Berita Nasional Terpercaya

Merintis Karir dari Pembantu Produksi di Sebuah Stasiun Televisi

0

Bernas.id – Arief Adi Wibowo, SSi, MT menceritakan tentang titik baliknya paling krusial dalam karirnya. Ketika itu, ia memutuskan untuk meninggalkan industri transportasi dan rantai suplai di Surabaya dengan posisi jabatan di departemen analis operasi dan pemasaran, lalu masuk ke industri media. Dari industri yang sarat prosedur ketat, masuk ke dalam industri kreatif yang sarat kebebasan inovasi.

?Saya mulai dari nol, dari jabatan pembantu produksi di sebuah stasiun televisi di usia paling tua di angkatan saya di broadcaster development program (mirip management trainee). Saya masuk di usia 28 tahun, sedang rekan-rekan saya rata-rata umur 22 tahun dan baru lulus kuliah. Panggilan ?Pakde? karena umur itu, melekat sampai sekarang. Banyak kolega saya di industri sebelumnya menyebut nekat. Tapi, saya yakin benar masa depan dunia bisnis adalah pada inovasi, terlalu lama di bidang yang ?kaku? hanya membuat potensi saya yang berkembang hanya analitikal saja,? ungkapnya ke Bernas.

Dikatakannya alasan menekuni pekerjaan saat ini, komunikasi adalah elemen penting dalam peradaban manusia. Komunikasi itu tentang manusia, interaksi antarmanusia, dan pesan-pesan yang disampaikan. Apapun industri atau bisnisnya, melibatkan keterampilan me-engineering komunikasi agar distorsi tidak ada sehingga pesan/narasi yang dibangun jelas dapat dipahami.

Dalam satu kesempatan Eyang Habibie (Mantan Presiden ke-3) pernah berkata, di zamannya engineering adalah membuat pesawat, namun saat ini social engineering memegang peranan paling penting. Untuk pengalaman unik di pekerjaan, terjadi di tahun 2015 saat masih di Metro TV. Ia waktu itu adu argumen dengan sahabat baiknya, pemimpin redaksi (pemred) Pak Putra Nababan.

?Penyebabnya durasi iklan di siaran langsung program special penampilan Perdana Presiden Joko Widodo dengan presenter Najwa Shihab, terlalu banyak. Pemred menganggap durasi sepanjang itu keterlaluan mengingat Bapak Presiden harus menunggu jeda hampir 8 menit. Sedang saya (saat itu di area programming) bahagia karena berarti uang banyak masuk,? tuturnya.

Pengajar tetap di Universitas Indonesia ini menceritakan permasalahan yang paling sering dihadapi dalam pekerjaannya. ?Benturan antara perspektif dalam hal jurnalistik dengan komersial sering terjadi di industri pemberitaan. Cara menyikapinya, jangan terlalu dijadikan personal. Pekerjaan yang kita lakukan itu sejatinya tidak hanya untuk kita pribadi, selalu kembalikan setiap permasalah pada tujuan tertinggi organisasi. Untuk tantangan ke depan, disrupsi dalam industri media dan komunikasi terjadi akibat teknologi informasi/komunikasi berkembang demikian cepat. Banyak model bisnis yang terbukti sukses di masa lalu, mendadak menjadi obsolete atau tidak relevan lagi. Perubahan-perubahan ini tidak hanya terjadi di industri media, tapi hampir di semua industri. Perubahaan yang sering terasa begitu menyakitkan. Banyak perusahaan melakukan langkah rasionalisasi yang pahit untuk menyiasati kondisi ini. Cara kita menghadapinya, mempersiapkan sifat atau mental selalu cemas atau tidak pernah nyaman dengan suatu kondisi. Terus belajar mengikuti perubahan. Dan memperlebar jejaring dan membangun kolaborasi di dalamnya, mengingat secerdas-cerdasnya kita, perubahan itu jauh lebih cepat dari diri kita. Hanya dengan kolaborasi, kita bisa lebih cepat dari perubahan zaman,? bebernya.

