Berita Nasional Terpercaya

Warga Bandung Bisa Bangga Ada Polisi Luar Biasa Seperti ini di Kotanya

0

HarianBernas.com – Apa yang menyebabkan dia tanpa kaki? Mengapa ia dianggap sebagai polisi inspiratif?

Hendrik Hernawan adalah seorang polisi yang patut disegani. Ia rela kehilangan kakinya ketika sedang bertugas. Pada tahun 2005, Aipda Hendrik Hernawan bertugas melakukan olah perkara kecelakaan lalu lintas di Nagreg, Kabupaten Bandung. Kecelakaan yang dialami oleh Aipda Hendrik terjadi ketika penderekan dilakukan.

Saat itu, Aipda Hendrik berada di antara truk dan mobil yang terlibat kecelakaan. “Saat itu saya berada ditengah-tengah antara truk dan mobil. Dari belakang truk lain meluncur dan menabrak bagian belakang truk dan ngepres,” tutur Aipda Hendrik. Ia terluka parah di bagian kakinya. Kedua kakinya nyaris hancur. Aipda Hendrik kemudian dilarikan ke RS Cicalengka, namun karena fasilitas tidak memadai, akhirnya ia  dipindahkan ke RS Halmahera.

Dokter yang merawat Aipda Hendrik memutuskan untuk mengamputasi kaki kirinya karena jika tidak dilakukan, maka nyawanya terancam. Pada awalnya yang diamputasi hanya kaki kirinya saja, namun pada akhirnya kaki kanannya juga diamputasi karena mengalami pembengkakan akibat nanah yang menggumpal. Ia mengalami shock berat karena telah kehilangan kedua kakinya.

“Saya 40 hari dirawat di rumah sakit. Habis itu saya drop, mental saya jatuh, down dan membuat tidak bisa beraktifitas seperti biasa karena minder dengan kondisi saya seperti itu,” jelasnya.

Keinginan untuk bangkit tidak didapat oleh Aipda Hendrik dengan mudah. Perlu waktu 1,5 tahun untuk bisa mandiri dan kembali melakukan aktivitas menjadi seorang polisi kembali. “Saya memberanikan diri untuk menghadap Kapolres (AKBP Supratman, Kapolres Bandung saat itu) dan ditempatkan di Samsat Rancaekek pada 2007,” tuturnya.

“Awalnya asing, apalagi dengan kondisi begini, enggak normal, takut, dan minder. Tapi dapat kesempatan dari pimpinan, saya akhirnya bisa menyesuaikan untuk bisa melayani masyarakat lagi,” tambahnya. Setelah tiga tahun berdinas di Samsat Raancaekek kini Aipda Hendrik bertugas di bagian Administrasi Lalulintas di Polsek Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Mengalami kecelakaan saat bertugas tak lantas membuat Aipda Hendri kapok untuk bertugas. Ia kembali lagi bertugas, walaupun pada awalnya ia sulit menerima bahwa kedua kakinya harus diamputasi. Kehilangan memang hal yang sulit untuk diterima, apalagi kehilangan salah satu anggota tubuh. Belajar menerima dan terus menerima, itulah yang dilakukan Aipda Hendrik sehingga ia kini menjadi sosok yang tegar.

Leave A Reply

Your email address will not be published.