Berita Nasional Terpercaya

Anak Dalang Legenda Yogyakarta Ditangkap Aparat

0

SLEMAN, BERNAS.ID – Pakai ketenaran nama ayahnya sebagai dalang kondang di Yogyakarta, Agus alias AS menipu korbannya sampai ratusan juta. Saking kondangnya dalang tersebut kini diabadikan menjadi nama sebuah jalan di Kabupaten Sleman.

Agus yang merupakan warga Kalurahan Pandowoharjo, Kapanewon Sleman tersebut menipu untuk kepentingan ekonomi pribadi. Kejahatan pelaku terbongkar dari laporan yang diterima petugas, mengenai adanya dugaan penipuan transaksi jual-beli mobil antara korban dengan tersangka. 

Kanit II Sat Reskrim Polres Sleman Ipda Yunanto Kukuh Prabowo mengatakan Agus ditangkap aparat Satuan Reserse Kriminal Polres Sleman, akhir November 2020. “Agus menyalahgunakan popularitas nama ayahnya, sebagai modus penipuan mobil korbannya,” jelasnya saat konferensi pers di Polres Sleman, Selasa (8/12/2020).

Laporan kasus penipuan Agus tidak hanya masuk di Polres Sleman saja, tetapi, ada laporan dugaan penipuan yang ditangani Polsek Sleman dengan modus yang sama. “Pelaku ini anak ke-4 dari dalang tersebut. Kami mengenali kasus ini setelah menyadari, pernah menangani kasus serupa, yang ternyata pelaku serta alamatnya sama dengan dokumen lama,” bebernya.

Kepala Bagian Operasi Satreskrim Polres Sleman Iptu Sri Pujo mengatakan, aparat berhasil mengamankan satu unit mobil Honda Accord, BPKB mobil Honda Accord tersebut, empat lembar bukti cetak rekening koran sebuah bank swasta.

Kronologinya, tanggal 26 April 2020 di Padukuhan Karang Kepuh, Kalurahan Pandowoharjo, Kapanewon Sleman, saksi 1 hendak menjual mobil Honda Accord dan saksi 2 sebagai perantara penjualan mobil. 

Selanjutnya, saksi 2 mengenalkan kepada pelaku dan terjadi kesepakatan penjualan mobil seharga Rp130 juta. Namun saat itu, tidak terjadi pembayaran dan terjadi kesepakatan untuk tukar tambah unit. 

“Sampai saat ini, pelaku juga tidak memberikan unit mobil sesuai dengan kesepakatan tukar tambah mobil
Mobil Honda Accord milik saksi, tidak diketahui keberadaannya,” ungkap Sri Pujo.

Dari pengakuan tersangka, satu unit mobil Honda Accord yang dilaporkan saksi tadi telah dijual kepada orang lain. Hasil penjualannya tidak dipergunakan untuk memberikan mobil sesuai kesepakatan. Melainkan digunakan tersangka untuk jual-beli tanah dan pembangunan proyek tersangka. 

Setelah menerima laporan itu, aparat menelusuri keberadaan mobil Honda Accord tersebut dan berhasil menemukan unit mobil tersebut. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka diancam dengan pasal 378 KUH Pidana dan atau 372 KUH Pidana, pidana 4 tahun penjara. (jat)

Leave A Reply

Your email address will not be published.