Berita Nasional Terpercaya

Tanpa Pendidikan Seni, Pemahat Ini Sukses Melahirkan Gaya Impresionis yang Berkualitas

0

PARIS, HarianBernas.com – Pemahat patung namun tidak pernah mengenyam pendidikan seni? Bagaimana caranya, sehingga dia bisa memahat dan menjadi terkenal di dunia? Apakah keahliannya turun dari langit?

Auguste Rodin Rene adalah seorang pemahat patung, ilustrator, seniman grafis, dan pelukis di negara menara eiffel, yaitu Paris. Auguste Rodin lahir pada tanggal 12 November 1840 di Paris. Ia dianggap sebagai pendiri gaya impresionis dalam seni patung. Ia bahkan termasuk dalam salah satu pematung utama dalam masa modern. Ia sempat memiliki keinginan untuk masuk kesebuah sekolah seni dan ia bahkan membuat tiga upaya untuk dapat diterima di École des Beaux-Art.

Namun, segala upaya yang telah ia siapkan gagal ketika mengikuti seleksi ujian masuk. Setelah gagal untuk menempuh pendidikan seni, Auguste Rodin memutuskan untuk bekerja sebagai dekorator. Pada tanggal 8 Desember 1862, Rodin bergabung dengan sebuah ordo biarawan. Di biara tersebut ia mengisi waktu luangnya untuk memahat patung. Berkali-kali Rodin mencoba untuk memahat patung, namun ia tidak pernah meraih kepuasan sehingga patung-patung karyanya ia lemparkan ke loteng. Dua tahun kemudian Rodin meninggalkan biara. Ia lalu bertemu Rose Beuret, seorang penjahit wanita berusia 20 tahun.

Rodin kemudian menjadikannya model patungnya. Pada masa-masa itulah Rodin mulai menemukan gaya orisinalnya, dan semakin berkembang dalam karya-karyanya. Rodin kemudian bekerja di studio Carrier-Belleuse, dan di sana ia menghasilkan banyak ornamen berkualitas dalam desain arsitektur untuk proyek-proyek besar seperti Opera Garnier , acara di hotel La Paiva di Champs-Elysees, atau Teater des Gobelins. 

Dalam seni pahat, Rodin memiliki kemampuan menyampaikan perasaan melalui ekspresi wajah dan melalui bagian-bagian individu dari tubuh manusia. Dia menggoreskan lekukan-lekukan wajah yang dalam untuk menciptakan bayang-bayang yang kuat, sementara bagian wajah yang bertekstur memperkuat perasaan hidup dan gerakan.

Keahliannya dalam memahat bahkan tak pernah ditemukan pada pahatan klasik sebelumnya.  Pada tahun 1880, pemerintah Perancis menugaskannya untuk merancang sepasang pintu untuk sebuah museum seni dekoratif yang akan dibangun. Proyek yang terkenal dengan nama ?The Gates of Hell? itu menyita seluruh waktu Rodin di sepanjang sisa hidupnya, hingga proyek itu tetap belum terselesaikan ketika ia meninggal dunia. Sesuai peraturan yang telah dibuat Rodin, karya-kayanya dipajang di Musee Rodin dan di Hotel Biron, Paris.  

Aguste Rodin memang tidak pernah mengenyam pendidikan seni. Kemampuannya pun tidak turun begitu saja dari langit. Rodin terus mencoba berulang kali untuk memahat patung, ia bahkan merasa tidak puas dan membuang sendiri hasil pekerjaannya ke loteng.

Terkadang kita terlalu cepat untuk merasa puas dengan hasil pekerjaan kita. Kita merasa puas dan perasaan inilah yang membuat kita tidak mau untuk terus mencoba. Kita sering merasa puas dan cukup dengan memiliki hasil yang baik dan tidak mau mencoba untuk menjadi yang terbaik. Sudah puaskah Anda dengan hasil pekerjaan Anda? Atau Anda masih memiliki keinginan untuk menjadi yang terbaik?

Leave A Reply

Your email address will not be published.