Media Strategist CT Corp, Business Strategy Division Head CNN Indonesia ini meyakini bidang pekerjaannya ini penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat. ?Selalu ada gap antara realita dan harapan, di mana dalam gap itulah dibangun persepsi. Dan untuk itu diperlukan social engineering yang baik dalam membangun persepsi publik yang konstruktif, bukan destruktif. Di era digital sekarang, asimetri dan distorsi informasi sangat mudah terjadi dan direkayasa untuk maksud-maksud tertentu. Karena di era digital penciptaan kanal informasi baru demikian mudah dan murah. Sebagai contoh, Kita bisa melihat saat ini betapa kinerja hebat dan bersih seorang kepala daerah tidak menjamin dirinya akan memiliki sokongan penerimaan yang baik di masyarakat. Bergantung arah framing terhadap kinerja tersebut. Atau hal lain, bisa kita lihat betapa produksi serta penyebaran berita/informasi bohong atau hoax merajalela di masa sekarang. Hal ini yang menurut saya membuat masyarakat melek informasi sehat,? jelasnya.

Membaca minimal satu (1) literatur atau buku baru dalam sebulan, serta menulis secara periodik di blog menjadi kebiasaan khusunya untuk mendukung pekerjaannya selama ini. Untuk mengembalikan mood agar kembali bersemangat bekerja, ia memilih untuk jeda sejenak seperti melakukan komunikasi dengan istri, anak, dan keluarga. Ia pun membagikan inspirasi dan sarannya kepada orang lain yang membaca kisahnya ini. ?Menjadi pribadi yang selalu haus untuk belajar, membangun jejaring, dan berbagi pengalaman kepada orang lain adalah pribadi yang relatif bisa adaptif dengan perubahan-perubahan yang terjadi di sekitar kita. Untuk saran, kerja dan belajar keraslah, serta respek terhadap orang lain,? imbuhnya.

Lingkungan pun diakuinya memengaruhi dirinya hingga menjadi seperti sekarang ini. ?Saya beruntung saat kecil berada pada lingkungan yang berbeda-beda kulturnya. Sebagai anak PNS yang selalu berpindah-pindah membuat saya belajar adaptif dengan situasi dan kondisi serta berlatih membangun jejaring. Untuk pencapaian yang paling membanggakan, tahun 2014 menjadi periode paling membanggakan bagi saya. Bersama tim inti (Putra Nababan dan Kiki Taher), kami menyusun sekaligus mengeksekusi sebuah strategi besar pemenangan pemilu presiden bernama Jokowi adalah Kita. Kebanggaannya bukan pada kemenangan politik. Tapi lebih pada bisa menyuguhkan formulasi harapan-harapan masyarakat dalam campaign plan ?Jokowi adalah Kita? melalui studi yang hati-hati serta eksekusi yang tekun. Ikut bangga melihat harapan-harapan masyarakat itu hidup dalam antusiasme pemilu yang termasuk paling tinggi tingkat partisipasinya di era reformasi,? paparnya.

Pria kelahiran Surabaya ini membocorkan rencana dalam waktu dekat dan impiannya ke depan. ?Untuk project terdekat, melanjutkan studi doctoral dan memulai menciptakan bisnis kecil sendiri. Untuk mimpi terbesar saya ke depan adalah memasuki dunia politik dengan segala kemapanan, kepantasan, dan kepatutan yang saya miliki. Politik itu adalah channeling yang memiliki kemampuan memberikan dampak terbesar pada masyarakat. Karena politik itu produksi kebijakan yang mampu me-leverage sebuah negara. Dengan catatan, hanya akan bisa dimasuki saat kemapanan, kepantasan dan kepatutan itu sudah ada,? pungkasnya. (ant)

Leave A Reply

Your email address will not be published.