Berita Nasional Terpercaya

Diperiksa 7 Jam, Nurhadi Bantah Sembunyikan Sopirnya

0

JAKARTA, HarianBernas.com – Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, membantah dirinya menyembunyikan Royani, sopir pribadinya yang disebut-sebut merupakan saksi kunci yang bisa mengaitkan Nurhadi dalam perkara kasus penyuapan yang melibatan Panitera Sekretaris PN. Jakarta Pusat Edy Nasution.

Kepada wartawan yang mencecarnya, ia justru berujar bahwa Royani masih bekerja seperti biasa di kantornya.

“Tidak ada itu (saya sembunyikan), tidak ada. Dia (Royani) ada di kantor,” ujar Nurhadi, usai menjalani pemeriksaan selama tujuh jam lamanya sebagai saksi untuk tersangka Doddy Aryanto.

Selebihnya, pria paruh baya kelahiran Kudus, Jateng tersebut, enggan meladeni pertanyaan awak media yang sudah menunggunya sejak pagi.

Sebelumnya pada Rabu (20/4/16) lalu, tim gabungan dari penyelidik dan penyidik KPK melakukan penangkapan terhadap Panitera Sekretaris PN. Jakpus Edy Nasution, dan seorang pihak swasta atas nama Doddy Aryanto, yang kedapatan tengah melakukan transaksi suap di basement sebuah hotel di bilangan Jakarta Pusat. 

Dari penangkapan tersebut, KPK menyita barang bukti berupa uang senilai Rp 50 juta dalam bentuk pecahan Rp.100 ribu. Selain uang Rp.50 juta, sebelumnya Edy juga telah menerima uang rasuah lain pada Desember 2015.

Uang total Rp.150 juta tersebut, merupakan uang muka dari total uang yang dijanjikan Rp.500 juta, dalam rangka mengakali dua perkara yang tengah diajukan perusahaan Lippo Group ini. 

Dalam perkembanganya, KPK melakukan penggeledahan di beberapa tempat, termasuk rumah dan kantor Sekretaris MA Nurhadi. Terkait penggeledahan itu sendiri KPK menyita uang Rp 1,7 miiliar.

Selain menggeledah, Nurhadi juga telah dicegah bepergian ke luar negeri oleh pihak Ditjen Imigrasi Kemenkumham atas permintaan KPK.

Leave A Reply

Your email address will not be published.