Berita Nasional Terpercaya

Jangan Biarkan Mereka yang Tua yang Bekerja

0

Bernas.id ? Mereka yang tua tak lagi beristirahat di rumah, bahkan mereka yang tua masih saja dibebani tanggung jawab untuk menghidupi keluarga. Anggapan bahwa hari tua untuk beristirahat dan bermain dengan cucu-cucunya tak lagi dirasakan oleh semua orang tua.

Anak dan Menantu Sibuk Bekerja

Cucu yang seharusnya bermain dengan sang nenek di waktu senggang saja, menjadi bersama sang nenek di setiap waktu. Anak dan menantunya yang sibuk bekerja, menjadi alasan utama untuk menitipkan pada neneknya. Rasa letih yang dahulu ia rasakan ketika merawat anak-anaknya, kini masih ia rasakan lagi yaitu dengan merawat cucu-cucunya.

Tulang punggung keluarga

Masih juga ditemui di jalan-jalan, orang-orang tua yang menjajakan jualannya dengan alasan yang sangat tidak logis, yaitu menghidupi anak dan cucunya. Memang, sebagian dari mereka ada yang tetap bekerja hanya karena mengisi hari tua dengan kesibukan, namun tak jarang ditemukan bahwa alasan mereka adalah karena tulang punggung keluarga. Sebuah alasan yang memilukan untuk didengar, apalagi dilakukan. Oleh kerena itu, seorang anak hendaknya menyadari banyak hal, agar beban-beban itu tak lagi berada di pundak mereka.

Masa mengasuh anak mereka telah selesai

Waktu mereka berdua untuk mengasuh anak telah usai, yang tersisa kini adalah waktu mereka menikmati masa tua dengan bermain-main dengan sang cucu disela waktu senggang, bukan mengasuh di setiap waktu. Apabila karena alasan kesibukan, maka sang anak tersebut harus menyewa pengasuh bayi untuk merawat anaknya. Demikian pula apabila yang menjadi alasan adalah karena ketiadaan biaya untuk merawat anaknya, maka sang anak yang telah menjadi seorang ibu, harus berhenti dari pekerjaannya daripada merepotkan neneknya.

Tulang punggung itu mulai rapuh

Sebagai anak harus menyadari bahwa orang tuanya tak lagi sekuat dahulu. Ambillah perannya sebagai tulang punggung keluarga, kalau merasa tidak mampu menggantikan perannya, maka setidaknya temanilah hari-harinya dalam bekerja, bukan hanya diam saja di rumah dan menantikan penghasilannya.

 

Wahai anak ? Lihatlah perubahan warna rambutnya, lihatlah pula banyaknya keriput pada kulitnya, tidakkah sekarang waktu mereka untuk menikmati hari-hari dengan beristirahat?

Apabila di antara mereka bersikukuh untuk tetap menyibukkan diri dengan pekerjaan, maka biarkan saja, asalkan jangan lupa untuk selalu mencukupi kebutuhannya, agar ketika mereka lelah bekerja, mereka pun bisa beristirahat tanpa beban.

Untuk pengganti kebiasaan bekerja, alihkan mereka dengan menyibukkan diri dalam urusan akhirat, seperti mengajak menghadiri pengajian atau kajian-kajian keislaman, maka lama kelamaan, beliau akan terlupa dengan keasyikan bekerja dan berpaling dengan keasyikan urusan akhirat, yang akan semakin mendekatkan mereka untuk beribadah. Mari kita rawat kedua orang tua kita dengan baik sebagaimana beliau berdua telah merawat kita di waktu kecil.

Leave A Reply

Your email address will not be published.