Berita Nasional Terpercaya

Beberapa Cara Aman Melihat Gerhana Matahari Total

0

JOGJA,HarianBernas.com–Gerhana matahari total sebagai fenomena langka memang sangat baik dan menarik untuk ditonton. Maka tak heran ratusan bahkan ribuan wisatawan baik lokal maupun mancanegara beramai-rami mendatangi lokasi yang menjadi titik terdekat terjadinya gerhana matahari total, seperti di Bangka Belitung, Sumatera dan di Menado, Sulawesi Utara beberapa hari sebelum gerhana terjadi, Rabu (9/3) pagi ini.

Namun, masyarakat diminta untuk berhati-hati melihat gerhana matahari total karena bila tidak hati-hati bisa berdampak merusak retina mata. Beberapa cara yang aman dan benar untuk melihat GMT antara lain dengan menggunakan alat yang tidak mahal. Misalnya, kita bisa membuat pinhole, kedok las atau menggunakan kacamata khusus gerhana dengan harga yang murah sekitar Rp 30.000-Rp 50.000.

Menurut pakar astronomi dari ITS Surabaya Bintoro Anang Subagyo, pinhole bisa dibuat dengan memberikan lubang kecil pada kertas karton atau kardus yang ditempeli aluminium foil. Lubang tersebut berfungsi menangkap sinar matahari yang diproyeksikan pada kertas putih untuk pengamatan. Sebab, bila menatap secara langsung proses gerhana matahari total sangat membahayakan. Menurut Subagyo, kalau matahari tertutup total tak masalah, namun kalau matahari muncul kembali dengan intensitas cahaya yang tinggi dan pupil mata kita tak siap, sangat berbahaya.

Selain itu, bila melihat dengan hanya menggunakan kacamata hitam biasa, juga membahayakan, karena meski bisa melihat matahari secara langsung dengan kacamata hitam, tapi bila pupil belum bisa beradaptasi sempurna untuk gerhana matahari, bisa berbahaya juga. “Bila melihat gerhana matahari dengan cara salah maka akibat yang paling parah adalah kebutaan,” kata Subagyo.

Selain resiko kebutaan, bahaya yang ditimbulkan bila melihat secara langsung gerhana matahari adalah penglihatan menjadi kabur. Dan gangguan penglihatan ini tidak terjadi secara langsung setelah melihat gerhana, tapi bisa terjadi berhari-hari hingga berminggu-minggu kemudian.

Alat bantu penglihatan yang baik untuk melihat gerhana matahari adalah yangn mampu mereduksi cahaya hingga 100.000 kali. Sementara kacamata hitam tidak mampu mereduksi sebanyak itu.

Menurut Dosen Fisika FMIPA ITS ini, gerhana matahari sebenarnya hampir terjadi setiap tahun, tapi tidak terjadi di tempat yang sama. Pada bulan Agustus 2017, misalnya, GMT akan terjadi di wilayah Amerika Utara. Dan Indonesia mungkin akan mengalami gerhana lagi sekitar 30 tahun ke depan dan tidak menutup kemungkinan adanya gerhana matahari parsial, cincin, dan sebagainya.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.