Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Mouse Ini Bisa Dipakai Penyandang Tuna Daksa

Oleh: Redaksi Bernas•13 Agustus 2019
Mouse Ini Bisa Dipakai Penyandang Tuna Daksa
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Mouse Ini Bisa Dipakai Penyandang Tuna Daksa..."

🗓️ Dipublikasikan pada 13 Agustus 2019.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita pendidikan terbaru →

SLEMAN, BERNAS.ID- Sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan inovasi berupa mouse bagi penyandang tuna daksa yang dinamai Difabel Care (DC) Mouse. DC Mouse ini didesain menyerupai sandal yang dipakai di kaki dengan ukuran yang telah disesuaikan dengan antropometri kaki manusia Indonesia.

?DC Mouse hadir dalam bentuk optical mouse yang didesain khusus bagi para penyandang tuna daksa cacat tangan. Di desain menyerupai sandal yang dipakai di kaki dengan persentil 95,? jelas Devita Ayuni Kusumaningsih, salah satu anggota pengembang DC Mouse, Rabu 14 Agustus 2019.

Devita mengembangkan mouse in bersama dengan teman se-fakultasnya di Fakultas Teknik UGM yakni Muhammad Zhafran Haidar Muttaqin dan Akhmad Adham Nur Husaen di bawah bimbingan Dawi Karomati Baroroh, ST, MSc.

Pengembangan mouse ini berawal dari keprihatinan mereka terhadap para penyandang difabel tuna daksa yang memiliki keterbatasan dalam mengakses teknologi karena keterbatasan fisik mereka.

Padahal, di era revolusi industri 4.0 yang mengarah ke digitalisasi penggunaan komputer sangat begitu penting.

Sayangnya, media input komputer saat ini belum mampu mengakomodir kebutuhan peyandang tuna daksa.

Salah satunya bentuk mouse yang belum bisa mengaomodir keterbatasan fisik penyandang tuna daksa.

Dia mencontohkan salah seorang pelukis kanvas tanpa tangan asal Yogyakarta, sudah terbiasa melakukan aktivitas melukisnya dengan kaki.

Namun era revolusi industri 4.0 menuntutnya untuk lebih berkreasi dalam mengkomposisikan warna dan gambar dari lukisannya.

Hal tersebut dapat dengan mudah dilakukan dengan bantuan komputer, tetapi hal itu terkendala oleh bentuk mouse yang belum bisa mengakomodir keterbatasan fisiknya.

Assessment Interaktif Cepat

Jawab 3 Pertanyaan & Skor Dihitung AI

Q1.Apa tujuan utama Anda terkait pendidikan & karir saat ini?

?Dari situlah kami berinovasi mengembangkan DC mouse yang diharapkan dapat membantu para penyandang tuna daksa terutama dengan cacat tangan agar mudah mengakses komputer sehingga bisa meningkatkan produktivitas mereka,? terangnya.

DC Mouse didesain dengan empat fitur utama yaitu klik kanan, klik kiri, drag,dan scroll. Dirancang menggunakan bahan Acrylonitrile Butadiene Styrene (ABS) dan kulit sintetis sehingga nyaman untuk digunakan.

Ketiga mahasiswa tersebut mendesain DC Mouse dengan bantuan Software Autodesk Inventor dan mencetak prototype menggunakan Mesin 3D Printer.

Selanjutnya dirakit dengan komponen elektronis dari sensor optik yang dihubungkan dengan USB tranceiver ke komputer.

Zhafran menambahkan berdasarkan pengujian terhadap responden dihasilkan bahwa DC Mouse mampu dioperasikan dengan akurasi ketepatan pointer paling tinggi mencapai 100%, efisiensi 20%, dan jumlah klik 5,3 kali per detik. Sedangkan, dalam tiga kali replikasi didapatkan rata-rata ketepatan 49%, efisiensi 24%, jumlah klik 3,7 klik per detik, dan jumlah scroll 400 pixel per detik.

Hasil pengujian membuktikan bahwa DC Mouse sudah layak pakai. Kendati begitu, Zhafran menyebut teknologi ini masih perlu dikembangkan lebih lanjut sebelum menuju tahap komersialisasi.

Teknologi DC Mouse sendiri merupakan luaran dari Program Keativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) yang diselenggarakan oleh Kemenristekdikti.

Produk ini berhasil memperoleh dana hibah dari Kemenristekdikti dan lolos ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-32 yang diselenggarakan pada tanggal 27-31 Agustus 2019 mendatang di Universitas Udayana, Bali.

(jat)

Artikel ini ditinjau ulang oleh redaksi bernas.id pada 11 Oktober 2026. Inovasi teknologi asistif seperti mouse khusus bagi penyandang tuna daksa menunjukkan bagaimana desain yang inklusif dapat membuka akses pendidikan dan pekerjaan yang lebih luas. Pembahasan mengenai solusi semacam ini tetap relevan untuk mendorong kesadaran bahwa kemajuan teknologi seharusnya menjangkau semua kalangan, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik.

Dengan begitu, artikel ini dapat terus menginspirasi pengembangan alat bantu yang lebih ramah disabilitas di masa depan.

📊 Survei Kilat BERNAS

Bidang karir impian Anda?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Mouse Ini Bisa Dipakai Penyandang Tuna Daksa?

Mouse Ini Bisa Dipakai Penyandang Tuna Daksa...

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

Untuk Mitra & Pengiklan

Kampus atau sekolah Anda ingin tampil di BERNAS?

Lihat contoh kerja sama publisitas kampus yang sudah berjalan, lalu unduh media kit untuk paket kerja sama Anda.

Lihat Contoh Kerja Sama

“Mouse Ini Bisa Dipakai Penyandang Tuna Daksa”

R
Redaksi Bernas
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.