Berita Nasional Terpercaya

Jangan Mau Ketinggalan! Inilah Keahlian yang harus dipersiapkan Guru di Abad 21

0

Bernas.id – Tahun 2013 lalu membawa Indonesia ke dalam gerbong baru pendidikan. Saat itu menteri yang menjabat adalah Muhammad Nuh yang telah meluncurkan kurikulum baru yakni Kurikulum 2013. Setelah pergantian jabatan di Pilpres 2014, Muhammad Nuh digantikan oleh Menteri Pendidikan yang baru, Anies Baswedan. Anies melanjutkan Kurikulum 2013 dengan beberapa revisi dan direvisi kembali di kepemimpinan Muhadjir hingga tahun 2016 lalu.

Pada Intinya Kurikulum 2013 revisi tahun 2016 lebih memunculkan adanya Penerapan Pendidikan Karakter (PPK), gerakan Literasi, dan pemunculan 4C dalam pembelajaran. Banyak pemangku kepentingan yang beranggapan bahwa kurikulum bisa saja berganti-ganti, namun yang terpenting adalah kualitas sumber daya manusia yang harus dibuat sebanding. Jadi apapun kurikulumnya, yang terpenting gurunya harus siap menghadapi perubahan yang ada.

Kurikulum 2013 revisi tahun 2016 diselenggarakan untuk mempersiapkan Indonesia gererasi emas di tahun 2045 dengan masyarakat yang berkarakter, terampil, dan mampu perpikir kritis dengan keahlian teknologi yang mumpuni. Seperti yang sedang kita alami beberapa tahun terakhir ini, dunia telah mengalami kemajuan tekologi yang pesat, mulai dari perangkat komputer, alat komunikasi, dan alat transportasi. Didukung dengan akses Internet yang semakin cepat, peserta didik yang bahkan tinggal di pelosok pun sudah dengan mudahnya mengakses berbagai informasi terbaru dari gawainya.

Maka, jika masih ada seorang guru yang gagap teknologi, dia akan semakin tertinggal jauh dari rekan kerja dan peserta didiknya. Dan apabila terdapat ratusan ribu guru di Indonesia yang masih gagap teknologi, maka bisa kita bayangkan bagaimana pendidikan Indonesia harus menghadapi derasnya arus kemajuan teknologi dunia. Untuk itu, jika anda adalah seorang pendidik, ada beberapa hal yang perlu anda persiapkan dan jalankan agar anda tidak tertinggal oleh derasnya arus teknologi:

1. Jangan Malu Belajar dengan yang Lebih Muda

Belajar tak mengenal waktu dan usia, saat Anda merasa tidak paham dengan aplikasi baru yang harus digunakan untuk kelancaran perencanaan dan proses pembelajaran, maka jangan mengutamakan gengsi. Lihat di sekitar, begitu banyak sumber ilmu pengetahuan yang bisa Anda timba dari orang yang bahkan lebih muda dari Anda. sering-sering bertanya dan minta bantua agar Anda semakin mengenal cara mengoperasikan gadget maupun aplikasi yang masih asing.

2. Jangan Malas Latihan Sendiri

Jangan anggap keberadaan teknologi adalah beban. Tanamkan dalam pikiran Anda bahwa teknologi adalah alat yang memudahkan manusia dalam melakukan aktivitasnya. Maka, jika Anda sudah merasakan butuh dan menyukainya, Anda akan semakin tertantang untuk lebih bisa dan bisa. Kondisi demikian akan menghilangkan rasa malas yang ada dalam diri. Jangan lupa luangkan waktu khusus untuk belajar setiap harinya. setelah terbiasa maka Anda sudah mempersiapkan sebagian kemampuan Guru di abad 21.

3. Gunakan Grup Messenger  untuk Alat Belajar

Mempunyai smartphone adalah hal yang sudah biasa saat ini. Beberapa aplikasi messenger berisi grup yang menghubungkan kita dengan guru-guru lain di Pelosok yang bisa berbagi berbagai macam informasi yang Anda butuhkan. JIka Anda sudah tergabung dalam grup-grup tersebut, maka manfaatkan sebaik mungkin dengan selalu ikut menyimak info yang disajikan. Atau akan lebih baik lagi jika Anda aktif berdiskusi dan bertanya mengenai hal-hal penting yang berkaitan dengan pekerjaan anda. Satu hal yang penting lagi adalah, jangan menjadi guru penyebar “hoax”. Jika ada informasi yang mengandung SARA dan tidak berkaitan dengan grup sebaiknya segera diberi peringatan,

4. Manfaatkan Jejaring Sosial untuk Memantau Peserta Didik

Jejaring sosial tak kalah populernya dengan messenger. Pada aplikasi ini akan banyak Anda temui rekan kerja maupun peserta didik yang mengungkapkan keluh kesahnya yang sebenarnya tidak pantas diketahui oleh khalayak umum. Maka, sebelum Anda bisa memantau perkembangan peserta didik di jejaring sosial, perbaiki diri Anda terlebih dahulu untuk bisa memberi contoh yang baik bagi peserta didik. Bacalah beberapa tips dari google mengenai cara memaksimalkan messenger.

5. Aktifkan diri anda Mengikuti Pelda

Jika Anda aktif mencari informasi, maka tidak sedikit Lembaga-lembaga yang menyelenggarakan pelatihan yang berkaitan dengan pembelajaran digital maupun pelatihan pembuatan aplikasi-aplikasi pembelajaran yang bisa kita kembangan di abad 21 ini. Salah satu pelatihan bermanfaat adalah pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan oleh “SEAMOLEC”. Tertarik untuk mencoba?

Ayo semangat menjadi guru abad 21, menjadi bagian yang turut serta mempersiapkan generasi emas Indonesia di tahun 2045.

Leave A Reply

Your email address will not be published.