Berita Nasional Terpercaya

Ini Lho Empat Jalan Kemaksiatan. Nomor Tiga Sering Kita Lakukan!

Bupati Sleman – 17 Agustus 2022
0

Bernas.id – Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Bagaimana menurut anda mengenai fenomena kehidupan yang terjadi saat ini? Sungguh, sangat menyedihkan. Dalam keseharian, kemaksiatan mudah kita temukan. Bahkan, tak terasa dan tanpa sadar justru kita sendiri yang melakukan kemaksiatan tersebut. Dengan mudah kita mengucapkan aib orang lain. Meskipun kita diam, namun telinga tetap mendengarkan aib orang lain. Ucapan kita terkadang tidak terkontrol sehingga keluar kata-kata yang membuat luka orang lain. Astaghfirullah. Ketika kita renungkan, banyak sekali kemaksiatan yang diperbuat.

Dunia sudah terbalik. Kalimat tersebut memang pantas menjadi sebutan untuk kehidupan saat ini. Kemaksiatan mudah dilakukan. Permohonan ampun kadang lupa disampaikan kepada Allah. Walaupun ingat untuk memohon ampunan, perbuatan maksiat tersebut kembali diulang tanpa adanya upaya keras untuk menghindarinya.

Ternyata, kemaksiatan masuk melalui jalan tertentu. Tepat rasanya, ketika kita memahami jalan masuknya kemaksiatan. Dengan memahami jalan tersebut, kita dapat berupaya sebaik mungkin untuk menghindarinya dan selalu berdoa supaya dijauhkan dari kemaksiatan.

Dalam kitab Ad-Da wa ad-Dawa Ibnul Qoyyim al-Jauzi menyebutkan bahwa jalan masuknya kemaksiatan kepada seorang hamba melalui empat pintu. Jalan tersebut yaitu pandangan, bayangan yang melintas dalam hati, lafadz atau ucapan dan langkah. Mari kita pahami satu persatu.

Pertama, pandangan. Dalam kitab Ad-Da wa ad-Dawa Ibnul Qoyyim al-Jauzi menjelaskan bahwa, ?Pandangan adalah suatu dorongan yang muncul pertama kali ketika seseorang melihat sesuatu. Apabila dorongan tersebut jelek, itu adalah dorongan syahwat. Menjaga pandangan merupakan benteng dari kemaluan. Siapa yang sengaja melepaskan pandangan, sama artinya dengan menuntun dirinya kepada sumber kebinasaan.? Kemudian dituliskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhori yang artinya, ?Tundukanlah pandanganmu dan jagalah kehormatanmu?. Dari penjelasan tersebut, kita harus senantiasa mejaga pandangan dari kemaksiatan sehingga menimbulkan dosa.

Kedua, bayangan yang melintas dalam hati. Ibnul Qoyyim al-Jauzi kembali mengingatkan kita semua dalam kitabnya Ad-Da wa ad-Dawa, ?Gambaran yang terlintas dalam hati lebih sukar dilepas. Itu merupakan permulaan dari kebaikan atau kejahatan, karena dari situlah munculnya kehendak, angan-angan, dan kemauan keras?.

Ketiga, lafadz atau ucapan. Muadz ibn Jabal bertanya kepada Rasulullah s.a.w. tentang amal apa yang dapat memasukkan manusia ke surga dan menjauhkannya dari neraka. Rasulullah s.a.w. bersabda: ?Bagaimana jika aku memberi tahu kepadamu untuk memperoleh itu semua?? Muadz menjawab, ?Baiklah ya Rasulullah!? Beliau lalu memegang lidahnya seraya berkata, ?Peganglah (tahanlah) ini baik-baik.? Muadz pun bertanya, ?Apakah kita akan dihukum karena apa yang kita bicarakan?? Nabi menjawab, ?Aku bersumpah, bukankah mereka itu ditelungkupkan wajahnya (dijerembabkan) dalam api hanya karena lidah mereka?? (HR. Tirmidzi).    

Keempat, langkah. Langkah atau perbuatan sudah jelas sangat menentukan apakah kita berbuat yang diridhoi Allah atau yang dimurka-Nya. Langkah kaki dan ucapan saling berkaitan seperti tercermin dalam firman Allah SWT dalam surah al-Furqon ayat 63 yang artinya: ?Dan hamba-hamba yang baik dari Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.? Dengan demikian, kita harus senantiasa menjaga langkah kaki kita dari hal-hal yang membawa ke dalam kemaksiatan. Upayakan setiap langkah atau perbuatan kita membawa pada pahala amal kebaikan.

Ampunan Allah hanya diberikan kepada hamba-Nya yang bertobat dengan sebenar-benarnya tobat yaitu taubatan nashuha. Setelah mengakui semua kesalahannya kemudian berupaya untuk tidak mengulanginya lagi dengan sepenuh hati dan segenap jiwa. Semoga kita terhindar dari kemaksiatan seiring dengan kita berlindung kepada Allah SWT dari godaan setan yang terkutuk. Aamiin.   

Leave A Reply

Your email address will not be published.