Berita Nasional Terpercaya

Tak Miliki Rambut Karena Suatu Penyakit, Bukan Halangan Untuk Menjadi Peragawati Sukses

0

HarianBernas.com – Pragawati tanpa rambut? Bukankah rambut merupakan sebuah mahkota bagi wanita?

Hampir seluruh media dan iklan pastilah memiliki standar kecantikan yang tinggi, seperti memiliki rambut panjang, tubuh tinggi, dan langsing, serta wajah simetris, namun hal tersebut adalah pengecualian bagi Melanie Gaydos. Ia memiliki sebuah mimpi untuk menjadi seorang pragawati.

Melanie tetap optimis bahwa ia mampu mewujudkan mimpinya, walaupun banyak yang menganggap Melanie tidak pantas menjadi pragawati karena ia tidak memiliki fisik yang sempurna. Sebagian orang bahkan tega menyebutnya wanita mengerikan. Melanie lahir 27 tahun lalu di Connecticut, Amerika Serikat. Sejak lahir, ia mengalami kondisi ectodermal dysplasia.

Kondisi ini merupakan kondisi dimana pertumbuhan gigi, pori-pori kulit, kuku, bahkan tulangnya mengalami gangguan bahkan disebut abnormal. Melanie juga memilki kondisi bilateral cleft palette dan alopecia, yang membuat rambut dan bulu tubuhnya tidak bisa tumbuh. Hal tersebut membuatnya tidak memiliki gigi juga tidak berambut.

Secara keseluruhan, penampilan fisik Melanie berbeda dengan para wanita kebanyakan. Selain itu, kondisi alopecia yang diidapnya mengakibatkan rambutnya justru tumbuh di dalam kulit. Bahkan hal itu juga terjadi dengan bulu matanya, sehingga pertumbuhan buu matanya memiliki dampak terhadap kornea dan mengakibatkannya mengalami buta sebagian.

Namun, Melanie tak menyesali penampilan fisiknya. Kekurangan fisik yang dialaminya tidak meredupkan mimpinya. Kekurangan fisikya malah membuat mimpi Melanie semakin bersinar. Pada akhirnya Melanie dapat mewujudkan mimpinya untuk menjadi Pramugari. Dikutip Daily Mail, passion pertamanya adalah seni murni, di mana ia mempelajarinya saat kuliah di Institut Pratt New York. Melanie menekuni seni potret diri, yang membantunya menggali kecantikan dirinya yang unik.

?Orang-orang merasa tidak nyaman melihatku tidak bergigi. Namun itu bukan masalah bagi saya,? ungkap Melanie. Ia juga kerap ditanya mengenai apakah kondisi yang diidapnya mengganggu, dan Melanie menjawab: ?Tidak, itu tidak pernah mengganggu saya. Jika sesekali itu mengganggu, itu karena orang-orang yang mengatakan bahwa seharusnya saya terganggu.? Pada tahun 2014 lalu, Melanie berpartisipasi dalam proyek ?What?s Underneath? yang digagas oleh Style Like U. Dalam proyek ini, ia berbicara mengenai bagaimana ia memandang dirinya dan menerima keadaan dirinya sebagaimana adanya.

Melanie membuktikan bahwa dengan menerima dirinya sendiri pada akhirnya ia mampu diterima oleh orang lain. Menghargai dengan menerima sebagaimana adanya kita adalah hal yang terpenting. Jika bukan diri kita sendiri, lalu siapa lagi?

Leave A Reply

Your email address will not be published.