Berita Nasional Terpercaya

Kendalikan Bahan Pangan, Kunci Untuk Menjaga Inflasi

0

JAKARTA, HarianBernas.com – Untuk menjaga agar inflasi tetap stabil dan sesuai target, kuncinya adalah menjaga harga bahan pangan. Hal ini dikatakan oleh Juda Agung, Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter.

Ditargetkan oleh Bank Sentral, Inflasi untuk tahun ini hingga tahun depan adalah 3-5 persen. Untuk tahun 2018, target inflasi adalah 2,5-4,5 persen.

“Volatile food ini menjadi kunci dalam upaya kita mencapai inflasi mengarah ke 3,5 persen plus minus satu persen di 2018. Ini penting untuk jadi fokus TPI (tim pengendali inflasi) baik di pusat maupun daerah,” kata Juda saat media briefing di Kantor Pusat BI, Jakarta, pada Selasa (9/2).

Perkembangan sisi inflasi inti pada sepuluh tahun terakhir mengarah ke angka 4 persen. Harga yang ditetapkan pemerintah (administered price) dan bahan pangan (volatile food) menjadi faktor penggerak gejolak harga.

“Administered prices sudah di-reform oleh pemerintah, faktor tekanan dari ini sudah mulai berkurang. Nah, volatile food ini kuncinya,” kata Juda.

Tahun lalu, kontribusi volatile food mencapai 4,2 persen, sementara inflasi sepanjang tahun 2015 adalah 3,35 persen.

Rencananya, Bank Indonesia dan Pemerintah akan menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) pada Jumat (12/2) di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Hal ini untuk membahas kedaulatan pangan nasional dan permasalahan logistik.

Diharapkan, hasilnya nanti bisa memberi solusi bagi permasalahan daya dukung logistik yang masih terbatas di NTT, maupun di tingkat nasional.

“Beda dengan dulu, sekarang inflasi bukan hanya urusan BI saja. Pemda-pemda sudah sangat aware (peduli) dengan inflasi,” jelas Juda.

Minggu pertama bulan Februari ini, menurut survei pemantauan harga (SPH), masih mengalami deflasi.

“Seminggu minus 0,14 persen. Lebih banyak didorong volatile food yang sudah mulai turun,” terangnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.