Berita Nasional Terpercaya

Tape Ketan Mbok Getun

Bupati Sleman – 17 Agustus 2022
0

Bernas.id – Usaha simbok sebenarnya sudah kami pastikan mangkrak sejak satu tahun yang lalu. Karena setelah simbok meninggal, baik aku atau pun kangmas mbakyuku tidak ada yang mau meneruskannya. Lebih tepatnya, tidak bisa. Tidak ada di antara kami berlima yang bisa membuat tape ketan seperti simbok.

Kami berkarir sesuai minat dan bakat masing-masing. Kangmasku yang pertama adalah seorang abdi negara. Sejak kecil ia bercita-cita menjadi tentara dan sudah mulai latihan fisik dan mental dari bangku kelas lima SD. Kemudian, mbakyuku yang pertama adalah seorang dokter hewan. Sejak TK, mbakyu memang sudah senang dengan hewan-hewan, apalagi kucing dan anjing. Meskipun, simbok selalu melarang untuk memelihara hewan-hewan itu di rumah, mbakyu sering pergi ke taman kota dan mendekati orang-orang yang sedang berjalan-jalan dengan hewan peliharaan mereka masing-masing.

Adapun mbakyuku yang kedua adalah seorang arsitek terkenal. Ia sering mengerjakan proyek gedung-gedung penting di negeri ini. Namun, sebetulnya profesi itu bukanlah cita-cita utamanya. Ia sebenarnya ingin menjadi koki, tetapi saat kuliah justru tertarik mengambil jurusan arsitek karena pacarnya ada di bidang yang sama. Adapun kangmasku yang kedua adalah seorang ustaz. Ia adalah orang yang paling alim di antara anak-anak simbok. Sama seperti mbakyuku yang kedua, kangmasku yang kedua itu tak pernah bercita-cita sebagai ustadz sebelumnya. Namun, pada usianya yang ke-25 ia seperti memiliki panggilan jiwa untuk menyelami dunia religius itu.

Lalu, aku? Aku tak tahu harus menamai apa pekerjaan ini. Namun, kangmas mbakyuku selalu menyebutku sebagai pengangguran sukses. Mungkin, mereka menjulukiku seperti itu karena setiap hari kerjaku hanya duduk di depan komputer, tetapi uang selalu masuk ke rekening. Bahkan, saat ini aku tak tahu apa pekerjaan utamaku, karena aku mengerjakan banyak hal. Mulai dari menulis artikel, mengedit video, mengisi suara, bahkan ikut turnamen game juga. Ya, ya, ya. Memang semua itu tak semudah yang dipikirkan kangmas dan mbakyuku. Karena pekerjaan ini juga sama menguras tenaga dan pikiran.

Lebih jauh dari itu, tidak ada salah satu di antara kami yang menurun minat dan bakatnya Mbok Getun, yaitu membuat tape ketan dan berbisnis makanan oleh-oleh.

Namun, tiba-tiba saja seorang simbah kakung yang katanya adalah langganan simbok sejak lama kembali muncul. Ia ingin memesan tape ketan dalam jumlah banyak untuk hantaran dan kudapan pencuci mulut di pernikahan cucunya. Padahal, saat itu aku sudah berusaha menjelaskan padanya bahwa Tape Ketan Mbok Getun sudah tak lagi beroperasi. Usaha tersebut mati suri sejak setahun lamanya. Penjualan terakhir pun entah kapan terjadi. Yang jelas, aku dan kangmas mbakyuku sudah memberikan imbalan yang pantas pada para karyawan simbok yang kini menjadi mantan karyawan.

Sebenarnya, bisa saja aku dan kangmas mbakyuku meminta karyawan-karyawan itu meneruskan bisnis Tape Ketan Mbok Getun. Namun, kami khawatir bahwa hasilnya nanti tak akan seenak buatan simbok. Karena meskipun simbok pernah mengajari mereka membuat tape ketan, tak ada yang bisa menyamai buatan simbok. Setahuku simbok juga bersikeras menyimpan resep rahasianya sendiri.

Aku tahu sedikit mengenai hal itu karena simbok pernah memintaku untuk mencicipi tape ketan buatannya dan tape ketan buatan karyawannya. Bisa dibilang, rasanya bagaikan langit dan bumi, sangat jauh berbeda.

