Berita Nasional Terpercaya

Strategi Cerdas Para Human Resource Menghadapi Generasi Zaman Now

0

Bernas.id ? Jakarta 29 Januari 2018 ? Dewasa ini, perkembangan zaman semakin cepat, terutama di bidang teknologi. Namun imbas dari sisi negatifnya manusia lebih cendrung induvidualis dan sangat bergantung kepada gadget. Tak bisa dipungkiri jika saat ini generasi di zaman millenials memiliki kepribadian yang sangat unik dan berbeda. 

Generasi Millenials, saat ini sudah mulai memasuki ranah dunia kerja, mau tidak mau mereka telah hadir dan akan dibutuhkan oleh perusahaan. Beberapa perusahaan sudah mulai merekrut karyawan dari kalangan Generasi Millenials. Saat ini didominasi oleh perusahaan service, entertainment, provider telekomunikasi, online shop, advertising, selain itu perusahaan BUMN dan perbankan juga mulai melirik tenaga kerja yang memiliki skill di bidang IT ini.

Seiring perkembangan zaman, perusahaan harus bisa melakukan perubahan yang lebih baik demi tetap mempertahankan eksistensinya di dunia bisnis, yang persaingannya semakin sengit. Generasi Millenials ini tak sama dengan generasi sebelumnya. Human Resource harus mampu menyikapinya dengan bijak. 

Erisa Muray, seorang Human Resource Manager di PT. Codigo Cyberlin Metadata, salah satu pembicara dalam workshop yang bertema ?Inclusive Human Resouce Indonesia? yang diadakan Sabtu lalu (27/1) mengupas tuntas strategi yang harus dilakukan Human Resource zaman now, jika ingin tetap mempertahankan eksistensi dan menjaga keharmonisan setiap karyawan dalam sebuah perusahaan. 

Sebelum mencari solusi yang terbaik, Human Resource harus tahu lebih dalam bagaimana perilaku unik yang ada pada karyawan zaman millenials ini. Yang paling menonjol dari Generasi Millenials ini adalah sikap ingin selalu diapresiasi setiap kontribusinya. Contoh yang paling mendasar adalah tanda like di sosial media seperti Facebook atau Instagram, mungkin bagi generasi terdahulu itu biasa saja, tapi bagi mereka hal itu sudah sangat berharga dan membuat sangat bahagia, apalagi jika dalam dunia kerjanya setiap kerjanya itu perlu diapresiasi. Mereka seakan butuh adanya pengakuan bahwa keberadaan mereka itu ada dan sama pentingnya dengan yang lain. Selain itu, Generasi Millenials ini tidak suka banyak aturan, lebih kritis, ingin jam kerja yang fleksibel dan suka kebebasan.

Erisa menjelaskan, beberapa kebijakan yang dilakukan di perusahaannya untuk menghadapi Generasi Millenials. Karena populasi Generasi Millenials hampir 90% berada di perusahaan tersebut. Kebijakan yang diterapkan agar generasi ini merasa diakui dan dihargai kontribusi kerjanya adalah memberikan kesempatan yang sama secara bergiliran sebagai project manager. Mereka diberikan tantangan dan tanggung jawab pekerjaan yang harus diselesaikan, namun tidak mengikat cara yang pasti bagaimana untuk melakukanya, perusahaan memberikan ruang kebebasan untuk karyawan mengolah kreativitasnya dalam menyelesaikan tugas.

Selain itu perusahan tidak menentukan jam masuk atau pulang kerja secara permanen, mereka bebas menentukan jadwalnya, namun jumlah jam kerja tetap sama 8 jam, sesuai peraturan pemerintah. Perusahaan juga memberikan beberapa fasilitas di area kerja agar karyawan lebih nyaman. Memberikan kesan lingkungan yang harmonis, seperti kekeluargaan membuat karyawan pun menjadi betah kerja di perusahaan tersebut. Namun tentunya dalam kerja tetap ada deadline dan goal yang harus dicapai.

Dengan demikian, Generasi Millenials ini merasa begitu diakui keberadaannya di perusahaan tersebut, diberikan kebebasan berkreativitas dan mendapatkan tantangan untuk mencapai suatu tujuan. Lebih dari itu, tak sedikit Generasi Millenials ini lebih loyalitas dalam bekerja ketika mereka sudah merasa nyaman dan tertantang menyelesaikan tugas yang telah diberikan, bahkan rela pulang larut malam atau full day saat hari libur, demi menyelesaikan pekerjaan tersebut. Strategi ini telah diterapkan di beberapa perusahaan agar tetap sejalan bekerja bersama Generasi Millenials.

Diakhir acara, Erisa sempat menyatakan bahwa yang terpenting di dalam perusahaan itu adalah Human Resource harus bisa melakukan perubahan budaya kerja, jika sebelumnya lebih fokus mencari karyawan baru pada skill dan knowledge, saat ini yang terpenting adalah persamaan budaya kerja, visi dan misi. Karena skill itu bisa dikembangkan, talenta itu bisa ditambahkan tapi jika sudah mempunyai prinsip yang sama untuk dituju, maka akan jauh lebih penting untuk mencapai suatu goal dalam perusahaan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.