Berita Nasional Terpercaya

Mengulik Ragam Cantik dari Penjuru Indonesia

0

HarianBernas.com – Pengertian cantik bagi masing-masing individu pastilah berbeda. Walaupun dewasa ini orang-orang dapat melihat referensi mengenai cantik diberbagai media masa, perempuan-perempuan di beberapa bagian Indonesia tetap mempertahankan kearifan lokal dalam keberagaman budayanya mengenai bagaimana cara mempercantik dirinya. Hal ini dikarenakan tradisi yang melekat secara turun temurun. Cantik, ternyata memiliki beragam ciri khas dan memancarkan kekuatan bagi individu masing-masing.

Suku Dayak, Kalimantan. Mereka menindik telinga dan memasangi telinga mereka dengan anting logam atau emas sebagai simbol kecantikan. Pertama kali mendengarnya memang akan terdengar biasa saja. Memang semua wanita biasanya ditindik dan memakai anting-anting. Bedanya, mereka menambahkan anting mereka setiap tahunnya. Hal ini membuat telinga mereka semakin panjang dan melebar. Bahkan, telinga dengan anting-anting mereka bisa memanjang sampai ke bahu, lho. Dengan menambahkan anting setiap tahunnya, jumlah anting akan menunjukam berapa umur mereka. Semakin panjang, semakin cantik.

Perempuan suku Papua mengepang rambut mereka untuk mempercantik dirinya. Keterampilan mengepang ini telah diiajarkan turun menurun. Bahkan, tidak hanya perempuan, tradisi mengepang ini juga dilakukan oleh kaum pria, lho. Mengepangnya tidak boleh sembarangan, rambut harus disisir dan dipilih menjadi beberapa bagian dengan ukuran yang tidak terlalu besar, barulah rambut siap untuk dikepang menggunakan anyaman. Pada kepangan yang rapi dan kuat yang sangat khas inilah tersimpan kecantikan perempuan bagi suku Papua.

Suku Mentawai, Sumatera mengikir gigi-gigi mereka untuk kecantikan. Begitu pula suku Batak Karo yang berpandangan bahwa wanita dengan kaki yang besar memancarkan kecantikan yang lebih. Kecantikan pada perempuan ini berhubungan dengan konteks ekologi pedesaan, dengan sebagian besar penduduk bermata pencaharian sebagai petani dengan kondisi tanah yang berbatu dan berbukit-bukit.

Beauty Is Pain memang sering kita dengar. Pada tradisi-tradisi kearifan lokal ini, misalnya. Mungkin kini kepercayaan suku-suku tersebut tidak sepenuhnya diterapkan lagi mengingat cepatnya berkembangan informasi yang mendukung nilai-nilai ?modern?. Sebagai perempuan, kita harus mengingat bahwa kecantikan bukan hanya perkara penampilan, tetapi juga harus dipancarkan dari hati yang kuat sertakecerdasan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.