Berita Nasional Terpercaya

Fakta Dibalik Pembaruan Status WhatsApp yang Menggemparkan Pengguna

0

Bernas.id – Pengguna WhatsApp digemparkan dengan munculnnya status baru yang dikirim oleh pihak WhatsApp. Status dari WhatsApp ini keluar setelah pihak WhatsApp sebelumnya mengatakan dalam blog resminya, akan berupaya menjernihkan informasi yang salah terkait kebijakan privasi baru miliknya.

Pihak perusahaan mengirimkan pesan kepada penggunanya melalui status dengan kontak bernama “WhatsApp”. WhatsApp memberikan informasi fitur baru yang ada di aplikasinya. 

“WhatsApp sekarang membagikan informasi di status. Di sini Anda dapat mengetahui informasi dan fitur baru,” tulis WhatsApp.

Sebelumnya WhatsApp menjadi sorotan banyak pihak setelah adanya perubahan aturan privasi. WhatsApp telah memberi klarifikasi soal isu kerawanan data perubahan itu dengan menjelaskan bahwa pembaruan kebijakan privasi tidak akan mempengaruhi keamanan privasi pengguna. 

“Kami ingin meluruskan rumor dan 100 persen jelas bahwa kami melindungi pesan pribadi dengan enkripsi end-to-end,” kata WhatsApp dalam keterangan resmi lewat Twitter, Selasa (12/1).

“Bisnis dapat memberi penyedia layanan pihak ketiga [solution provider] akses ke komunikasinya untuk mengirim, menyimpan, membaca, mengelola, atau memprosesnya untuk bisnis,” tulis Whatsapp dalam pembaruan kebijakannya.

Terdapat 4 pesan yang disampaikan WhatsApp, yaitu;

1. Satu hal yang tidak baru adalah komitmen kami terhadap privasi Anda. WhatsApp.com/privacy

2. WhatsApp tidak dapat membaca tau mendengarkan percakapan pribadi Anda karena percakapan tersebut terenkripsi secara end-to-end. WhatsApp.com/privacy

3. WhatsApp tidak dapat melihat lokasi yang Anda bagikan.

4. WhatsApp tidak membagikan kontak Anda dengan Facebook.

Poin informasi yang diberikan yaktu WhatsApp menekankan tetap akan menjaga privasi penggunanya terkait pesan atau percakapan. Pada 15 Januari 2021, pihak aplikasi WhatsApp memberi pengumuman bahwa pembauran kebijakan privasi tidak akan membuat WhatsApp ataupun Facebook melihat percakapan pribadi penggunanya. Pembaruan hanya untuk menyertakan opsi baru yang harus dimiliki pengguna ketika mengirim pesan bisnis ke WhatsApp. Pembaruan diklaim sebagai bentuk transparansi mengenai cara WhatsApp mengumpulkan dan menggunakan data. 

Melansir Live Mint, WhatsApp telah menunda untuk mengimplementasikan kebijakan privasi baru tersebut selama tiga bulan. Awalnya, perubahan kebijakan tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada 8 Februari 2021. Namun, WhatsApp mengonfirmasikan bahwa pihaknya akan menunda tanggal penerapan kebijakan baru hingga Mei 2021.

“Tidak ada seorang pun yang akunnya akan ditangguhkan atau dihapus pada 8 Februari, dan kami akan menarik kembali rencana bisnis kami hingga setelah Mei,” demikian pernyataan pihak WhatsApp.

“Kami telah mendengar dari begitu banyak orang betapa banyak kebingungan yang terjadi seputar pembaruan kami baru-baru ini. Ada banyak informasi yang salah yang menyebabkan kekhawatiran dan kami ingin membantu semua orang memahami prinsip dan fakta kami,” kata WhatsApp.

Kebijakan privasi baru WhatsApp memang mengundang kecemasan bagi para penggunanya. Mereka khawatir dengan nasib data mereka yang akan digunakan untuk kebijakan iklan Facebook dan privasi data.Salah satu bukti kecemasan ini adalah banyaknya pengguna yang beralih ke aplikasi pesaing seperti Telegram dan Signal Messenger yang mengalami tambahan pengguna yang cukup banyak dalam hitungan minggu.

Selanjutnya, Status yang dikirimkan WhatsApp memicu komentar warganet di antaranya komentar di akun Twitter @tenthelee “WhatsApp apa enggak tidur ya kok udah bikin status aja”.  Ada juga komentar dari akun Twitter @tentusajaita “WhatsApp begitu karena ia takut ditinggal pas lagi disayang, cuma karena salah paham, jadi ini tuh kek bentuk2 dengerin dulu penjelasanku,” gitu gaes. Jelasnya ia masih ingin bertahan bersamamu, menemani kamu jadi yang paling kamu sayang (lagi)”. Ada juga yang membuat komentar baper seperti “Aku tu mau bales Kayak aku bles status kmu walaupun ga di bles tapi ini kok ga bisa ya boro boro mau d bales #WhatsApp” dari akun Twitter@yhody_yody. (arl) 

Leave A Reply

Your email address will not be published.