Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

DPP NasDem Buka Akademi Bela Negara

Oleh: Redaksi Bernas•13 Juli 2017
DPP NasDem Buka Akademi Bela Negara
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Partai Nasdem dirikan Pusat Pendidikan dan Latihan Bela Negara yang diberi nama Akademi Bela Negara (ABN). ABN didirikan sebagai sebuah institusi pendidikan den..."

🗓️ Dipublikasikan pada 13 Juli 2017.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita nasional terbaru →

JAKARTA, HarianBernas.com – Partai Nasdem dirikan Pusat Pendidikan dan Latihan Bela Negara yang diberi nama Akademi Bela Negara (ABN). ABN didirikan sebagai sebuah institusi pendidikan dengan fasilitas, program dan kurikulum pendidikan serta tenaga pengajarnya. 

Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, menjelaskan, melalui program, kurikulum dan materi ajar yang diterapkan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bela Negara Partai NasDem diharapkan dapat memberikan manfaat positif bagi masyarakat, bangsa dan negara.

“Pelatihan pendidikan pada warga negara Indonesia, kita harapkan akan lebih mendapatkan manfaat yang lebih positif dalam menambah wawasan ilmu pengetahuan. Melahirkan etos yang lebih solid,” kata Surya Paloh sesaat setelah meninjau kampus Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem, Kamis (13/7/2017) di Jakarta.

Dijelaskan Surya, dalam setiap gelombangnya, pendidikan di ABN mendidik sebanyak 500 orang.

Di dalam pendidikan tersebut diprioritaskan untuk diikuti oleh kader Nasdem dari seluruh Indonesia.

Gubernur Akademi Bela Negara, IGK Manila, menjelaskan, ABN lahir dari pemikiran Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, dalam merespon perkembangan situasi nasional kehidupan kebangsaan Indonesia. Utamanya yang belakangan ini mulai dirasakan memunculkan sebuah persoalan besar dan sangat serius bagi bangsa. Khususnya juga terkait dengan semangat nasionalisme dan patriotisme.

Saat ini, nilai-nilai dasar yang mencerminkan rasa cinta terhadap tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, keyakinan akan Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara, serta nilai-nilai kerelaan berkorban untuk bangsa dan negara seakan punah termakan jaman. 

“Kondisi seperti ini tidak boleh dibiarkan berlangsung lama di republik ini, karena sangat dikhawatirkan berpotensi menimbulkan ancaman terhadap kerusakan masa depan,” kata IGK Manila.

Tag:#nasional#berita

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram