Berita Nasional Terpercaya

Per Februari 2018 Utang Indonesia Rp 4.034 T, Ini Kata Menkeu

0

JAKARTA, Bernas.id ? Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR Kemenkeu) melaporkan total utang pemerintah pusat hingga akhir Februari 2018 mencapai Rp 4.034,8 triliun.

“Posisi (utang pemerintah) per akhir Februari di Rp 4.034,8 triliun,” berdasarkan data DJPPR Kemenkeu yang dikutip, Selasa (13/3/18).

Realisasi utang pemerintah pusat tersebut naik signifikan sebesar Rp 76,14 triliun dibanding capaian per akhir Januari 2018, yakni sebesar Rp 3.958,66 triliun. Capaian Januari pun meningkat sekitar Rp 19,96 triliun dari posisi utang pada Desember 2017 yang sebesar Rp 3.938,7 triliun.

Baca Juga Kementerian PUPR Prioritaskan 2 Proyek Ini di Asmat

Utang pemerintah pusat itu digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur, pendidikan, perlindungan sosial masyarakat, maupun kesehatan. Pemerintah akan meningkatkan investasi maupun penerimaan perpajakan untuk membiayai belanja produktif. Salah satunya dengan dukungan dari program reformasi perpajakan dan pertukaran informasi perpajakan secara otomatis (AEoI).

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan utang Indonesia masih aman. Ia mengatakan Indonesia mengelola utang seperti yang diamanatkan oleh undang-undang.

“Sesuai UU (utang) tidak boleh lebih dari 60 persen dari produk domestik bruto (PDB). Saat ini (utang Indonesia) tidak lebih dari 30 persen. Ada yang mau memprovokasi. Bikin hoax atau menghasut. Dia hanya lihat satu sisi (jumlah utang Indonesia). Enggak lihat keseluruhan ekonomi. Enggak lihat secara keseluruhan APBN nya seperti apa,” jelasnya.

Sri Mulyani juga menipis isu utang hingga Rp 4.000 triliun akan membuat Indonesia runtuh. Ia menyebut bahwa ada pihak tertentu yang mencoba melakukan provokasi terhadap isu jumlah utang Indonesia. Namun, tidak tahu secara keseluruhan aktivitas ekonomi di Indonesia.

“Dia (penyebar isu utang luar negeri Indonesia) tahu betul, rakyat gak tahu tentang itu. Dia sengaja. Dia tahu betul tentang APBN. Tapi dia hanya melihat utangnya saja. Tujuannya supaya Presiden Jokowi hanya dilihat jeleknya saja,” kata Sri Mulyani saat menjadi pembicara dialog nasional Indonesia Maju di UMY, Minggu (11/3/18).

Leave A Reply

Your email address will not be published.