Berita Nasional Terpercaya

Lemak pada Wajah Tentukan Kesuksesan Diet Seseorang, Benarkah?

0

HarianBernas.com – Ketika lemak mulai terlihat menonjol di bagian tubuh, beberapa orang langsung membuat program penurunan berat badan.

Ada yang melakukan diet maupun olahraga untuk membuat berat badan kembali ideal. Banyak trend diet yang berkembang di masyarakat kemudian dilakukan oleh banyak orang namun kadang tidak memberikan hasil yang nyata.

Sebuah penelitian telah dilakukan oleh peneliti asal Departemen Psikologi, Universitas Toronto, Kanada dengan cara melihat sekumpulan foto wajah beberapa pria dan wanita yang berumur 20-an dan 30-an tahun. Penelitian ini menghasilkan sebuah kesimpulan bahwa sukses atau tidaknya sebuah diet terletak pada bentuk wajah seseorang.

Sampel yang digunakan dalam penelitian ini tidak memakai riasan atau aksesoris apapun serta ekspresi wajah yang netral. Foto-foto mereka diduplikasi yang kemudian digabung menjadi serangkaian foto. Serangkaian foto tersebut ditunjukkan dengan seolah-olah mereka mengalami kenaikan berat badan.

Beberapa foto yang dianggap gemuk dipilih secara acak oleh partisipan lain dari serangkaian foto yang telah dipublukasi. Setelah itu, peneliti dapat menilai berapa banyak berat yang harus diturunkan oleh seseorang agar dietnya diangap berhasil.

Penilaian tersebut memberikan hasil bahwa agar manfaat dietnya terlihat di wajah maka pada pria dan wanita dengan tinggi rata-rata perlu menurunkan berat badan yang masing-masing 3,5 dan 4 kg. Ketua tim peneliti, Nicholas Rule seperti dikutip dari Telegraph pada hari Selasa (8/12/2015) mengungkapkan bahwa jika ingin tampak lebih menarik, bobot yang diturunkan harus dua kali lipat, yaitu sekitar 7-8 kg.

?Bentuk wajah dianggap sebagai indikator penting dari keberhasilan diet seseorang karena wajah adalah gambaran sederhana dari kondisi kesehatan yang bersangkutan,? jelas Rulem.

Lemak di wajah yang terlihat menonjol dan menumpuk memiliki arti bahwa yang bersangkutan mengalami gangguan pada sistem kekebalan tubuh dan fungsi kardiovaskularnya. Selain itu, hal tersebut juga mampu mengindikasikan adanya infeksi pernafasan dan risiko kematian.

Penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti memiliki sebuah tujuan untuk memberikan motivasi bagi orang-orang yang sedang melakukan program penurunan berat badan menuju berat badan ideal. Dr Danial Re menambahkan bahwa tampaknya sebagian orang lebih termotivasi untuk diet agar tampil menarik ketimbang demi menjaga kesehatannya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.