Berita Nasional Terpercaya

Ternyata Begini Cara Menjadikan Anak Kreatif

0

Bernas.id – Tidak setuju bila kreativitas hanya diidentikan dengan seni lukis dan gambar. Banyak orang yang menganggap dirinya tidak kreatif padahal makna kreatif itu tak sesempit yang dibayangkan. Bahkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, makna kreatif adalah memiliki daya cipta dan memiliki kemampuan untuk menciptakan. Bisa dilihat bukan? Tak ada definisi yang mengatakan bahwa orang kreatif adalah orang yang bisa melukis dan menggambar saja.

Daya cipta itu maknanya luas. Daya cipta untuk membuat sesuatu yang baru, sesuatu yang sudah ada namun diperbaharui, memecahkan masalah, atapun mengerjakan sesuatu dengan cara yang berbeda. Setiap orang itu kreatif. Tinggal sering diasah atau tidak. Nah, bagaimana cara mengasahnya? Ada banyak sekali buku yang membahas tentang bagaimana menjadi kreatif. Di artikel ini akan dijelaskan satu cara saja bagaimana menjadi kreatif. Sebelumnya, mari disimak cerita hikmah berikut ini.

Ada seorang ibu yang memiliki dua anak. Satu anaknya masih berusia kurang dari 2 tahun dan satunya lagi umur 6 tahun. Ibu ini tinggal jauh dari keluarganya. Ibu dua anak ini tak memiliki pembantu, semua ia kerjakan sendiri. Ia merantau dari Solo menuju Banjarnegara, demi membagikan ilmunya pada anak-anak TK.

Suatu hari ia berkata pada anaknya yang bernama Abdul.

?Mas Abdul anakku, meskipun kamu anak laki-laki kamu harus bisa mengerjakan pekerjaan rumah seperti mencuci piring dan baju sendiri, menyapu, dan melipat baju. Lihatkah kamu nak, ketika rumah penuh dengan tumpukan baju yang bahkan itu bisa kamu gunakan untuk tidur, maka ibu yang akan membereskannya sepulang sekolah. Kamu tahu kan nak, ibu mengerjakannya sendirian? Maka kamu harus berlatih ya, nak?.

Kebetulan saat itu adik Abdul sedang sakit kejang, ibunya sendirian sedangkan ayahnya sedang berada di luar kota maka ia melaksanakan nasehat ibunya.

?Mi, Abdul mau mencuci piring, boleh?? tanya Abdul meminta izin pada ibunya. Ibunya pun mengiyakan. Mas Abdul yang masih berumur 6 tahun pun membantu ibunya dengan mencuci piring.

Lain hari ada cerita juga tentang Mas Abdul ini. Ketika ia melihat pisau ibunya tergeletak dan tak memiliki penutup, maka coba tebak apa yang dilakukan Mas Abdul ini? Ia lagi-lagi minta izin pada ibunya.

?Bu, aku buatkan tutup untuk pisau ini ya??

Sang ibupun mengiyakan lagi. Dibuatlah penutup pisau dari kertas berkas. Setelah jadi, ia langsung memberikannya pada sang ibu.

Apa yang bisa diambil dari cerita diatas? Kemandirian. Ya, kemandirian sang anak yang diajarkan oleh ibunya membuat sang anak mudah berempati, ketika menemukan masalah dia tidak menyalahkan keadaan, namun ia justru mengajukan diri menjadi problem solver dengan mencuci piring ketika di rumahnya terdapat banyak cucian piring, serta membuatkan tutup pisau.

Ya, kemandirian adalah salah satu kunci untuk mengasah kreativitas. Dengan melakukan sesuatu tanpa bergantung dengan orang lain, maka kita akan memiliki daya cipta untuk melakukan sesuatu yang berbeda dari yang lainnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.