduksi, produksi dan konsumsi yang membutuhkan sumber daya alam.

2. Ines Septi Arsiningtyas, Ph.D., Apt.
Dengan judul disertasi: ?Search for a-glucosidase Inhibitors from Indonesian Indigenous Plants? mendapatkan gelar doktor dari Universitas Hokkaido, Jepang.
Penelitian ini tentang biokimia makanan dan herbal yang mengidentifikasi manfaat tujuh tanaman asli Indonesia. Penelitiannya dilatarbelakangi karna Indonesia menjadi urutan ke-7 di dunia terkait penyakit diabetes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun beluntas dan kayu secang dapat digunakan dalam pengobatan dan perawatan bagi penderita diabetes mellitus.

3. R.A. Vita N.P.A., M.Hum, Ph.D.
Dengan judul disertasi: ?Transformations in Urban Contexts: Asian-Australian Women?s Writing? mendapatkan gelar doktor dari Monash University, Australia.
Vita sangat tertarik dengan penelitian yang ia lakukan karena sesuai dengan latar belakang pendidikannya yaitu Bahasa dan Sastra Inggris, terlebih disertasinya sesuai dengan pengalaman hidupnya sebagai seorang karyasiswa migran asal Asia di Australia.
Dalam sebuah wawancara, Vita mengungkapkan, ?Penelitian saya lebih personal karena saya alami sendiri dan saya memakai data wawancara dengan para penulis novel yang novelnya saya teliti. Fokus penelitian yang lain tentang novel sejenis membicarakan tentang hubungan antar manusia, sedangkan penelitian saya membicarakan tentang hubungan manusia dan kota serta pengaruh perubahannya.?

4. Meylani Yo, S.Sos, M.Comms, Ph.D.
Dengan judul disertasi: ?From Exclusion to Agency in Papua: Pagar Adat Papua (the Papuan Customary Framework) as a Culture-Centred Approach to HIV and AIDS Communication? mendapatkan gelar doktor dari Deakin University, Australia.
Dengan pendekatan budaya, disertasi Meylani berbicara tentang bagaimana masalah HIV tersebut dikomunikasikan ke berbagai pihak khususnya komunitas orang Mee di Papua. Pengalaman jatuh bangun dialami oleh Meylani dalam proses mencapai gelar doktor dari Deakin University, Australia. ?Saya mengalami penolakan dari responden penelitian saya,? jelasnya. Apalagi isu yang diangkat menyangkut HIV, sehingga Meylani harus berkunjung ke lokalisasi dan melakukan penelitian di daerah rawan konflik di Papua. Namun demikian ia sangat senang dapat berkontribusi untuk kampung halamannya sendiri, yaitu Papua.

5. Dr. Ir. Wulfram Indri Ervianto, M.T.
Dengan judul disertasi: ?Pengembangan Model Assessment Green Construction pada Proses Konstruksi Proyek Gedung di Indonesia? mendapatkan gelar doktor dari Institut Teknologi Bandung.
Ervianto dengan kepakaran pada proses konstruksi melakukan riset yang pertama kali diadakan di Indonesia terkait green construction, mengungkapkan, ?Kita harus tetap membangun tetapi kita juga harus hidup dengan layak dan dalam hal ini menuntut kita untuk tawar menawar dengan lingkungan. Muncullah pendekatan sustainability. Hal ini diharapkan semua aspek akan terus berlanjut. Salah satu dari kegiatan sustainability adalah green (penghijauan), hal tersebutlah yang saya kembangkan khusus untuk proses konstruksi karena selama ini di Indonesia bahkan di beberapa negara pun belum ada instrumen untuk mengukur seberapa lama lingkungan hijau bertahan dalam sebuah proses konstruksi?.
Dalam proses menjadi doktor, lulusan ITB ini mengalami banyak kejadian seperti kehilangan 5 laptop, dirampok, dan tempaan-tempaan lainnya, sampai dia berhasil lulus dan mendapat gelar doktor.

6. Dr. Anny Retnowati, S.H., M.Hum.
Dengan judul disertasi: ?Rekonstruksi Penyidikan Terhadap Dugaaan Malpraktik Rumah Sakit Berdasarkan Prinsip Keadilan dan Perlindungan Hukum? mendapatkan gelar doktor dari Universitas Negeri Surakarta.
Disertasinya berawal dari keprihatinannya tentang banyaknya rumah sakit yang tidak bisa dituntut karna kasus malpraktik. Ia melihat bagaimana polisi menangani kasus malpraktik namun tidak begitu memahami apa itu malpraktik. Selain itu, secara hukum belum diukur apa itu malpraktik dan dalam peraturan juga tidak disebutkan apakah rumah sakit bisa dituntut. Semua itu harus dibenahi dari segi substansi dan struktur.

7. Dr. Yoachim Agus Tridiatno, M.A.
Dengan judul disertasi: ?Survivors of the Solot Riot and Their Expressions of Forgiveness: A Critical Discourses Analysis? mendapatkan gelar doktor dari Universitas Gadjah Mada.
Agus mengambil kepakaran studi tentang agama. Dalam penelitiannya, ia mengungkapkan tentang pentingnya perdamaian, ?Penelitian ini sebagai pijakan untuk melakukan langkah-langkah rekonsiliasi, sebab memaafkan merupakan tahap yang penting untuk menuju rekonsiliasi dan perdamaian. Ini tentu sangat berguna bila diaplikasikan di zaman sekarang yang rawan terhadap konflik.?

8. Dr. Ir. Harijanto Setiawan, M.Eng.
Dengan judul disertasi: ?Corporate Entrepreneurship Capability Model for Contractors? di Heriot Watt University, Inggris.
Disertasi Harijanto meneliti tentang penerapan kewirausahaan perusahaan oleh para kontraktor. Penelitian ini dilakuakn dengan mewawancarai sekitar 19 top manager dari perusahaan kontraktor di Indonesia. Reaksi kompetitif yang ditemukan antara lain, para pebisnis berlaku sebagai problem solver bagi para kliennya; mencari pembeda dengan kompetitor lain; membangun dan mempertahankan kepercayaan diri klien terhadap perusahaan; menjaga hubungan baik dengan klien dan mencari positioning di pasar yang mengutamakan kualitas.

9. Dr. Ir. Dwijoko Ansusanto, MT
Dengan judul disertasi: ?Pengembangan Model Interaksi Antara Tata Guna Lahan Perumahan Dengan Sistem Transportasi Dalam Perencanaan Transportasi Perkotaan (Studi kasus Perkotaan Yogyakarta)? mendapatkan gelar doktor dari Universitas Gadjah Mada.
Dalam menempuh gelar doktor, Dwijoko mendapat prestasi yaitu sebagai Best Presenter dalam acara International Conference (Forum Studi Transportasi) antar perguruan tinggi tahun 2013 yang diadakan di UMS.

Dengan adanya para doktor baru tersebut, UAJY diperkaya dengan para ahli yang dapat bermanfaat bagi masyarakat luas maupun proses belajar mengajar. ?Doktor baru dengan berbagai macam kepakaran terebut menjadi sarana bagi UAJY untuk semakin mewujudkan nilai-nilai yang dianut, yakni unggul, inklusif, humanis, dan berintegritas,? jelas The Jin Ai.

Leave A Reply

Your email address will not be published.