Berita Nasional Terpercaya

Hari Lingkungan se-Dunia, SoKoPeL: Developer Perumahan Nakal Berkontribusi Merusak Lingkungan di Jakarta

0

JAKARTA, BERNAS.ID – Tepat tanggal 5 Juni 2020 seluruh dunia memperingati Hari Lingkungan se-Dunia. Solidaritas Korban Lingkungan Hidup (SoKoPeL) menyebutkan developer perumahan berkontribusi dalam merusak lingkungan di Jakarta dan sekitarnya.

Ketua SoKoPeL Iskandar Sutadisastra mengatakan SoKoPeL memiliki visi dan misi turut menjaga kelestarian lingkungan di kawasan perkotaan DKI Jakarta.

Langkah kongkrit yang telah SoKoPeL lakukan yaitu dalam tempo yang singkat sejak berdirinya komunitas ini di antaranya mendistribusikan tanaman dan   bibit ikan nila untuk masyarakat Jakarta.

“Kami dideklarasikan Januari 2020. Kegiatan yang telah kami lakukan mendistribusikan bibit tanaman dan ikan nila yang bisa dibudidayakan di rumah atau lahan perkotaan,” kata Iskandar Sutadisastra dalam rilis tertulisnya, Jumat (5/6/2020).

Aksi konkret lainnya, lanjut Iskandar, menghentikan pembangunan rumah deret bertingkat atau disebut dengan nama aparthouse di daerah Lebak Bulus, Jakarta Selatan, yang terbukti telah melanggar Perda DKI No. 1 Tahun 2014.

Iskandar Sutadisastra berharap dengan berkembangnya komunitas ini ke depannya masyarakat akan lebih berani bersuara dan mendorong Pemprov DKI untuk bertindak tegas terhadap para perusak lingkungan, dan lebih berkomitmen menjaga tatanan tata ruang sehingga tercipta lingkungan hidup yang sehat bagi warga Jakarta.

“Kita akan membantu Pemprov DKI mewujudkan ketentuan Perda Rencana Tata Ruang Wilayah 2011-2030 yaitu menciptakan Ruang Terbuka Hijau (RTH)  sebesar 30% dari wilayah Jakarta. Data terakhir 2019, RTH DKI masih 14,9%,” tuturnya.

Sementara itu, Dewan Pembina SoKoPeL yang juga anggota DPRD DKI Fraksi PSI August Hamonangan mengatakan selama ini warga DKI Jakarta merupakan korban dari berbagai pelanggaran atau penyimpangan peraturan Perundang-undangan terkait lingkungan hidup.

Namun sangat disayangkan, ucap August Hamonangan, setiap upaya dan kepedulian warga Jakarta yang menjaga lingkungan tidak sepenuhnya didukung oleh aparatur negara, bahkan ada kesan dijegal.

Ia menyindir perilaku oknum aparat di lingkungan Pemprov DKI yang memberikan izin kepada pihak-pihak yang padahal ingin mengeyampingkan hak-hak warga untuk mendapatkan lingkungan bersih dan sehat.

“Saya ingatkan, konstitusi kita menjamin seluruh warga negara berhak mendapatkan lingkungan hidup yang sehat,” tegasnya.

Tanpa tendeng aling-aling August Hamonangan menyebut pihak yang berkontribusi menyumbang kerusakan lingkungan di Jakarta adalah developer atau pengembang perumahan.

“Contohnya di daerah Lebak Bulus. Sudah terbukti pengembang itu melakukan pelanggaran dan mengeyampingkan keseimbangan lingkungan hidup, mereka tetap saja bersikeras diri mendirikan aparthouse,” ungkapnya.

“Hal ini tidak akan terjadi jika aparat terkait dapat bersikap tegas,” pungkas August Hamonangan. (as)

Leave A Reply

Your email address will not be published.