Berita Nasional Terpercaya

Mengenal Pemimpin dan Kepemimpinan. Mana Gaya Anda?

0

Bernas.id – Pemimpin adalah sosok yang menjadi panutan dan mampu menggerakkan orang-orang yang dalam kepemimpinannya. Setiap kepemimpinan merupakan ciri khas tersendiri saat memimpin sesuai dengan kepribadiannya.

Sementara itu, kepemimpinan adalah suatu sifat tertentu yang digunakan oleh pemimpin untuk memimpin orang-orang yang menjadi pengikutnya. Sifat tersebut melekat pada karakter pemimpin sehingga terbentuklah budaya dalam suatu organisasi sesuai dengan gaya dalam memimpin.

Berbicara mengenai pemimpin dan kepemimpinan tidak lepas dari teori-teori leadership dari pakar. Para ahli ini menggolongkan tentang definisi kepemimpinan secara berbeda-beda namun masih memiliki keterkaitan satu sama lain.

Baca juga: Inilah Perbedaan Founder, Co-Founder, Owner, CEO, dan COO dalam Perusahaan.

Apa Itu Pemimpin?

Pemimpin merupakan orang yang memiliki kemauan untuk memimpin minimal 2 atau 3 anggota (Surandinata, 1997). Keberadaan pemimpin tidak sebatas pada organisasi, ia juga ada dalam keluarga. Ia harus memiliki kemampuan untuk menggerakkan orang-orang yang dipimpinnya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Sedang menurut Islam yang bersandar pada hadist dari Imam Bukhari menyatakan bahwa setiap orang adalah pemimpin. Kelak setiap ia akan dimintai pertanggungjawaban atas segala hal yang telah dipimpinnya di hadapan Tuhan di Hari Pembalasan.

Pemimpin tidak hanya sebagai status sosial. Setiap kepemimpinan dari seorang pemimpin akan dibawa ke hadapan Sang Pencipta untuk mendapatkan pembalasan atas amanah yang telah diembannya.

Menilik Teori Kepemimpinan

Kehadiran pemimpin bukanlah suatu kebetulan. Di balik kemunculannya pasti melalui banyak pelajaran dan pengalaman yang kompleks sehingga ia memiliki kapabilitas ketika memimpin kelompok atau organisasi.

Baca juga: Anda Lebih Ingin Menjadi CEO atau Owner? Sebelum Memilih, Ketahui Dulu Perbedaan Keduanya.

Menurut Kartono, kemunculan pemimpin disebabkan oleh proses tertentu yang digolongkan melalui teori-teori berikut ini.

1. Teori Genetis

Pada teori kemunculan pemimpin genetis, secara filsafat dengan sudut pandang deterministis beranggapan bahwa proses terbentuknya seorang pemimpin disebabkan faktor bawaan sejak lahir. Ia telah menyimpan bakat-bakat ketika ia dilahirkan dan ditakdirkan memiliki kemampuan leadership dalam kondisi apapun.

Secara garis besar, teori genetis menganggap bahwa pemimpin sebagai sosok yang tercetak. Sejak lahir ia telah memiliki tanda-tanda takdir untuk memimpin.

2. Teori Sosial

Berseberangan dengan teori genetis, teori kepemimpinan sosial beranggapan bahwa pemimpin dapat terbentuk melalui persiapan, pendidikan, dan perlakukan khusus lainnya sehingga memiliki kemampuan untuk memimpin orang lain.

Teori sosial juga berpendapat bahwa kemunculan seorang pemimpin dengan perlakuan khusus ini juga harus memiliki dorongan kuat dari dalam dirinya. Dengan dorongan itu seseorang dapat dicetak menjadi pemimpin yang tangguh.

3. Teori Sintetis

Nama lain dari teori kepemimpinan, yaitu teori ekologi. Teori ini merupakan perpaduan dari dua teori sebelumnya (teori genetis dan teori sosial) yang berpendapat bahwa seorang pemimpin telah memiliki tanda-tanda kepemimpinan sejak lahir. Namun, kemampuan memimpin itu harus dikembangkan melalui proses pendidikan dan pengalaman yang dipengaruhi oleh tuntuan lingkungan (ekologis).

Baca juga: 4 Keahlian yang Akan Dikuasai Ketika Menjadi Founder Startup.

Gaya Kepemimpinan Setiap Pemimpin

Sejalan dengan ketiga teori kepemimpinan di atas, setiap pemimpin pasti akan membawa sifat dan karakter tertentu yang ia gunakan untuk memimpin. Hal tersebut akan memunculkan cara tertentu yang khas sebagai cara memimpin seseorang.

