Berita Nasional Terpercaya

Siswa Suka “Mengatur” Kelas? Begini Cara Guru Mengatasi Siswa Tersebut

0

Bernas.id ? Adakah siswa yang mengendalikan kondisi di kelas selain guru? Maka jawabannya adalah ada meskipun tidak di semua kelas.

Apabila dalam satu kelas terdapat siswa yang menguasai kelas, maka ruang gerak siswa yang lain menjadi terbatas, bahkan mereka cenderung lebih mematuhi si penguasa kelas daripada gurunya.

Dampaknya adalah proses belajar mengajar yang dilakukan guru tidak akan dapat berjalan lancar disebabkan adanya intervensi dari dia si penguasa kelas.

Melihat fenomena tersebut di atas, seorang guru tidak dapat hanya berdiam diri dan menunggu kondisi hati si penguasa kelas membaik agar guru bisa melaksanakan pembelajarannya. Oleh karena itu, seorang guru harus melakukan perlawanan demi lancarnya proses pembelajaran di kelas.

Menentang permintaannya

Perlawanan pertama yang dilakukan guru adalah dengan menentang permintaannya. Dengan tidak mengabulkan permintaannya, maka guru telah memberikan contoh kepada anggota kelas bahwa si pengendali kelas ini sama dengan siswa yang lainnya yang juga harus mematuhi perintah guru, tanpa ada pengecualian atau imunitas. Misalnya, berulang kali dia meminta ditiadakannya proses belajar karena meminta nonton video atau semacamnya, tentu saja hal ini tidak dapat dibenarkan.

Biarkan dia meluapkan emosinya, tapi jangan diam saja

Ketika perlawanan dia dapatkan, kemudian dia akan meluapkan emosinya, entah itu dengan memaki-maki gurunya, menggebrak atau menendang meja, menyakiti teman yang ada di sampingnya, atau bahkan yang terparah akan memukul gurunya, tapi yang terakhir ini sangat jarang sekali terjadi.

Ketika siswa tersebut memaki-maki sang guru, sangat tidak mengapa apabila sang guru membalas makian tersebut dengan kata-kata berupa alasan sang guru menentang permintaannya. Apabila peristiwa itu dianggap sebagai debat, walau siswa menggunakan kata-kata yang tidak sopan, jangan sampai terjadi adu fisik, karena goal dari perlawanan sang guru bukanlah ini.

Lakukan pembelajaran seperti biasa

Setelah perdebatan panjang antara guru dan siswa itu, usahakan agar guru tidak kalah argumentasi dengannya. Karena apabila kalah argumentasi, maka ia akan menganggap bahwa apa yang dia lakukan adalah benar. Namun, jika ternyata kalah argumentasi pun tidak apa-apa, karena yang penting bukan di sini. Lanjutkan saja pelajaran seakan tidak pernah ada perdebatan apapun walau keadaan kelas pasti tidak nyaman.

Lakukan diskusi

Beberapa menit sebelum keluar kelas, dudukkanlah semua anggota kelas melingkar dan tidak ada yang membelakangi temannya agar semua terlihat. Apabila keadaan tidak memungkinkan, maka pinggirkanlah kursi-kursi dan meja dan duduklah di lantai bersama siswa.

Kegiatan ini dilakukan untuk merefleksi apa yang sudah terjadi di hadapan mereka tadi. Guru bisa memulai kegiatan refleksi itu dengan menanyakan pada mereka, apakah tindakan murid yang berani memaki-maki guru adalah tindakan yang diperbolehkan? Kemudian lanjutkan dengan meminta maaf kepada seluruh anggota kelas karena telah membuat keributan di kelas, lanjutkan lagi dengan meminta respon dari teman satu kelas atas kejadian tadi.

Dalam proses refleksi ini, janganlah langsung menunjuk siswa yang bersangkutan. Biarkanlah dia merasakan sindiran itu terlebih dahulu, setelah berbagai pertimbangan antara sikap baik dan buruk telah diberikan siswa satu kelas. Barulah tunjuk yang bersangkutan untuk memintanya menjelaskan alasan dia melakukannya, setelah itu lanjutkan dengan menanyakan apakah sikapnya yang memaki-maki guru dapat dibenarkan?

Silahkan lanjutkan proses refleksi ini dengan tanpa menghakiminya apalagi dengan bersuara keras, bicaralah dari hati ke hati, dan bila siswa yang bersangkutan tidak mau meminta maaf. Alangkah baiknya guru memulainya terlebih dahulu, sebagai proses pembelajaran bagi semua siswa, bahwa tidak bersalah pun bisa memulai untuk meminta maaf.

Dengan refleksi, siswa yang bersangkutan akan merenungi kesalahannya sendiri dan menjadi siswa yang lebih baik, insya Allah.

Leave A Reply

Your email address will not be published.