Berita Nasional Terpercaya

Optimisme Memiliki Kekuatan Terhadap Kesehatan, Coba Deh!

0

Bernas.id –  Kita ketahui bahwa berpikir memiliki kekuatan yang dahsyat. Dengan berpikir mampu mengubah segalanya. Dari pikiran yang penuh optimistis akan memunculkan kesehatan yang lebih baik dari pasien kanker. Begitu sebaliknya, apabila pesimis yang ada didalam pikirannya maka kesehatan yang akan dihasilkan pada pasien kanker itu sendiri adalah kesehatan yang menurun yang mengakibatkan pada dampak pada penyakit kanker itu sendiri yaitu adalah kematian.  

Seligman pun mengatakan bahwa optimisme dan pesimisme itu berpengaruh dalam kesehatan manusia. Adanya optimisme dapat meningkatkan kesehatan secara psikologis dan sampai pada hidup lebih lama, sehingga diharapkan akan mempengaruhi perilaku manusia kearah yang positif. 

Kok bisa optimis dapat mempengaruhi kesehatan kearah yang baik? 

Menurut pakar optimisme yaitu Seligman bahwa mekanismenya adalah sebagian neurotransmitter otak akan habis saat depresi, kehilangan harapan, sedih, atau pikiran negatif lainnya. Kondisi-kondisi tersebut meningkatkan jumlah morfin dalam otak. Sistem kekebalan tubuh memiliki penerima-penerima untuk hormon tersebut dan tidak berfungsi ketika aktivitas endorphin meningkat. Jadi, ketika tingkat pesimisme dapat menghabiskan sistem kekebalan tubuh, maka artinya pesimisme dapat mengganggu kesehatan fisik. Begitu sebaliknya, dengan adanya optimisme dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia.

Optimisme sendiri adalah berupa sikap manusia mengenaikeyakinan didalam dirinya untuk menjadi lebih baik, mengharapkan hal-hal yang baik dimasa yang akan datang dengan selalu berpikir positif, tidak putus asa, dan mampu mengatasi tekanan yang terjadi didalam dirinya guna mencapai tujuan yang diinginkan. 

Adanya optimisme menjadikan diri selalu memasukkan didalam pikirannya hal-hal yang positif, sehingga berpengaruh pada tindakan yang keluar yaitu tindakan-tindakan positif. Menurut penelitian Petersno dalam Shelby, Crespin, Gregorio, Lamdan, Siegel, Taylor 2008, mengatakan bahwa optimisme ini dapat meningkatkan kesehatan fisik menjadi lebih baik. Kemudian penelitian lainnya dari Carver, Friedman, Schou, Abend dan Williamson yaitu bahwa optimisme dapat digunakan sebagai pengobatan kanker, karena optimisme menjadkan penyesuaian psikologis ke arah yang lebih besar.

Optimisme di dapat dari beberapa faktor pendukung yaitu adanya faktor dari luar yaitu dukungan sosial berupa keluarga, teman, atau lingkungan sekitar, karena menjadikan kita memiliki semangat yang besar dalam menjalani sebuah permasalahan yang dihadapi selama hidup, seperti sakit yang parah contohnya. Adapun faktor luar lainnya adalah dari agama. Adanya ilmu agama menjadikan kita yakin akan takdir baik yang diberikan oleh Tuhan. 

?Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan?, (QS. 49:5). 

Faktor dari luarnya adalah sikap diri kita sendiri yaitu berupa kemampuan regulasi emosi. Regulasi emosi disini adalah suatu bentuk proses mengelola dan mengungkapkan emosi yang tepat sehingga mampu bersikap tenang dan berpikir jernih saat dalam menghadapi tekanan hidup. Oleh karena itu untuk menciptakan optimisme yang tinggi perlu adanya faktor dari luar dan dalam. 

Itulah tadi bahwa ternyata optimisme memiliki kekuatan yang dahsyat dalam kesehatan tubuh kita. Saat kita sedang mengalami sakit yang parah obat pendukung lainnya selain obat dari dokter adalah sikap optimis didalam diri kita. Kita membutuhkan optimisme untuk menciptakan pola pikir yang positif untuk tetap semangat dalam menjalani apa-apa yang terjadi dan terkhusus dalam membantu mengubah kesehatan kita menjadi lebih baik. 

Leave A Reply

Your email address will not be published.