Berita Nasional Terpercaya

Kebijakan Human Resources dalam Memengaruhi Loyalitas Kerja Karyawan di Zaman Millenials

0

Bernas.id ? Jakarta 30 Januari 2018 ? Semakin tinggi perkembangan zaman, maka suatu perusahaan semestinya semakin siap juga untuk melakukan perubahan kebijakan yang lebih baik. Mengapa harus demikian? Karena perkembangan zaman semakin hari semakin berbeda, pertumbuhan generasi pun juga berbeda.

Budaya kerja juga berangsur mulai berubah. Jika zaman terdahulu Human Resource memberikan peraturan yang lebih monoton, jam kerja yang sama, adanya proses panjang dalam jenjang karir, masih adanya senioritas dan lebih fokus mencari karyawan pada skill dan nilai akademik. Di masa serba teknologi ini, lambat laun budaya kerja seperti itu mulai bergeser, seiring dengan hadirnya Generasi Millenials yang sangat fleksibel dan inginkan kebebasan. Tak sedikit Human Resource yang mengeluhkan kehadiran Generasi Millenials yang memiliki sifat semaunya dalam bekerja.

Jika Human Resource masih tetap pada pendirianya mempertahankan budaya kerja yang lama, tidak menutup kemungkinan banyak karyawan tidak betah dan perlahan menundurkan diri. Karena ini zamannya mereka, zaman millenials di mana setiap orang ingin mengeksplor kreativitas dengan kemampuan yang mereka miliki terutama di bidang teknologi.

Dalam sebuah workshop yang bertema ?Inclusive Human Resouce Indonesia? (27/1) Bernadette Themas, seorang Managing Director di PT. Kelly Service Indonesia, memaparkan data dari hasil studi, bahwa populasi Generasi Millenials di Indonesia saat ini kurang lebih sekitar 105.000.000 jiwa, perusahaan yang telah menggunakan tenaga kerja dari generasi ini 90% dari e-commerce, 80% service dan 40% perbankan, selebihnya perusahaan lainya.

Generasi ini semakin hari semakin dibutuhkan. Sebenarnya cara memperlakukan dan memberikan kebijakan pada karyawan di zaman millenials ini tidaklah sulit. Human Resource harus mau melakukan perubahan, cukup memahami mereka, rangkul mereka dan beri perhatian yang sama pada semua tingkat jabatan.

Ada beberapa hal unik yang telah diterapkan dalam perubahan kebijakan perusahaan beliau. Ketika karyawan baru saja bergabung di perusahaan tersebut, bukan hanya sekadar pelatihan serius yang diberikan, namun ada sambutan hangat dari perusahaan sebagai tanda bahwa perusahaan begitu menyambut kehadiran mereka. Human Resource mengadakan sarapan bersama dari semua tingkatan jabatan, mulai dari atasan hingga office boy sekalipun, tak ada terkecuali. Dan kebijakan ini berlaku pada setiap karyawan baru tanpa kecuali. Selanjutnya karyawan baru akan diperkenalkan ke semua divisi yang ada di perusahaan tersebut, agar lebih dikenal semua karyawan dan menciptakan area kerja seperti lingkungan keluarga antar divisi.

Bukan sekadar penyambutan karyawan baru, kebijakan yang lain adalah merayakan hari ulang tahun setiap bulannya bagi karyawan yang lahir di bulan yang sama, mengadakan senam atau yoga bersama, diberikan fasilitas kerja yang nyaman, diberikan kesempatan dan tantangan secara bergiliran untuk menjadi pimpinan proyek setiap tugas kerja. Dan uniknya lagi perusahaan ini menyediakan wadah untuk Generasi Millenials mengekspresikan semua kegiatanya di media sosial. Karena sudah bukan rahasia umum lagi kegiatan yang paling banyak dilakukan oleh generasi ini adalah mem-publish semua aktivitas setiap harinya di sosial media masing-masing.

Mungkin tak sempat terlintas di benak beberapa Human Resource, untuk melakukan kebijakan di atas atau menganggap remeh kebijakan tersebut, namun pada kenyataanya hal-hal kecil seperti di atas yang meningkatkan loyalitas kerja karyawan di Generasi Millenials ini. Mengapa demikian? Karena mereka merasa begitu diakui, dianggap keluarga dan diperlakukan sama, tanpa terkecuali di perusahaan tersebut.

Ketika perusahaan memberikan kebijakan loyal yang sangat memahami para karyawanya, maka tidak menutup kemungkinan akan ada timbal balik positif yang diberikan oleh karyawan tersebut. Mereka merasa bukan sekadar bekerja, namun juga merasa menjadi bagian keluarga dari perusahaan. Dan tentunya mereka yang ingin maju, akan total dalam bekerja, sehingga pastinya ingin mencapai tujuan yang sama dengan perusahaan tersebut.

Leave A Reply

Your email address will not be published.