Berita Nasional Terpercaya

Begini Rancangan Wajah Baru Pecinan Jogja

0

Bernas.id – Sejak tahun 2014, program revitalisasi telah dilangsungkan di kawasan Ketandan, Pecinannya Jogja, guna memperkuat nuansa budaya Tionghoa di kampung tersebut. Tahun 2018 ini, revitalisasi tahap II pun kembali dilakukan.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Eko Suryo Maharso mengatakan pada tahap II ini, revitalisasi kawasan tetap akan difokuskan pada fasad bangunan. Revitalisasi fasad akan dilakukan dengan mengecat muka bangunan, memperbaiki teras rumah, mengganti kayu yang rusak, hingga mengganti jendela agar sesuai dengan gaya arsitektur bangunan asli. Sebab menurutnya bangunan di kawasan Ketandan biasanya memiliki gaya arsitektur yang khas yaitu gabungan arsitektur Tionghoa, Portugis, Belanda dan Jawa.

“Tetapi beberapa bagian sudah rusak, kayu pun sudah mulai keropos. Sehingga perbaikan mayor maupun minor perlu segera dilakukan. Kira-kira Mei pengerjaan sudah bisa dilakukan,? terang Eko Rabu (4/4) di Yogyakarta.

Menurut Eko, dana yang digelontorkan untuk revitalisasi kali ini berasal dari dana keistimewaan (Danais) dengan alokasi anggaran sekitar Rp170 juta. Dengan dana sebesar itu, akan ada tiga bangunan yang direvitalisasi. Menurut Eko lokasi bangunan tersebut dipilih yang mudah terlihat agar wajah Pecinan di Kampung Ketandan makin jelas.

Di samping itu, menurut Eko rencananya jalan aspal di sepanjang Kampung Ketandan juga bakal diganti menjadi jalan batu. Materialnya dipilih yang mampu mencirikan kekhasan suasana budaya Tionghoa. Hal itu untuk mendukung wacana menjadikan Pecinan pedestrian atau semi pedestrian. Apabila diganti dengan jalan batu, menurutnya, pengunjung yang datang akan makin merasa nyaman. Terlebih, parkir Pecinan kini sudah dialihkan ke daerah Suryatmajan. ?Pengunjung Malioboro nanti kan bisa jalan-jalan, lihat-lihat suasana khas Pecinan kalau revitalisasi rampung semua,? sambungnya.

Dengan perbaikan dan peremajaan yang dilakukan terus menerus tersebut, Eko berharap wisata Pecinan tidak hanya berhenti pada jalan-jalan saja tetapi juga bisa berkembang ke kuliner dan souvenir khas. Hal itu menurutnya sudah mulai terlihat setelah revitalisasi tahap I selesai dilakukan. Pecinan mulai ramai digunakan untuk acara tahunan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) dan mulai banyak wisatawan yang menyempatkan diri untuk mengunjungi kawasan tersebut. (Den)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.