Berita Nasional Terpercaya

Peran Mahasiswa dalam Melawan COVID-19

0

Mahasiswa dapat didefinisikan sebagai seseorang yang sedang menuntut ilmu di institusi perguruan tinggi atau universitas. Tapi apabila kita berbicara tentang peran yang diemban mahasiswa dalam masyarakat, kita tidak bisa hanya melihat mahasiswa sebagai pembelajar. Mahasiswa adalah seorang pembawa perubahan dan pemberi inovasi. Menjadi mahasiswa berarti mengemban tanggung jawab untuk berkontribusi kepada masyarakat baik melalui pikiran, tenaga, dan aspek-aspek lainnya.

Hal tersebut juga berlaku dalam kondisi pandemi Coronavirus Disease-19 (COVID-19) saat ini. Dunia belum pernah menghadapi kondisi seperti ini sebelumnya. Karena itu, setiap tenaga, sumber daya, dan bantuan yang ada sangat dibutuhkan untuk bisa menang melawan pandemi ini. Mahasiswa tidak terkecuali. Dalam melawan pandemi yang saat ini sedang menyelimuti dunia, mahasiswa bisa mengambil peran untuk ikut berperang. Rasanya, hal tersebut tidak hanya menjadi sebuah pilihan, tapi menjadi sebuah kewajiban.

Membantu Penelitian atau Riset

Mahasiswa, terutama mahasiswa yang sudah berada di tingkat akhir, memiliki kemampuan untuk melakukan penelitian dan riset. Penelitian dan riset ini sangat penting untuk melawan penyakit yang baru seperti COVID-19. Mengingat bahwa permasalahan yang ditimbulkan pandemi ini tidak terbatas pada penelitian tentang virus itu sendiri. Penelitian yang bisa dilakukan juga bisa mencakup topik-topik seperti dampak ekonomi pandemi, proses manufaktur alat pelindung diri (APD) dalam keadaan darurat, desain dan pemodelan 3D ventilator dengan biaya produksi terjangkau, dan lain sebagainya. Dengan dukungan universitas, pemerintah, maupun pihak swasta dan individu, penelitian dan riset yang dilakukan bisa membawa dampak positif yang nyata untuk membantu melawan COVID-19.

Membagikan Informasi dan Riset Terbaru

Informasi mengenai penelitian dan riset terbaru sebenarnya sangat penting untuk diketahui oleh masyarakat. Pertanyaan-pertanyaan seperti ?Apakah penyakit ini menular melalui udara??, ?Apakah vaksinnya sudah ditemukan??, ?Apakah masker kain efektif??, dan lain sebagainya hanya bisa dijawab dengan riset dan penelitian yang valid dan memiliki dasar ilmiah. Masalahnya, sebagian besar masyarakat Indonesia belum memiliki akses terhadap penelitian dan riset terbaru dan tidak semuanya memiliki kemampuan untuk memahami dan menginterpretasi isi dari penelitian-penelitian tertentu. Karena itu, dibutuhkan sebuah penghubung atau ?jembatan? antara masyarakat awam dengan update terbaru. Tanggung jawab sebagai penghubung inilah yang harus diemban oleh mahasiswa.

Mahasiswa memiliki akses terhadap penelitian dan riset terkini dari seluruh dunia mengenai perkembangan situasi COVID-19. Selain itu, mahasiswa juga sudah dibekali dasar-dasar keilmuan untuk memahami dan menginterpretasi penelitian atau riset tersebut. Mahasiswa dapat berperan lebih aktif untuk ?menerjemahkan? riset-riset tersebut dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti oleh masyarakat umum. Proses ini bisa dilakukan secara langsung melalui komunikasi verbal dengan orang-orang sekitar maupun melalui platform tertentu seperti media sosial dan lain sebagainya.

Menjadi Relawan dan Membantu Tenaga Kesehatan

Sebagai mahasiswa, kita juga bisa mendedikasikan tenaga dan pikiran kita dengan bekerja sebagai relawan atau volunteer. Skala pandemi yang sangat besar dan diprediksikan akan terus meningkat menuntut semua pihak untuk menggunakan seluruh sumber daya yang mereka miliki. Karena itu, relawan dengan kapasitas seorang mahasiswa pasti sangat dibutuhkan.

Mahasiswa yang sedang kuliah atau mengambil studi di bidang kedokteran dan kesehatan, dalam hal ini, bisa berperan lebih. Beberapa negara maju menerapkan berbagai kebijakan supaya mahasiswa kedokteran bisa ikut membantu melawan COVID-19 dengan pengetahuan dan kemampuan yang mereka miliki seperti dengan meluluskan mahasiswa tingkat akhir lebih cepat supaya dapat langsung terjun ke lapangan dan lain sebagainya. Tergantung kebijakan yang diterapkan pemerintah Indonesia dan universitas, mahasiswa kedokteran tentu saja bisa mengambil peran yang lebih besar seperti yang sudah terjadi di beberapa negara maju. Apabila hal ini tidak dimungkinkan, setidak-tidaknya, mahasiswa kedokteran bisa membantu menjadi agen preventif untuk mengedukasi masyarakat tentang berbagai hal seputar pencegahan COVID-19.

 

Tugas utama seorang mahasiswa memang menuntut ilmu sesuai dengan disiplin masing-masing. Namun kondisi luar biasa yang terjadi saat ini menuntut mahasiswa untuk tidak hanya belajar tetapi juga mengabdi dan berkontribusi pada masyarakat dengan kemampuan dan ilmu yang dimiliki. Apabila semua pihak, termasuk mahasiswa, terlibat dalam pertarungan ini, cepat atau lambat, COVID-19 pasti dapat dikalahkan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.