Berita Nasional Terpercaya

Anda Mahasiswa? Beginilah Seharusnya Bersikap

0

Bernas.id –Menyandang status mahasiswa tidaklah mudah. Ada beban di pundaknya sebagai konsekuensi statusnya. Banyak harapan-harapan masyarakat yang melekat pada mahasiswa. Pasti kalian pernah mendengar bahwa mahasiswa adalah agen of change. Bukankah itu menambah berat beban mahasiswa.  Mahasiswa dituntut berpikir kritis. Mahasiswa dituntut untuk maju. Mahasiswa dituntut mandiri. Mandiri dalam segala hal. Bukan lagi sebagai individu yang apa-apa harus mengikuti arahan. Mengikuti setiap aturan dan perintah tanpa berpikir. Sudah bukan lagi zona siswa. Statusmu telah berganti.

Baca juga: Apa Itu Jurusan Sistem Informasi? Inilah Mata Kuliah dan Prospek Kerjanya

Beban yang harus dijadikan sebagai kewajiban haruslah dijalankan dengan sebaik-baiknya. Memanfaatkan fasilitas yang ada dengan bijak. Jadikan kampus sebagai ajang membentuk kepribadian. Betul memang, kampus bukanlah satu-satunya tempat. Tetapi di sini mahasiswa mulai berproses. Proses menjadi agen of change. Mahasiswa harus peka terhadap sekelilingnya.

Tidak zaman mahasiswa bermalas-malasan di kampus. Ingatlah tujuan awal bahwa kalian sedang menuntut ilmu. Ingatlah bahwa di luar sana banyak yang ingin melanjutkan studi namun tertunda. Lihatlah bahwa ada yang harus mati-matian agar bisa melanjutkan. Mencari berbagai beasiswa tiada henti demi masa depan. Ingatlah bahwa kalian nanti menjadi tulang punggung negara. Apakah kalian masih ingin bermalas-malasan? Jadilah mahasiswa yang membanggakan.

Sistem pembelajaran di bangku kuliah memang berbeda. Mahasiswa dituntut lebih aktif dan mandiri. Sehingga mahasiswa harus pandai mengatur waktu belajar. Mahasiswa tidak bisa mengandalkan pembelajaran di kelas. Karena sistem pembelajaran antara dosen dan guru berbeda. Pembelajaran jenjang perguruan tinggi dengan tingkat di bawahnya berbeda. Carilah referensi lain yang menunjang mata kuliah. Mahasiswa yang harus aktif mencari referensi. Biasanya dosen hanya akan menyarankan referensi, selebihnya terserah mahasiswa. Yang perlu diingat pembelajaran di kelas tidaklah cukup. Maka perlu belajar sendiri di luar jam kuliah. Jadilah mahasiswa berprestasi dan menginspirasi.

Baca juga: 5 Universitas Jurusan Sistem Informasi Terbaik di Indonesia

Banyak kata yang disematkan pada mahasiswa. Salah satunya yaitu mahasiswa kupu-kupu. Mahasiswa yang hanya melakukan rutinitas kuliah-pulang, kuliah-pulang. Carilah sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang akan membawamu menemukan jati diri. Buatlah alur kehidupan mahasiswa yang menantang, menyenangkan dan berwarna. Akan terasa hampa dan membosankan dengan predikat mahasiswa kupu-kupu. Ikuti kegiatan kampus yang ada. Seperti organisasi yang ada di kampus atau luar kampus. Organisasi akan memberikan banyak manfaat. Seperti halnya pengalaman baru dan membentuk jaringan relasi yang mumpuni. Karena setelah selesai kuliah nanti, kalian akan lebih mudah mencari pekerjaan. Akan banyak informasi-informasi yang kalian peroleh dari relasi organisasi. Organisasi juga sebagai ajang bertemu dengan orang-orang hebat.

Belajar dan organisasi sudah melekat pada diri mahasiswa. Keduanya harus dijalankan secara seimbang. Tidak bisa menitik beratkan pada salah satunya. Maka perlulah mengatur waktu. Harus bisa mengatur kapan belajar dan kapan organisasi. Di samping itu ingatlah bahwa tujuan utama adalah belajar. Jangan terbalik! Semua dilakukan sesuai porsinya. Dengan begitu jadilah mahsiswa yang produktif.

Baca juga: 13 Universitas Jurusan Akuntansi Terbaik Indonesia dan Luar Negeri

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.