Berita Nasional Terpercaya

Melukiskan Misteri Peradaban Manusia

0

BANTUL,HarianBernas.com – ?Ketika kota menjadi tidak berpenghuni menjadi sebuah misteri. Bagaimana keadaannya dulu? bagaimana kehidupan disini dulunya??

Gedung Kantor Pos besar Yogyakarta terlihat gagah menjulang. Bangunan yang terletak pada kawasan nol kilometer pusat Kota Yogyakarta ini tergambar dengan penuh warna. Terdapat air mancur yang menari-nari dengan indahnya memberikan kesan suasana damai dan sejuk. Warna-warna yang tertuang tampak jelas dan kontras menimbulkan kesan ceria.

Lukisan bangunan Kantor Pos itu menjadi salah satu lukisan dalam pameran tunggal Josep Wiyono. Lukisan yang dibuatnya secara on the spot itu menggambarkan kondisi Kantor Pos yang damai pada tahun 1970an silam. Joseph Wiyono ingin memotret sendi-sendi kota dalam lukisannya sebelum kota menjadi ditinggalkan dan berbuah menjadi sebuah misteri.

Misteri itulah yang menarik Joseph Wiyono, seorang seniman lukis Yogyakarta yang mengangkat tema kota dalam pameran tunggalnya kali ini. Kota tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya sekelompok manusia, namun kota menjadi sebuah simbol peradaban manusia. Narasi inilah yang menggelitik Joseph Wiyono untuk menuangkan idenya dalam pameran tunggal keduanya yang bertajuk Passion.

Tema kota diangkat oleh Joseph Wiyono untuk menggambarkan perumpamaan kota yang memiliki nilai historis bagi kehidupan manusia. ?Kota menjadi sebuah artefak yang memperlihatkan budaya, struktur masyarakat, dan tatanan aturan sosial.? Ujar Joseph Wiyono ketika ditemui di lokasi pameran yang bertempat di Sangkring Art Space, Nitiprayan, Yogyakarta.

Berangkat dari arti dari kata kota dalam bahasa sansekerta yang berarti benteng, Joseph Wiyono memandang kota sebagai akumulasi kebudayaan hingga sumber terjadinya konflik. Berbeda dengan kota yang penuh hingar bingar kehidupan, Seniman lukis yang juga sebagai Dosen Seni Lukis Institut Seni Indonesia Yogyakarta ini melukiskan kota dengan situasi yang bertolak belakang.

Bapak empat anak ini menggambarkan kota dalam kondisi sepi layaknya tak berpenghuni, bahkan tanpa kehidupan. Dalam kondisi seperti inilah kota dipandang sebagai artefak, seakan menjadi peninggalan budaya yang telah menjadi saksi bisu kehidupan selama ini.

Berbagai macam interpretasi kondisi sebuah kota dituangkan oleh Joseph Wiyono dalam pamerannya yang berlangsung pada 18 Januari ? 1 Februari 2017 ini. Terlihat sepintas dalam pandangan, terdapat tiga kategori yang cukup terlihat jelas pada karya yang dipamerkan. Kategori tersebut terbagi dari lukisan berwarna, lukisan hitam putih, dan sketsa.

Lukisan bertemakan kota yang diangkat pada pameran kali ini dituangkan dalam lukisan berwarna dan lukisan hitam putih. Kedua bentuk lukisan tersebut dirasa dapat mewakili kondisi kota dalam berbagai kondisi. Dari suasana ramai, penuh kedamaian, hingga gambaran kota yang sepi, gersang, dan mencekam.  

Secara lebih detail, Joseph Wiyono pun ingin menunjukan sisi lain dari keunikan sebuah kota, yaitu penduduk. Individu-individu dengan berbagai karakter dan latar belakang tinggal bersama dalam sebuah kota dan menghidupkan kota. Gambaran karakter individu penghuni kota ini digambarkana oleh Joseph Wiyono dalam bentuk sketsa. Terhitung 50 sketsa individu yang dipamerkan. ?Inspirasi saya menggambar ini dari orang-orang yang telah saya temui.? ujar pria kelahiran 18 Januari 1967.

Berdasarkan kondisi nyata yang dilihat dan dialami olehnya setiap hari, timbullah harapan dan nilai-nilai positif yang diingin disampaikan. Kehidupan yang penuh warna dari berbagai macam kondisi dan situasi terlihat pada lukisannya yang penuh dengan warna kontras. Joseph menyadari bahwa dalam kehidupan bermasyarakat bersama pasti ada sisi kontradiksi dan perbedaan.

Goresan-goresan pada gambarnya dengan ilusi penggambaran garis ruang menunjukan adanya ilusi-ilusi keadaan yang membesitkan harapan pada sebuah kondisi kota. Berbalik dengan kondisi kota yang penuh warna, dalam belahan dunia ini juga masih ada kondisi kota yang mencekam dan gersang dan ini ia gambarkan pada lukisan hitam putih.

Lukisan kota diatas bunga teratai menunjukan sebuah harapan kehidupan manusia yang diimpikan oleh seorang Joseph Wiyono. Harapan-harapan keharmonisan kehidupan manusia pun dituangkan dalam lukisan kota Joseph Wiyono ini.

Kondisi keselarasan antara manusia dengan lingkungan alam yang menyeimbangkan sebuah kehidupan. ?Tujuan kesalarasan yang bersifat universal yang berarti sama. Terlepas dari keyakinan, kebangsaan, benua. Saya rasa hakikat semua manusia adalah sama.? Ujarnya dalam menyampaikan impian pribadinya melalui karyanya. (M1)

Leave A Reply

Your email address will not be published.