Berita Nasional Terpercaya

Ikatan Mahasiswa Muslim Manggarai Yogyakarta Peduli pada Pembangunan Daerah

0

YOGYAKARTA, BERNAS.ID —Ikatan Mahasiswa Muslim Manggarai Yogyakarta (IM3Y) menggelar seminar di Aula Kampus II UPY, Sabtu (27/4/2019). Dalam seminar yang mengangkat tema ?Peran Pemuda dalam Pembangunan Ekonomi Manggarai? itu menampilkan dua narasumber, yakni Muhammad Qomarun Najmi S.Pt dan Fuad SH MH M.Kn dengan moderator Faisal Tanjung.

Menurut Ketua Umum IM3Y Muhsin Yusuf, seminar tentang potensi ekonomi daerah ini sebagai salah satu program kerja IM3Y periode 2018-2019. Seminar yang dihadiri oleh sekitar 60 mahasiswa Manggarai, Flores, NTT ini dilakukan sebagai sebagai salah satu bentuk kepedulian  Mahasiswa Muslim Manggarai Yogyakarta terhadap kondisi ekonomi daerah.

“Meski saat ini hanya mampu berkontribusi dalam bentuk ide/ pikiran tapi diharapkan ke depan bisa langsung bersentuhan dengan masyarakat,” kata Muhsin Yusuf seperti dikutip Faisal Tanjung dalam rilis yang dikirim ke Redaksi Bernas.id, Sabtu (27/4/2019).

Dalam seminar itu, Muhammad Qomarun Najmi S.Pt mengatakan bahwa pertanian merupakan sektor yang harus dikembangkan di suatu daerah maupun negara, apalagi Indonesia merupakan negara agraris. Saat ini banyak persoalan yang dihadapi oleh para petani, misalnya kepastian harga hasil pertanian, pasar tidak menentu, kebijakan pemerintah dan ketergantungan pada pestisida.

Menurut Qomarun Najmin, kemandirian petani perlu dibangun melalui organisasi petani itu sendiri. Dengan organisasi tersebut petani bisa membangun produksi secara bersama seperti menciptakan model pertanian yang modern dan distribusi untuk mengidentifikasi pasar maupun ketersediaan bahan pangan. “Sebagai pemuda yang tumbuh di zaman yang serba teknologi ini, perlu mengambil suatu potensi yang ada untuk bisa dipasarkan pada pasar tradisional sampai pada pasar internasional,” kata Qomarun Najmin seraya mengajak peserta bahkan IM3Y secara organisasi untuk melakukan kerja sama dengan Sekolah Tani Muda untuk belajar bersama terkait pertanian.

Sementara Fuad SH MH M.Kn mengatakan, keterlibatan pemuda tidak hanya sebatas dalam pembangunan yang kuantitatif tetapi juga secara kualitatif. Pemuda harus berpartisipasi dalam ruang public (politik, sosial, budaya, agama dan HAM). Peran dan tanggung jawab pemuda dalam konteks kebijakan publik/ pelayanan publik adalah harus peka terhadap berbagai kebijakan yang dibuat oleh pemerintah dan perlu dikaji lebih dalam. Pemuda sebagai agent of change dalam konteks partisipasi dan kolaborasi harus mampu berpartisipasi terhadap kemajuan suatu daerah dan perlu berkolaborasi dengan para pemuda atau mahasiswa lain dengan berbagai jurusan yang berbeda. “Menjadi pemuda variable dependent atau variable independent (variable berpengaruh atau variable terpengaruh),” kata Fuad.

Dikatakan, sejauh ini belum ada peraturan baik dari pemerintah daerah, termasuk di Manggarai Barat, maupun pusat yang mengatur tentang distribusi, harga pasar maupun hasil produksi petani. Karena itu, perlu ada kebijakan pemerintah yang mengatur tentang hal tersebut. Pemuda/ mahasiswa perlu ada gerakan untuk mendorong pemerintah daerah agar membuat kebijakan yang berpihak kepada petani atau rakyat kecil.

Terkait konflik lahan di Manggarai Barat, menurut Fuad, kalau pun itu terkait dengan pembangunan umum maka pemerintah daerah Manggarai diharapkan segera menyelesaikan konflik tersebut. Dan apapun bentuk pembebasan lahan diharapkan tanpa menyisakan konflik sosial di tengah masyarakat. “Tetap menghargai hak masyarakat secara ekonomi, sosial dan budaya,” kata Fuad.

Faisal Tanjung selaku moderator mengatakan bahwa pemuda/mahasiswa sebagai pelopor perubahan harus mampu melebur bersama masyarakat dan pemuda di daerah. Saat masih berada di Yogyakarta perlu terus menciptakan ruang yang bernuansa ilmu pengetahuan seperti forum diskusi dan dialog yang mampu menghadirkan ide/ pikiran yang bisa berkontribusi untuk daerah Manggarai,” katanya. (*/lip)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.