Berita Nasional Terpercaya

Bingung Pilih Foto Buat Artikelmu? Baca Tips Ini Sekarang!

0

Bernas.id – Artikel pada laman blog, web tertentu, atau khususnya di bernas.id ini selalu ada pemanis berupa foto dengan posisi landscape. Unsur foto tidak hanya sebagai pemanis artikel biar terlihat cantik dan menarik bagi pembaca untuk melirik isi artikelnya. Namun lebih dari itu, foto berfungsi sebagai visualisasi dari konten artikel kita. Dengan kata lain, penegas isi artikel yang kita tulis.

Artikel yang sudah kita susun harus dilengkapi dengan sebuah foto. Adakalanya kita mudah mendapatkannya dengan memilih dan memilah di web-web dengan bantuan view google image. Sebenarnya, lebih disukai foto senyatanya dari dokumentasi pribadi. Namun terkadang foto dokumentasi pribadi kita kurang pas sehingga perlu mengambil dari web-web yang ada di internet.

Baca juga: Interpretasi : Pengertian , Tujuan, dan Macam-macamnya

Berikut ini adalah tips cara memilih foto dari web-web internet guna melengkapi visualisasi artikel kita:

Pilih yang gratis

Jika kita membuka tampilan foto atau gambar akan tampak beberapa foto dengan watermark (tulisan samar pada foto sebagai cap atau stempel), atau terdapat tulisan nama atau alamat blog sang fotografer. Apalagi yang bertanda registered (®), itu sudah masuk ranah hak paten.

Pilihlah foto atau gambar yang bersih dari watermark maupun tulisan penanda milik seseorang. Ada banyak pilihan foto dan gambar yang bagus. Pastikan bahwa foto dan gambar itu gratis.

Baca juga: 18 Jenis Konjungsi, Pengertian, dan Contoh Kalimat Terlengkap

 

Pilih yang sesuai tema artikel

Ada banyak foto dan gambar yang bersifat ‘sampah’. Bagi artikel yang layak tayang, tentu saja harus disertai foto atau gambar yang layak tayang pula. Pilihlah yang sesuai dengan tema atau ilustrasi penggambaran tema artikel kita.

Bisa saja foto atau gambar yang diambil itu melambangkan artikel kita secara abstrak. Misal: tema ‘perjalanan hidup seorang jomblo mencari jodoh’. Boleh mengambil foto ‘langkah kaki seorang pria sedang berjalan di rerumputan atau jalanan panjang’. Intinya foto tersebut menggambarkan situasi tema artikel.

Bila tidak menemukan foto yang pas, bisa saja mengambil gambar ilustrasi. Misal: tema ‘trik jitu memperkuat sinyal wifi’, ilustrasinya adalah penggambaran sinyal handphone. Tema ‘peningkatan penjualan’, ilustrasinya adalah gambaran tangga grafik meningkat.

Baca juga: Tinjauan Pustaka: Pengertian, Manfaat, Cara Membuat, dan Contohnya

 

Pilih yang memiliki efek fotografis menarik

Mungkin kita bukanlah fotografer handal. Namun, kita bisa menilai sebuah karya foto itu termasuk bagus atau tidak, memiliki unsur fotografis, atau hanya sekedar foto asal jepret. Pilih foto atau gambar yang memiliki efek fotografis bagus dengan ciri-ciri: tampilan fokus pada titik tertentu, sesuai tema, artistik, sudut pengambilan gambar strategis, tidak banyak gambar pengganggu yang di luar tema. Tidak perlu harus foto sepenuh badan, bisa saja hanya bagian wajah, tangan memegang pena, atau yang terkesan artistik. Tidak harus pemandangan penuh, cukup foto penggambaran spot kecil dan khusus sesuai tema.

Baca juga: 51 Jenis Font Keren untuk Desain dan Menulis Buku

 

Pilih foto inovatif

Banyak kontributor anyaran yang takut dalam memberikan ilustrasi berupa foto atau gambar untuk artikelnya. Sehingga terkesan kaku. Contoh: tema artikel ‘galau belum dapat jodoh’ gambar yang dipilihnya menunjukkan seorang wanita terduduk lesu di kursi. Cobalah cari yang lain! Sedikit berinovasi, misal gambar seorang wanita berada di dekat jendela yang tengah berair karena di luar sana sedang hujan.

Baca juga: Mengenal Pengertian dan Ciri-ciri Komik sebagai Karya Sastra

 

Pilih foto yang ‘berbicara’

Jangan asal pilih foto atau gambar! Pilihlah yang bisa mewakili konten artikel. Biarkan foto itu bicara secara visual sehingga menarik minat orang untuk membaca artikel kita.

Baca juga: Penggunaan Kata Sambung Di dan Kata Depan Di yang Benar

Leave A Reply

Your email address will not be published.