Berita Nasional Terpercaya

Lonceng Ini Jadi Sumber Kontroversi karena Tampilkan Lambang Nazi

0

Bernas.id ? Saat masih aktif memerintah Jerman, Nazi dikenal dengan gaya pemerintahannya yang otoriter dan menjunjung tinggi politik rasisme. Hal itulah yang menyebabkan rakyat Jerman di masa kini berupaya menghapuskan segala macam atribut yang berbau Nazi.

Deutsche Welle mengabarkan kalau sebuah lonceng gereja di desa Herxheim am Berg, Jerman barat daya menjadi sumber perdebatan. Gara-garanya adalah karena lonceng tersebut menampilkan simbol swastika dan kalimat ?Semuanya Demi Tanah Air ? Adolf Hitler?.

Lonceng itu sendiri diketahui sudah digunakan di gereja setempat sejak tahun 1934. Namun baru belakangan ini, lonceng tersebut menjadi sumber kontroversi setelah seorang bekas pemain organ gereja yang bernama Sigrid Peters menyatakan keberatannya atas lonceng tadi.

?Adalah hal yang tidak bisa terjadi jika seorang bayi dibaptis dan lonceng dengan tulisan ?Segalanya Demi Tanah Air? berdentang,? kata Sigrid Peters. Ia juga mengaku keberatan jika lonceng gereja tersebut digunakan sebagai pengiring upacara pernikahan.

Perdebatan pun muncul ketika keberadaan lonceng tersebut akhirnya menjadi pengetahuan publik. Sejumlah warga setempat ingin supaya lonceng tersebut dihilangkan agar reputasi desa dan gereja mereka tidak tercemar.

Namun ada pula yang menolak usulan tersebut. Menurut mereka yang kontra, menghilangkan lonceng gereja sama artinya dengan menutup-nutupi sejarah desa tersebut. Georg Welker selaku kepala desa setempat juga berpendapat kalau lonceng tersebut justu bisa menjadi semacam pengingat akan kekejaman Nazi di masa silam.

Pemungutan suara pun digelar oleh dewa setempat untuk menentukan nasib lonceng tadi. Hasilnya mereka yang kontra berhasil memenangkan jajak pendapat dengan perolehan suara 10 berbanding 3. Lonceng ini rencananya akan dipasang kembali ke gereja, namun dengan tambahan plakat di dekatnya untuk menjelaskan sejarah singkat lonceng tersebut.  

Leave A Reply

Your email address will not be published.