Berita Nasional Terpercaya

Peran Ekonomi Syariah Dalam Pemberdayaan Ekonomi Rakyat

0

Bernas.id – Ekonomi menjadi aspek terpenting dalam keberlangsungan kehidupan masyarakat. Namun hingga saat ini kemiskinan menjadi problem utama yang menghinggapi perekonomian Indonesia, selain itu ketidakadilan struktural pun menjadi bagian problem ekonomi yang berdampak pada kesenjangan pendapatan masyarakat.

Kemiskinan merupakan persoalan yang sangat kompleks. Hingga saat ini kemapanan sistem ekonomi konvensional yang dianut oleh Indonesia sejak sebelum kemerdekaan, ternyata belum mampu menjawab persoalan kemiskinan dan kesenjangan. Serta lebih banyak mengabaikan prinsip-prinsip dan nilai-nilai luhur keadilan dan kesejahteraan sosial daripada kesejahteraan individu.

Namun pada masa modern saat ini sebagai bangsa yang mengedepankan demokrasi, ekonomi syariah telah diberi ruang untuk terus berkembang dan menjadi bagian yang membantu memperbaiki pembangunan ekonomi. Dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, ekonomi syariah merupakan solusi dan pendekatan baru dalam menciptakan keadilan dan kestabilan ekonomi. Adapun pendekatan ekonomi syariah dalam pemberdayaan perekonomian masyarakat antara melalui:

Membudayakan Kesadaran Berzakat;

Menunaikan kewajiban berzakat merupakan salah satu cara membentuk karakter kedermawanan bagi para muzakki. Dalam hal ini ekonomi syariah berperan dalam membumikan budaya zakat, implikasinya bagi para muzakki yang menunaikan zakatnya maka akan terbentuknya akhlak seorang muslim yang menjunjung tinggi nilai gotong royong dan saling membantu dalam upaya meminimalisir kemiskinan dan kesenjangan ekonomi di masyarakat.

Selain itu implikasinya bagi mustahik, zakat sebagai akses finansial. Dalam hal ini zakat, infaq dan shodaqoh (ZIS), merupakan instrumen yang bisa dioptimalkan untuk mengatasi kebutuhan masyarakat yang masuk kategori mustahik. ZIS dapat dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan yang sifatnya konsumtif dan bersifat jangka pendek, maupun kebutuhan pengembangan usaha produktif yang bersifat jangka panjang. ZIS ini bisa dimanfaatkan sebagai jaringan pengamanan sosial yang efektif bagi masyarakat miskin.

Dalam perekembangannya, hingga hari ini telah banyak lembaga zakat yang berdiri yang diinisiasi oleh masyarakat itu sendiri sebagai bentuk kepedulian dan kesadaran akan potensi zakat yang sudah sebaiknya dikelola oleh lembaga yang kredibel. Lembaga zakat hadir sebagai wadah yang memfasilitasi muzakki untuk menyalurkan zakatnya. Dana zakat tersebut dikelola kemudian disalurkan dan didistribusikan pada program-program pemberdayaan ekonomi para mustahik.

Memerangi Riba

Riba menurut istilah adalah menambahkan beban kepada pihak yang berhutang (bunga, fasilitas, denda, atau sita). Dalam prinsip ekonomi Islam, riba merupakan hal yang mutlak untuk diperangi.

Sebagai contoh, hingga saat ini hutang Indonesia belum juga selesai, hal ini tiada lain disebabkan oleh adanya bunga yang dibebankan atas hutang luar negeri. Selain itu dalam praktek di masyarakat, masih banyak rentenir atau lintah darat yang seringkali menawarkan pinjaman kepada masyarakat dengan syarat yang mudah dan cepat, akan tetapi masyarakat yang berhutang dibebankan untuk membayar hutang lebih dari hutang pokok yang dipinjamkan. 

Dalam prinsip ekonomi Islam baik praktik ataupun zatnya, riba merupakan suatu bentuk ketidakadilan. Dampaknya perputaran ekonomi tidak seimbang, yang kaya semakin kaya dengan keuntungan bunga yang diraih, sedangkan yang miskin akan semakin terbelit dengan hutang dan bunga yang dibebankannya.

Karenanya dalam pemberdayaan ekonomi secara syariah, terdapat 3 unsur yang menopang perputaran ekonomi agar tidak berputar di tangan orang-orang kaya saja, yaitu: pemberian tulus ikhlas (shodaqoh), pembayaran zakat yang diwajibkan, dan dengan Qord Hasan (hutang pihutang yang bebas dari riba).

Leave A Reply

Your email address will not be published.