Berita Nasional Terpercaya

Aparat Hukum Harus Segera Tangkap Para Mafia

0

PONTIANAK,HarianBernas.com–Praktik mafia di sektor minyak dan gas (migas) selama ini sudah sangat jelas, baik modus maupun para pelakunya. Namun, sampai saat ini para pelaku masih bebas berkeliaran tanpa disentuh hukum. Karena itu, Koordinator Gerakan Bersama Musnahkan Mafia dari NKRI (Geber Mafia) Sofyano Zakaria mendesak aparat hukum, baik kepolisian, kejaksaan maupun KPK, agar segera menangkap dan mengadili para mafia Migas karena telah mencoreng wajah bangsa, bahkan telah menggerogoti kekayaan alam negeri ini.

Menurut Sofyano Zakaria, rekaman pembicaraan Ketua DPR RI Setya Novanto dengan Presdir Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin dan pengusaha minyak Riza Chalid terkait perpanjangan kontrak karya PT Freeport telah mencoreng wajah bangsa, karena harus segera diusut tuntas oleh aparat hukum.

Dalam keterangan tertulis dari Pontianak, Senin (6/12) Sofyano Zakaria mengatakan, akibat ulah para mafia, bangsa dilecehkan dan terhina dengan lobi bisnis tersebut. Dikatakan, rencana memburu rente di PT Freeport Indonesia yang sudah tersebar luas di masyarakat melalui rekaman yang telah diperdengarkan secara terbuka dalam sidang MKD, pekan lalu, sebenarnya tak akan pernah terjadi kalau tak ada bujuk rayu atau iming-iming dari pengusaha MRC kepada SN dan sebagainya. Dengan demikian, sumber kegaduhan publik di negeri ini sangat jelas bersumber dan berawal dari pengusaha MRC. Karena itu, aparat penegak hukum harus segera menangkap pengusaha keturunan Arab tersebut.

Dikatakan, pengusaha yang melakukan “bujukan ular” kepada pejabat di negeri ini agar mau memanfaatkan jabatan dan kewenangan, tergolong praktik mafia. Karena itu harus dilawan dan dimusnahkan oleh rakyat dan bangsa ini, karena menyangkut martabat bangsa. “Ini merupakan aib besar yang sangat memalukan rakyat dan bangsa Indonesi,” kata Sofyano.

Sofyano pun heran selama ini publik maupun media sangat minim menyoroti dan mempermasalahkan keberadaan pengusaha MRC. Publik dan media justru lebih menyoroti Setya Novanto, sementara pengusaha MRC nyaris luput dari sorotan dan umpatan publik. Padahal untuk membongkar adanya dugaan praktik-praktik mafia bisa dimulai dari rekaman percakapan Setya Novanto, pengusaha MRC dan Presiden PT Freeport. “Namun sangat aneh, publik termasuk media nyaris minim menyorot dan mempermasalahkan keberadaan MRC. Publik justru selalu mempermasalahkan SN, sementara sang pengusaha MRC nyaris luput dari sorotan dan umpatan publik,” ujar Sofyano.

Sofyano juga melihat hal yang sama dalam sidang sidang MKD, karena para pimpinan dan anggota MKD justru mengejar pengadu Menteri ESDM Sudirman Said dan saksi Maroef Syamsudin Presdir FI, namun anggota MKD jarang mengorek dan mengejar keberadaan serta peran pengusaha berinisial MRC.

Menurut Sofyano, sebagai mahluk Tuhan, rakyat dan bangsa Indonesia harus menyadari bahwa syaitan dan iblis selalu berupa keras menggoda iman manusia. “Nabi Adam saja imannya bisa goyah karena bujukan Iblis dan akhirnya dibuang ke dunia. Begitu pula dengan kasus rekaman FI ini, iman para pejabat yang terkait dalam rekaman FI pasti hancur saat dibujuk dengan janji dapat uang banyak, dan yang mengiming-imingi itu, peran penguasa pemburu rente,” katanya.

Sofyano mengatakan, pada kasus rekaman FI seharusnya rakyat dan bangsa Indonesia menyorot secara tajam peran SN dan MRC. Publik jangan hanya terlena pada peran Setya Novanto hanya karena dia sebagai Ketua DPR RI dan kader Partai Golkar. Bila hal ini terus dilakukan maka yang diuntungkan dari hal itu justru si pengusaha yang berperan aktif di FI gate, yakni MRC.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.