Berita Nasional Terpercaya

Bagi yang Merasa Muda Wajib Baca! Melihat Makna Berbeda dari Sumpah Pemuda

0

Bernas.id – Mari kita resapi kelimat di bawah ini:

Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah satu, tanah air Indonesia

Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia

Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia

Ya, itu adalah teks Sumpah Pemuda. Bunyi teks tersebut tentu tak lagi asing. Namun, apakah makna yang terkandung di dalamnya telah dapat kita terapkan dengan baik? 28 Oktober, menjadi waktu bersejarah dalam perjalanan bangsa ini. Bagaimana tidak? Melalui peristiwa bersejarah ini, menjadi titik awal kebangkitan pemuda untuk bersatu dan bergerak. Selama 89 tahun yang lalu, pemuda bangsa bersatu mengumandangkan Soempah Pemoeda atau Sumpah Pemuda. Kali ini mari menelisik lebih dalam makna yang terkandung di dalam peristiwa bersejarah ini.

Bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Kalimat ini terasa begitu mudah diucapkan, namun terasa tak mudah untuk dilaksanakan. Indonesia dengan keberagaman suku dan bahasa yang dimiliki, tentu saja menjadikan peranan bahasa persatuan ini menjadi penting dan genting. Berdasarkan sensus BPS tahun 2010, Indonesia dinyatakan memiliki 1.340 suku bangsa. Dan hal ini tidak dapat dipandang sebelah mata. Dengan keberagaman suku yang dimiliki, menjadikan Indonesia memiliki PR besar di dalamnya. Bayangkan saja, di dalam satu wilayah, Indonesia dapat memiliki dialek atau tata bahasa yang berbeda. Dan, menjadikan negeri ini kaya akan keberagaman bahasa daerah.

Sebagaimana yang terdapat dalam survey BPS di tahun yang sama, yakni 2010, bahwasanya Indonesia memiliki 1158 bahasa daerah. Jumlah yang tak sedikit bukan? Lantas, jelas saja jika bahasa Indonesia menjadi bahasa pemersatu bagi bangsa ini. Berikut ini ulasannya. Pernah mendengar kata 'amis'? Apa yang anda ketahui mengenai kata tersebut? Bagi wilayah suku Jawa, kata amis mengarah kepada arti yang diberikan pada bau ikan ataupun makanan seafood yang beraroma khas. Namun, kata 'amis' memiliki makna yang berbeda bagi suku Sunda. Kata amis memiliki arti manis bagi suku di daerah Jawa Barat ini.

Tidak hanya itu. Contoh lainnya adalah untuk kata ?bujur?. Dalam KBBI, kata bujur memiliki arti panjang dari suatu bidang, panjang, atau pun posisi timur atau barat tempat di permukaan bumi, yang ditentukan atau diukur dengan meridian. Namun, kata bujur memiliki arti yang berbeda dalam berbagai bahasa daerah. Dalam bahasa Melayu, kata bujur memiliki arti lurus. Sedangkan dalam bahasa Banjarmasin, berarti benar. Lain halnya dengan bahasa Karo, kata ?bujur? memiliki arti terima kasih. Bahasa Karo sendiri merupakan bahasa yang digunakan oleh Suku Karo, yakni suku yang berada di wilayah Kabupaten Karo tepatnya di daerah dataran tinggi Karo, Langkat, Deli Serdang, Dairi, Medan, Sumatera Utara.

Sedangkan bagi bahasa Sunda, kata bujur juga memiliki arti yang berbeda. Bagi suku yang memiliki makanan khas berupa batagor dan karedok ini, kata bujur memiliki arti pantat. Bisa anda bayangkan bukan kesulitan komunikasi yang dapat terjadi? Bahkan ini hanya salah satu contoh dari berbagai kata yang memiliki arti berbeda dari berbagai suku di Indonesia. Masih banyak contoh lainnya. Untuk lebih memudahkan dalam memberikan gambaran keanekaragaman bangsa ini, berikut pembahasan lebih lengkapnya.

Sebagai contoh, mari membahasnya dari salah satu bagian di pulau jawa yakni Jawa Tengah. Jawa Tengah memiliki bahasa daerah yang sangat beragam. Secara umum bahasa yang digunakan adalah Bahasa Jawa dialek Solo-Jogja atau Mataram. Bahasa ini yang kemudian disebut sebagai Bahasa Jawa standar. Namun, dalam keseharian begitu banyak dialek yang merupakan turunan dari Bahasa Jawa standar ini. Beberapa diantaranya adalah dialek Pekalongan, dialek Kedu, dialek Bagelen, dialek Semarangan, dialek Muria/Pantura Timur, dialek Banyumasan, dan sebagainya.

Dari satu wilayah, Jawa Tengah, Indonesia bisa memiliki begitu banyak dialek. Tentu saja jika tidak disikapi dengan baik, maka kesalahan persepsi atau misscommunication akan sering kali dihadapi. Jadi, bisa dibayangkan bukan, besarnya peranan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu? Kesulitan dalam berkomunikasi dengan berbagai suku, dapat diantisipasi.

Seperti halnya saat ini. Bahasa Indonesia telah menjadi bahasa utama dan andalan bagi negeri ini. Dari suara penyiar di radio, hingga surat kabar nasional. Bahasa Indonesia telah menjadi bahasa sehari-hari. Sehingga, kiranya hal ini dapat menjadi penyemangat bagi generasi muda untuk menyintai bahasa Indonesia agar tidak mudah terbawa arus bahasa asing. Tidak mudah terbawa bahasa gaul, ?Elo gue end.? Mari cintai bahasa Indonesia!

Leave A Reply

Your email address will not be published.