Gaya kemimpinan juga bisa diartikan sebagai kemampuan seseorang terkait manajemen sumber daya manusia untuk mempengaruhi dan mengarahkan sekumpulan orang untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.

Secara umum, gaya kepemimpinan terbagi menjadi 4 di antaranya adalah:

1. Kepemimpinan Autokrasi (Autocaratic Leadership)

Jenis kepemimpinan berpusat pada kehendak pimpinan untuk memaksa para pengikutnya mengikuti apa ia inginkan. Setiap pengikut akan menanggung risiko apabila tidak melakukan tugas yang telah didelegasikan kepadanya.

Leadership ini juga disebut dictatorial leadership yakni gaya kepemimpinan dengan jalan mengumpulkan pengikut yang harus menerima segala konsekuensiuntuk mencapai tujuan pribadi pemimpin atau sekelompok orang.

2. Kepemimpinan Paternalistik (Paternalistic Leadership)

Ketika ada seorang pemimpin yang mampu memimpin suatu kelompok dan membuatnya mengikuti kehendaknya serta menghargai setiap pendapat dari orang-orang yang ia pimpin, orang tersebut telah menerapkan gaya kepemimpinan paternalitistik.

Gaya leadership ini adalah kombinasi antara jenis kepemimpinan autokrasi dan demokrasi. Ia memiliki kemampuan orang lain sesuai kehendaknya dan pengikutnya diberikan keleluasaan sesuai dengan caranya untuk membantunya mencapai tujuan.

3. Kepemimpinan Demokrasi (Democratic Leadership)

Pada kepemimpinan dekomokrasi, seorang pemimpin akan memimpin dengan mengedepankan pembentukan kepercayaan dan moral orang-orang yang dipimpinnya. Untuk menetapkan suatu tujuan, setiap anggota memiliki hak untuk menyumbangkan pikiran dan berbicara.

Lambat laun, gaya kepemimpinan ini mendorong terbentuknya sikap saling menghargai setiap pendapat anggota yang dipimpin. Dengan demikian iklim kepercayaan akan terbentuk karena adanya interaksi yang intens antara pemimpin dan pengikutnya.

4. Kepemimpinan Kendali Bebas (Free Rein Leadership)

Jenis kepemimpinan ini sangat cocok diterapkan apabila suatu organisasi telah memiliki moral dan tanggungjawab terhadap tugas yang diamanahkan kepada setiap anggota. Pemimpin akan menyerahkan pengelolaan sumber daya manusia sepenuhnya kepada wakilnya di dalam organisasi.

Penyerahan kontrol 100 persen terhadap organisasi akan meringankan pekerjaan pemimpin. Setiap kebijakan tidak harus menunggu persetujuan darinya untuk dilaksanakan. Anggota atau tim di dalam organisasi telah mampu menggantikan perannya.

Baca juga: Rahasia Sukses Founder Startup Perempuan

Mengenali Gaya Kepemimpinan Diri Sendiri

Setiap orang memiliki kepribadian bawaan sehingga membuatnya memiliki prioritas dalam berpikir dan bertindak. Hal ini juga sejalan dengan teori genetis dalam leadership yang mana sejak lahir sudah memiliki bakat untuk memimpin. Namun, bakat tersebut harus segera ditemukan untuk dilatih sehingga kemampuan memimpin dari seseorang dapat terbentuk.

Menurut konsep kepribadian BRAIN, setiap kepribadian seseorang dipengaruhi oleh frekuensi penggunaan belahan otak tertentu. Frekuensi tersebut akan membentuk perilaku tertentu sehingga terbentuklah kepribadian seseorang.

Konsep kepribadian BRAIN terdiri dari 5 tipe kecerdasan dominan yakni balancer, reformer, adventurer, independent, dan negotiator yang berhubungan dengan potensi keahlian seseorang. Setiap tipe kecerdasan akan didukung 2 orientasi kepribadian yakni ekstrovert dan introvert.  Anda dapat dengan mudah mengenali gaya kepemimpinan bawaan dengan mengikuti tes kepribadian BRAIN secara online.

Dengan mengetahui tipe kecerdasan dan oritentasi kepribadian, setiap orang akan semakin mudah untuk melatih sedini mungkin agar menjadi seorang pemimpin yang memiliki integritas dan profesional.  Selain itu Anda juga lebih percaya diri memiliki kemampuan yang telah dikembangkan.

Baca juga: Inilah Program Beasiswa Calon Pengusaha di Universitas Maharya Asia

Leave A Reply

Your email address will not be published.