Berita Nasional Terpercaya

Merasa Sulit Dalam Belajar? Kenali Penyebabnya! Nomor 5 dan 6 Jarang Anda Sadari

0

Bernas.id – Kemampuan dan kecerdasan sangat dibutuhkan untuk terus bersaing di era modernisasi ini. Kemampuan dan kecerdasan bukan suatu proses yang mudah didapat, butuh perjuangan hebat dan pengorbanan yang besar, yang mana semua itu harus dilakukan dengan berkonsentrasi penuh. Apalagi untuk Anda yang masih duduk di bangku sekolah atau perguruan tinggi, yang mana kekuatan utama keberhasilan di sini adalah berkonsentrasi terhadap apa yang dipelajari, termasuk dalam bidang akademik.

Lalu, bagaimana dengan Anda yang sering merasa sulit dalam belajar? Sebelum melangkah lebih jauh lagi, kenali dahulu penyebabnya, sehingga Anda tidak akan mengulang kesalahan untuk kedua kalinya :

1. Kurangnya Motivasi Diri

Motivasi adalah dorongan psikologis yang mengarahkan seseorang ke arah tujuannya. Motivasi setiap orang berbeda-beda yang berkaitan erat dengan lingkungan sekitarnya. Contohnya, seorang anak yang terlahir dalam keluarga yang tidak mampu tentunya memiliki motivasi belajar yang lebih besar dibanding anak yang terlahir dari keluarga kalangan atas. Juga seorang remaja yang hidup dalam lingkup pergaulan bebas akan lebih kecil motivasinya untuk belajar dibanding seorang remaja yang hidup dalam lingkup pesantren. Motivasi sangat berperan penting dalam kehidupan Anda di masa depan, karena sebuah motivasi besar akan muncul menjadi sebuah karakteristik Anda.

2. Terlalu Memaksa

Kondisi tubuh yang terlalu dipaksakan pun akan sangat berpengaruh terhadap daya tangkap otak, apalagi jika waktu belajar melebihi batas maksimal. Ketahuilah, otak hanya mampu menerima segala hal hanya selama dua jam. Maka dari itu, jika terlalu dipaksakan, tubuh Anda akan lelah dan sering menguap karena menahan ngantuk.

3. Tempat yang Buruk

Apa yang Anda rasakan jika sepanjang hari terkunci di dalam kamar? Berada di suatu ruang sendirian yang terlalu monoton. Sangat membosankan, bukan? Tempat yang buruk bukan hanya karena fasilitas yang kurang memadai atau kotor. Tapi juga tempat yang monoton atau membosankan karena setiap hari belajar di tempat tersebut. Contohnya saja di kelas, hampir sepanjang hari Anda belajar di kelas dan bertemu dengan teman-teman yang sama, pun guru yang sama. Hal tersebut sangat berpengaruh terhadap daya motorik Anda yang membutuhkan suasana yang berbeda.

4. Tidak Menggunakan Metode Belajar yang Tepat

Banyak orang berpikir jika mengikuti les private, maka akan cepat pintar dan mendapatkan hasil yang memuaskan. Tapi bisa jadi sistem tersebut tidak sesuai dengan metode belajar seseorang. Ketahuilah, ada tiga macam tipe belajar :

  • Tipe Visual, yaitu mereka yang lebih senang belajar dengan cara melihat atau membaca. Tipe ini sangat bergantung pada ketajaman matanya dalam memahami sesuatu.
  • Tipe Auditif, yaitu mereka yang lebih senang belajar dengan mendengarkan secara langsung atau secara lisan. Biasanya, mereka belajar sambil mendengarkan musik.
  • Tipe Kinestetik, yaitu mereka yang lebih senang belajar sambil menggerakan atau menyentuh sesuatu, entah menggoyangkan kaki atau menggerak-gerakkan tubuhnya sendiri. Biasanya tipe ini mengarah pada kepribadian seseorang yang cuek dan berkepala dingin.

Nah, Anda termasuk tipe belajar yang mana? Jika sudah menemukan yang tepat, langsung terapkan metodenya! Agar tidak salah langkah lagi.

5. Membenci Sosok Guru Di Kelas

Jika Anda masih duduk di bangku sekolah, tentu akan bertemu dengan macam-macam guru dengan sifat, karakter dan metode yang berbeda. Bisa jadi, Anda membenci sosok guru yang sangat bertolak berlakang dengan kepribadian Anda. Tapi sadarkah Anda, bahwa ini adalah kesalahan fatal, karena ilmu akan sulit dipahami jika Anda sendiri membenci pengajarnya. Suatu ilmu tidak akan dimengerti jika dipelajari dengan hati kesal. Maka dari itu, belajarlah untuk menyukai dan menghormati semua guru apapun karakternya.

6. Sering Berbuat Maksiat

Imam Syafi'i pernah berkata dalam sebuah syi'irnya yang berbunyi:

“Aku mengadu kepada guru tentang masalah kesulitan menghafal. Beliau pun menyuruhku untuk senantiasa meninggalkan maksiat. Beliau juga menasehati, bahwa ilmu itu adalah nikmat Allah. Dan cahaya karunia nikmat Allah takkan bisa tercurah kepada sesorang yang sering berbuat maksiat.”

Inilah yang sering tidak disadari oleh banyak orang. Mengabaikan sumber penyebab utama dan menyibukkan diri dengan memperbaiki penyebab yang bukan utama. Maka marilah perbaiki jiwa Anda agar jauh dari kata maksiat.

Nah, sudah tau kan apa saja penyebabnya? Setelah ini, mari ubah kebiasaan buruk agar tidak jatuh di jurang yang sama untuk kedua kalinya. Siapapun Anda, pasti bisa belajar dengan mudah asal dengan langkah yang benar.

Leave A Reply

Your email address will not be published.