Berita Nasional Terpercaya

Gunakan 6 Teknik Ini Untuk Menerapkan Disiplin pada Anak. Nomor 6 Dianggap Kontroversial

0

Bernas.id – Semua orang tua pasti menginginkan anaknya menjadi anak yang taat dan patuh, memiliki tanggung jawab dan kepercayaan diri. Oleh karena itu banyak orang tua berusaha keras menemukan cara untuk mendisiplinkan anaknya, untuk mencegah perilaku negatif, serta mendorong terbentuknya perilaku positif. Apalagi di zaman now dengan kemudahan dan pesatnya perkembangan teknologi informasi, banyak yang terjebak perilaku buruk seperti penyalahgunaan narkoba, tawuran, bullying hingga pergaulan bebas atau free sex.

Sayangnya banyak kekeliruan yang dilakukan orang tua dalam menerapkan disiplin pada anak, terutama karena penerapan disiplin, hanya dipakai sebagai upaya untuk melegalkan tindakan kekerasan fisik kepada anak. Berikut ini akan disajikan beberapa teknik yang bisa digunakan untuk menerapkan disiplin pada anak.

1. Memberikan Batasan dan Aturan

Memberikan batasan (setting limits) dan aturan (rules) apa yang dapat atau boleh dikerjakan dan apa yang tidak dapat atau tidak boleh dikerjakan. Dalam penerapannya semua anggota keluarga harus ikut melaksanakan aturan yang telah disepakati, sehingga anak tidak merasa selalu jadi objek pemberian aturan dan batasan.

2. Menetapkan Konsekuensi

Bentuk latihan disiplin yang paling baik adalah dengan membiarkan anak mencoba dan melihat konsekuensi atas apa yang anak lakukan. Misalnya, jika anak merusak sendiri mainannya maka konsekuensinya, dia tidak dapat bermain dengan mainan tersebut lagi. Atau misalnya jika dengan sengaja menggunakan mainan untuk memukul orang lain, maka konsekuensinya mainan tersebut akan diambil orang tua dan tidak boleh digunakan lagi.

3. Mengasingkan atau Menghukum di Dalam Kamar

Teknik yang ketiga ini mungkin terdengar tak biasa atau bahkan terkesan negatif. Tapi tenang, tindakan ini dilakukan dengan maksud mengajarkan pada anak bahwa setiap ia melakukan perbuatan yang tak diinginkan dan melawan maka ia akan menjadi orang yang kalah. Untuk anak kecil orang tua harus menemani di dalam kamar, sementara anak yang lebih besar orang tua dapat membiarkan mereka sendiri di dalam kamar. Jika teknik ini dilakukan dengan tepat dan konsisten akan memengaruhi secara dramatis perilaku anak.

4. Menunjukkan Kekecewaan Perasaan Orang Tua Saat Anak Berlaku Salah

Cara ini cukup efektif dilakukan jika orang tua dan anak memiliki hubungan yang baik. Jika anak melakukan sesuatu yang tidak disukai, lalu orang tua menunjukkan kekecewaan atas perilakunya, maka anak akan merasa bersalah dan tidak enak hati.

5. Menahan Kebebasan Anak

Dengan menahan kebebasannya, anak akan merasa setiap perbuatan keliru yang  dilakukannya, maka dia akan kehilangan kebebasannya  yang justru merugikan diri mereka sendiri. Misalnya, tidak diijinkan bermain, naik sepeda, main games, dan lain-lain.

6. Memukul dengan Cara Aman

Ini adalah cara paling kontroversial karena banyak orang tua merasa ini bukan cara yang tepat. Dalam Islam dipekenankan memberikan pukulan. Disebutkan dalam hadist Rasul, bahwa saat orang tua akan memukul anak (dalam keadaan terpaksa) tidak mengangkat lengan dari ketiak. Hadist Rasul yang lain juga menyebut boleh memukul anak yang berumur 10 tahun apabila tidak melaksanakan salat.

Yang paling penting dalam mendisiplinkan anak adalah orang tua harus konsisten, sabar, dalam penerapan disiplin tersebut. Hal lain yang menjadi poin penting adalah keteladanan. Karena buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.