Berita Nasional Terpercaya

Wahai Ayah dan Bunda, Yuk Ajarkan Remaja untuk Melakukan 3 Hal Utama Saat Bersiap Memasuki Usia Dewasa!

0

Bernas.id ? Remaja usia SMA adalah individu berusia antara 15 -18 tahun. Masing-masing individu sedang mempersiapkan diri untuk memasuki jenjang usia dewasa awal. Menjelang kelulusan di kelas 12, banyak yang perlu dilakukan remaja sebelum akhirnya memasuki masa dewasa, apa saja yang penting untuk dilakukan remaja? Yuk simak ulasan singkat berikut:

Membuat keputusan
Hal pertama yang perlu dilakukan remaja adalah membuat keputusan antara kuliah atau kuliah setelah lulus SMA. Hal ini perlu mempertimbangkan kebutuhan dan anggaran dana yang tersedia untuk melanjutkan pendidikan. Remaja dari sosial ekonomi menengah ke atas biasanya akan memilih kuliah dengan mempertimbangkan lokasi kampus, berapa biayanya, apa jurusan yang akan dipilih. Remaja dengan sosial ekonomi menengah ke bawah biasanya memilih untuk bekerja demi membantu perekonomian keluarga. 

Mandiri
Saat lulus dari SMA hanya membuka pintu kehidupan dewasa bagi seorang remaja. Menjadi individu dewasa mensyaratkan kemandirian. Kemandirian yang harus dimiliki oleh remaja adalah mandiri dalam melakukan banyak hal yang berkaitan dengan dirinya. Misal, mampu mengatur keuangan bulanan sendiri, mampu merapikan barang-barang milik pribadi seperti kamar tidur, mampu tinggal mandiri secara terpisah dengan kedua orang orang tua. Kemandirian dilatih sejak masih usia dini, karena kemandirian terbentuk melalui kebiasaan yang memerlukan waktu lama dalam proses internalisasinya.

Matang 
Menjelang usia dewasa, seorang remaja diharapkan memiliki kematangan emosi dan sosial. Remaja dituntut mampu mengelola emosi, mampu menyesuaikan diri dibanyak kondisi sosial dan lingkungan. Kematangan emosi dan sosial akan terlatih jika orang tua mengajarkan anak untuk mengelola emosi sejak masih usia dini. Interaksi dan komunikasi dalam keluarga sejak anak masih kecil akan memberikan pembelajaran kepada anak tentang cara bersosialisasi yang benar dengan orang lain.

Ketidakmampuan remaja dalam membuat keputusan, ketidakmandirian dan  ketidakmatangan disebabkan oleh kurang terlatihnya remaja sejak kecil. Kebiasaan orang tua dalam menentukan segala hal yang harus dijalani oleh si anak membuat si remaja tidak terlatih menentukan hal-hal kecil dalam kehidupannya seperti makan apa, mengenakan pakaian apa dan membeli sepatu yang bagaimana. Awalnya terlihat sepele, namun, imbas yang ditimbulkan berimbas pada seumur hidupnya.

Belajar membuat keputusan memang membutuhkan waktu yang lama, demikian pula dengan belajar mandiri dan menjadi matang. Semua melalui proses trial and error, namun kesalahan-kesalahan pengambilan keputusan dan permasalahan sosialisasi akan memberikan pengalaman kepada anak bahwa kesalahan dapat diperbaiki.

Leave A Reply

Your email address will not be published.