Saat lidahku merasakan tape ketan buatan simbok, ada rasa manis alami dan juga sedikit rasa gurih yang membuatnya tak hanya menyegarkan, tetapi juga memberikan pengalaman rasa baru kepada penikmatnya. Sedangkan, tape ketan buatan karyawan simbok justru terasa asam dan keenceran. Sampai-sampai, aku tak bisa merasakan tekstur ketan itu sendiri.

?Kenapa kedua tape ketan ini bisa berbeda rasanya, Mbok??

?Karena ada resep rahasia untuk membuat tape ketan yang super enak.?

?Memangnya, apa resep rahasianya??

?Ya, kalau simbok ceritakan padamu jadi tidak rahasia lagi, dong? Hehehe.?

?Kulo kan penasaran, Mbok.?

?Penasaran aja ndak cukup, Le. Kamu harus benar-benar punya tekad dan kemauan untuk bisa meneruskan usaha ini, supaya rasa penasaranmu itu terbayar lunas.?

Saat simbok berkata demikian, aku tidak bisa langsung menjawabnya. Karena bagaimana pun juga, hatiku sudah terpanggil untuk menekuni bidang lain.

?Kelak kalau kamu atau kangmas mbakyumu ada yang mau meneruskan usaha ini, Simbok akan memberitahu warisan berharga itu pada salah satu di antara kalian,? tambah simbok.

Obrolan itu terjadi saat simbok masih sehat dan segar bugar. Karena hanya aku yang sering ada di rumah, maka setiap kali menciptakan varian baru untuk tape ketannya, simbok selalu meminta pendapatku. Bahkan, beberapa kali ia juga membahas soal warisan itu. Melihat kepribadian simbok yang tak pernah terlihat menumpuk harta benda, aku yakin bahwa warisan yang dimaksud ialah resep rahasia itu.

Namun, sampai berlalunya waktu, aku atau kangmas mbakyuku tak ada yang tahu soal apa sebenarnya warisan yang dimaksud simbok, juga soal resep rahasia yang selalu ia sembunyikan.

***

?Terus kamu terima aja itu pesenan simbah kakung??

Mbakyu pertamaku langsung naik pitam begitu aku memberitahunya tentang pesanan tape ketan dari simbah kakung tempo hari.

?Ya gimana, Mbak? Aku udah bilang kalau Tape Ketan Mbok Getun ndak produksi lagi. Aku juga jelaskan kalau para karyawan udah ndak kerja di kita lagi. Tapi simbah tetep ndak mau tau,? ujarku membela diri.

?Apa kamu nggak bilang kalau simbok udah meninggal??

?Aku … aku ndak tega, Mbak.?

?Lho, kenapa gitu??

?Simbah kakung itu cerita banyak banget soal simbok. Katanya dulu mereka ini teman akrab dan ndak terpisahkan sampai punya pasangan masing-masing. Simbah kakung itu juga tahu semua tentang simbok.?

Mbakyu pertamaku tidak menanggapi ucapanku dan hanya mendecakkan lidah. Ia juga mondar mandir tak tenang dengan tangan kiri berada di kedua pelipisnya. Aku tahu ia sama mumetnya denganku.

?Terus kita harus gimana? Siapa yang mau buat pesanan itu? Kamu bisa, po??

Giliran aku yang tak menanggapi perkataannya. Kalau dipikir-pikir, semua pekerjaanku selalu menuntut dikirim dalam waktu dekat yang membuatku mau tak mau harus kejar deadline setiap hari.

?Gimana, bisa nggak? Kalau nggak bisa mending dibatalin ajalah. Toh acaranya masih lama, kan??

Mudah bagi mbakyu berkata seperti itu karena ia tak bertemu simbah kakung secara langsung. Namun, aku tak mau membuat simbah kakung kecewa sebagai mantan terindah simbok.

?Ya, mungkin aku harus membatalkan beberapa projek dengan klien dan mulai belajar membuat tape ketan seperti simbok. Dan juga mulai menggali harta karun unuk mencari warisan serta resep rahasia yang dimaksud simbok.?

 

Catatan :

Simbok : Ibu

Kangmas : Kakak laki-laki

Mbakyu : Kakak perempuan

Kulo : Saya

Le/Tole : Panggilan untuk anak laki-laki

Simbah Kakung : Kakek

Leave A Reply

Your email address will not be published.