Berita Nasional Terpercaya

Inspirasi Bukan Ditunggu, Tapi Digali: Trik Rahasia Menjadi Penulis Produktif, Belajar dari Thomas Alva Edison

0

Bernas.id – Membuat sebuah tulisan berbobot dan bermakna, membutuhkan inspirasi supaya isi tulisan menjadi unik dan menarik untuk dibaca. Inspirasi bisa datang dan pergi dengan tiba-tiba. Sehingga, banyak yang melakukan pendekatan untuk bisa menulis dengan menunggu inspirasi datang. Sering seorang penulis menunda menulis karena belum mood atau menunggu inspirasi. Nah, untuk bisa membuat inspirasi selalu datang dan menghasilkan ide-ide cemerlang, mari belajar dari seorang penemu Thomas Alva Edison.

Baca juga: 51 Jenis Font Keren untuk Desain dan Menulis Buku 2021

Mau menulis saja kok harus belajar dari seorang penemu? Pertama, karena Thomas Alva Edison adalah seorang penemu paling produktif yang telah mendaftarkan lebih dari seribu paten untuk penemuan-penemuannya di Amerika Serikat maupun seluruh dunia. Edison mulai karirnya sebagai penemu di usia 20-an tahun dan wafat di usia 84 tahun. Bayangkan, lebih dari seribu paten telah dihasilkan dalam kurun waktu 60 tahun. Bila dihitung rata-rata, ia menghasilkan 200 produk baru dalam setahun, yang berarti 20-an inovasi baru dalam sebulan. Kedua, sama dengan menulis, seorang inventor membutuhkan inspirasi alat bagaimana yang sedang dibutuhkan manusia. Sehingga, menghasilkan 20-an inovasi baru dalam sebulan tentu angka yang fantastis. Bagaimana caranya seorang Edison bisa menjadi seperti itu?

Edison memang seorang yang jenius. Namun, kejeniusannya berasal dari cara berpikir yang bisa ditiru untuk bisa menulis dengan produktif. Edison memiliki dua cara berpikir yang sering ia gunakan untuk mencari dan mengembangkan ide, yaitu cara berpikir fokus dan difus. Edison menggunakan cara berpikir fokus untuk mengembangkan inovasi yang idenya sudah matang. Bila sudah ada ide untuk menulis, bisa berupa tema atau kerangka tulisan, maka berpikir fokus berarti mencari informasi, bahan bacaan, wawancara, atau referensi apapun yang berkaitan dengan ide. Berpikir fokus berarti menggali lebih dalam sehingga materi tulisan lebih punya bobot dan makna.

Baca juga: Bagaimana Cara Membuat Teks Persuasif Sesuai Jenis dan Strukturnya?

Lalu, untuk mencari ide, Edison biasanya menggunakan berpikir difus. Dr. Barbara Oakley dari University of California, San Diego menjelaskan berpikir difus berarti membuat otak berpikir dalam perspektif yang lebar, mencari berbagai sudut pandang, dan menjelajah ke berbagai ruang informasi dalam otak. Sebenarnya, setiap hari otak menyimpan informasi baru dalam folder-folder urat saraf otak tanpa manusia sadari, sehingga inspirasi itu sebenarnya sudah ada di alam pikiran. Hanya saja, perlu upaya untuk ‘berkelana dalam pikiran’, seperti cara Edison. Saat mengalami jalan buntu, Edison beranjak dari meja penemuannya dan mencari tempat untuk berbaring sambil matanya menerawang. Pikirannya berkelana tanpa beban, menelusuri setiap benda yang dilihatnya. Di tangannya, Edison menggenggam bola bearing dari besi. Tujuannya, saat ia nyaris tertidur, benda itu akan jatuh dan membuat Edison tersadar dari kantuk. Lalu ia beranjak kembali ke meja penemuannya untuk kembali berpikir fokus.

Nah, kondisi berpikir berpindah-pindah dari fokus ke difus dan sebaliknya inilah yang bila dibiasakan akan membuat otak menemukan dan mengembangkan inspirasi. Sehingga, menulis tidak lagi harus menunggu inspirasi. Kesempatan akan menjadi peluang bila manusia memperbaiki dan mengembangkan kapabilitas dirinya. Sama halnya dengan menulis, informasi akan menjadi inspirasi bila penulis terus menulis dan mengembangkan kemampuan menulisnya. Sehingga seperti membuka dan menutup keran air, otak akan terkondisikan untuk mengalirkan informasi yang tersimpan menjadi inspirasi tulisan yang berbobot dan bermakna.

Selamat menulis!

Baca juga: Teks Eksplanasi Adalah Kalimat Penjelasan, Benarkah? Ini Pengertian dan Ciri-cirinya!

Leave A Reply

Your email address will not be published.