Berita Nasional Terpercaya

Belajar Unik Ala Pesantren Modern Ini Tidak Ada di Tempat Lain, Lho!

0

Bernas.id – Sering didapati banyaknya gaya belajar yang berbeda antara satu anak dengan anak lainya. Seperti di salah satu sekolah yang banyak didengungkan sebagai lokasi syuting film layar lebar ?Negeri 5 Menara? ini. Banyak cara unik yang diterapkan oleh anak-anak Gontor dalam belajar. Mari simak uraian di bawah ini:

1. Belajar Dini Hari

Biasanya anak-anak yang suka belajar di waktu sangat dini, lebih cepat tidur pada waktunya. Asumsi yang mereka terapkan seperti istilah ?Tidur cepat bangun cepat?. Pada saat jam belajar malam selesai dan masuk pada jadwal istirahat, mereka segera mempersiakan diri untuk beranjak istirahat. Berharap agar di esok hari mereka dapat terbangun antara jam 02.00 s/d jam 03.00 WIB, lebih baik lagi jika mengawali waktu tersebut dengan sholat malam atau tahajud.

Mereka yakin bahwa belajar pada dini hari adalah waktu yang sangat tepat, terlebih untuk menghafalkan pelajaran. Pada waktu itu, otak mereka dapat menangkap dan menyerap lebih cepat apa yang mereka pelajari. Hambatan yang mereka hadapi untuk sebagian anak dalam menerapkan sistem belajar di waktu dini hari adalah rasa kantuk.

Dapat dikatakan bahwa, to?toan (istilah sunda seperti nundutan) sangat mengganggu mereka di saat terbangun di sepertiga malam itu. Mereka menganggapnya sebagai ?godaan-godaan setan yang terkutuk?. Karena apabila sekali terlena, mereka akan kehilangan kesempatan emas untuk belajar. Apalagi jika pada waktu jadwal belajar malam, mereka tidak belajar dengan sungguh-sungguh.

2. Belajar sambil berjalan

Sebagian anak pun menerapkan sistem belajar sambil berjalan. Start dari satu gedung dan berjalan menyusuri jalanan pondok menuju gedung lain, tempat lain atau kembali kemana mereka mengawalinya. Sering terlihat di saat mereka akan mulai berjalan, mereka mengawalinya dengan berdoa sambil berdiri, meski pun sudah pasti mereka mengadakan doa bersama sebelum belajar, mereka berdoa untuk kedua kalinya. Tangan menengadah dan buku pelajaran diselipkan antara kedua tangan. Memulai berjalan seraya membaca buku yang mereka angkat dengan jarak berapa sentimeter didepan wajah.

Mereka percaya, dengan berjalan dapat membuat mereka semangat belajar dan lebih fokus. Sayangnya, terkadang mereka tidak memperhatikan hal-hal lain yang mereka lalui. Terkadang menabrak teman lain, kaka kelas, adik kelas, bahkan ustaz atau pun ustazah. Pernah pula ada yang menabrak tiang, tersandung atau terjerembab kedalam solokan kecil. Bagi mereka hal-hal seperti itu adalah bagian dari kenangan yang akan mereka ingat di saat telah lulus nanti.

3. Belajar saat mengantri

Pepatah mengatakan, ?khoiru jaliisin fiz-zamaani kitaabun? (sebaik-baik teman duduk adalah buku). Menjadi salah satu alasan bagi mereka yang gemar membawa buku kemana pun mereka pergi. Tapi ternyata bukan hanya saat duduk saja seperti yang tertera dalam istilah tesebut. Di sela waktu mengantri pun mereka manfaatkanya untuk membaca dan belajar.

Karena bagi mereka mengantri sedikit membuang waktu, dan lebih baik mereka manfaatkan untuk belajar. Mengantri untuk makan di dapur, mengantri saat menunggu buka kopontren, lebih lucunya mengantri saat giliran mandi. kejadian yang mereka sering sesali adalah jika mereka lupa dimana menaruh buku yang dibawanya. Sehingga mereka harus membeli buku baru yang kosong dari coretan mereka.

4. Belajar dengan mengajarkan

Ini adalah cara yang sangat tepat untuk memahami pelajaran. Ya, dengan mengajar. Karena di saat mereka dapat mengajarkan seseorang tentang ilmu yang telah mereka dapat, maka sama artinya bahwa mereka telah banyak sedikit memahami ilmu dan pelajaran tersebut. Walaupun begitu terkadang mereka kerap belajar di dalam kelas, menulis di papan tulis dan menjelaskan pelajaran layaknya guru tanpa ada audience yang mendengarkan.

5. Menghafal dengan Suara Keras

Menghafal dengan suara keras ini juga efektif dalam menghafal. Karena selain menggunakan suara keras, mereka akan mengulang apa yang dibaca atau istilah lain kita kenal sebagai metode tiqror. Terkadang tanpa memperdulikan sekitar, dengan rasa percaya diri mereka yang menggunakan metode ini menghafal dengan suara keras baik di tempat sepi maupun ramai.

Leave A Reply

Your email address will not be published.