Berita Nasional Terpercaya

PHRI DIY Harapkan Kebijakan yang Mampu Meringankan Beban

0

YOGYAKARTA, BERNAS.ID ? Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY mengharapkan adanya kebijakan dari pemerintah yang dapat mempermudah aktivitas hotel dan restoran. Ini guna mengatasi masalah akibat pandemi yang berkepanjangan.

Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan hingga saat kondisi hotel dan resto masih “sulit bernafas” di tengah pandemi COVID-19. Oleh karenanya perlu kebijakan dari pemerintah yang mampu menggerakkan aktivitas hotel.

?Kami (sudah) memberi harga promo, karena kondisi masyarakat daya belinya juga masih rendah. Sehingga kami perlu juga bantuan, uluran dari pemerintah, seperti kebijakan relaksasi, keringanan beban listrik, dan lain sebagainya,? kata Deddy, Kamis (25/2/2021).

Di samping itu, Deddy mengharapkan pemerintah juga dapat mendukung agar cash flow hotel resto dapat bergerak dengan menyelenggarakan kegiatan Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE), atau paling tidak dapat menggelar paket staycation.

Menurutnya, kondisi hotel dan resto saat ini sangat berat. Setidaknya ada 50 hotel dan resto di DIY yang sudah tutup permanen, sekitar 100 tutup sementara, sementara sisanya sekitar 200 masih dapat buka, namun dengan kondisi yang amat berat.

?Meski dalam kondisi yang berat, kami berusaha tetap Guyub Sesarengan, saling menguatkan saling membantu. Kami guyub semua antar asosiasi, Pemda, Pemkab,? ujar Deddy.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY, Singgih Raharjo mengaku juga mendorong aktivitas di hotel agar dapat bergerak, seperti melakukan kegiatan MICE. ?Kami mendorong MICE, tetapi itu kembali lagi berkaitan penganggaran yang ada di OPD masing-masing, prinsipnya kemudian bisa dioptimalkan fasilitas MICE yang ada di hotel bagus, menggerakan pertumbuhan ekonomi. Namun, jangan memaksakan juga, nanti belakang hari ada administrasi yang terganggu atau yang lainnya,? ujar dia.

Terkait sejumlah kebijakan atau bantuan dari Pemerintah Pusat seperti hibah pariwisata, Singgih mengungkapkan saat ini juga masih menunggu. ?Belum ada informasi lagi di 2021, tetapi untuk Pemulihan Ekonomi Nasional ini tetap menyasar juga sektor pariwisata,? tandasnya. (den)

Leave A Reply

Your email address will not be published.